92% Penduduk DIY Lulus SMA, Tertinggi Se-Indonesia!
Sebanyak 92,55% penduduk usia 19–21 tahun di DI Yogyakarta telah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK sederajat, menjadikannya daerah dengan tingkat kelulusan pendidikan menengah tertinggi di Indonesia.
Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat capaian membanggakan di sektor pendidikan. Sebanyak 92,55% penduduk usia 19–21 tahun di provinsi ini telah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK sederajat, menjadikannya daerah dengan tingkat kelulusan pendidikan menengah tertinggi di Indonesia.
Table Of Content
Angka tersebut jauh melampaui rata-rata nasional yang baru mencapai 73,90%, berdasarkan laporan Statistik Pendidikan 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Capaian ini juga menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda di DIY berhasil menuntaskan pendidikan menengah sebelum memasuki dunia kerja maupun perguruan tinggi.
Baca Juga: Rerata Gaji Lulusan SMA Tembus Rp3,08 Juta per Februari 2026
Predikat Kota Pelajar Dinilai Berpengaruh
Tingginya tingkat kelulusan SMA/SMK di DIY tidak lepas dari kuatnya budaya pendidikan di wilayah tersebut. Yogyakarta selama ini dikenal sebagai kota pelajar dengan banyak institusi pendidikan ternama.
Keberadaan kampus besar seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan UIN Sunan Kalijaga dinilai mendorong masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.
Selain itu, akses sekolah yang relatif mudah dan kualitas tenaga pengajar yang memadai turut mendukung tingginya angka penyelesaian pendidikan menengah di provinsi ini.
Jakarta dan Bali Menyusul di Belakang DIY
Di bawah DIY, DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan tingkat penyelesaian SMA/SMK sebesar 91,20%. Sementara Bali menempati urutan ketiga dengan capaian 85,90%.
Beberapa provinsi lain yang juga masuk dalam daftar tingkat kelulusan SMA/SMK tertinggi adalah Kepulauan Riau (84,88%), Maluku (79,34%), Sumatra Utara (78,21%), dan Kalimantan Timur (77,94%).
Pendidikan Menengah Jadi Fondasi Masa Depan
Penyelesaian pendidikan hingga jenjang SMA/SMK menjadi indikator penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Lulusan pendidikan menengah memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan studi, memperoleh pekerjaan yang lebih layak, hingga meningkatkan taraf hidup.
Karena itu, tingginya angka kelulusan SMA/SMK di DIY dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan generasi muda yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Pemerintah Dorong Wajib Belajar 13 Tahun
Pemerintah sendiri tengah mempercepat program wajib belajar 13 tahun melalui RPJMN 2025–2029. Program tersebut mencakup satu tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, sebelumnya menegaskan bahwa penguatan pendidikan dasar dan menengah menjadi langkah penting untuk menciptakan generasi Indonesia yang mampu bersaing secara global.
Menurutnya, kualitas pendidikan sejak dini akan menentukan keberlanjutan prestasi siswa hingga ke jenjang perguruan tinggi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan di masa depan.
Baca Juga: Lulusan SMA jadi Penyumbang Terbesar Pengangguran di Indonesia Pada 2025