Rata-Rata Lama Sekolah Penduduk RI Terus Naik: Kesadaran Akan Pendidikan Semakin Meningkat
Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu bangsa, karena melalui pendidikanlah seseorang dapat meningkatkan kualitas diri dan taraf kehidupan. Oleh karena itu kualitas sumber daya manusia suatu negara...
Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu bangsa, karena melalui pendidikanlah seseorang dapat meningkatkan kualitas diri dan taraf kehidupan. Oleh karena itu kualitas sumber daya manusia suatu negara dapat dilihat dari lamanya penduduk dalam mengenyam pendidikan.
Kabar baiknya dalam beberapa tahun terakhir ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk RI terus naik. Artinya hal ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pendidikan semakin tinggi. Adapun rincian RLS penduduk RI berdasarkan jenis kelamin dari tahun 2021-2025 adalah sebagai berikut:
- Tahun 2021
Perempuan: 8,17 tahun
Laki-Laki: 8,92 tahun - Tahun 2022
Perempuan: 8,39 tahun
Laki-Laki: 8,99 tahun - Tahun 2023
Perempuan: 8,48 tahun
Laki-Laki: 9,07 tahun - Tahun 2024
Perempuan: 8,54 tahun
Laki-Laki: 9,17 Tahun - Tahun 2025
Perempuan: 8,79 tahun
Laki-Laki: 9,35 tahun
Dapat dilihat dari angka tersebut bahwa rata-rata masyarakat Indonesia mengenyam pendidikan selama sembilan tahun atau setara dengan selesainya masa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meski pada mulanya program wajib belajar yakni selama 9 tahun, tetapi kini program tersebut mengalami transformasi menjadi 13 tahun, yakni terhitung sejak pra sekolah (PAUD/TK) hingga selesai SMA/SMK sederajat.
Upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan dilakukan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan berbagai beasiswa bagi siswa kurang mampu guna menekan angka putus sekolah. Selain itu, pendidikan nonformal melalui program kesetaraan Paket A, B, dan C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi alternatif bagi mereka yang putus sekolah untuk dapat tetap meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) dan memperoleh ijazah.
Di sisi lain, pemerataan akses difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) melalui pembangunan sekolah dan penyediaan sarana prasarana. Upaya ini didukung perbaikan infrastruktur, pemanfaatan e-learning, serta peningkatan kualitas pendidikan melalui penyempurnaan kurikulum, kompetensi pendidik, dan kebijakan yang lebih adaptif. Diharapkan dengan dilaksanakannya usaha tersebut dengan maksimal, maka angka RLS penduduk RI dapat terus meningkat.