Beranda/Berita Kampus/Lulusan SMA jadi Penyumbang Terbesar Pengangguran di Indonesia Pada 2025
Berita Kampus

Lulusan SMA jadi Penyumbang Terbesar Pengangguran di Indonesia Pada 2025

SH
By Silmi Hakiki
•9 September 2026•2 Menit Baca•24 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Lulusan SMA jadi Penyumbang Terbesar Pengangguran di Indonesia Pada 2025

Dari tahun ke tahun, angka pengangguran di Indonesia masih tergolong tinggi. Bahkan data terbaru dari trading economics per Februari 2026 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara, tercatat skornya mencapai 4,74%. Hal ini menjadi cerminan bahwa pasar kerja di Indonesia belum mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Apabila dilihat dari persentase pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan terakhir yang ditamatkan menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik per November 2025 yakni sebarannya sebagai berikut:

  1. SMA                                      : 29,61%
  2. SMK                                       : 26,12%
  3. SD ke Bawah                      : 16,34%
  4. SMP                                       : 13,61%
  5. Diploma IV, S1, S2, S3     : 12,37%
  6. Diploma I/II/III                  : 1,95%

Dominasi lulusan SMA ini berbanding lurus dengan jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas merupakan tamatan SMA. Tingginya pengangguran lulusan SMA disebabkan oleh  ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Disamping itu adanya kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Hal ini yang diantaranya mencerminkan bahwa pendidikan vokasi tertentu memiliki kesempatan kerja yang lebih terbuka karena sistem pembelajarannya lebih menekankan pada praktik langsung.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Melihat angka pengangguran yang tinggi hingga menembus angka 7,46 juta orang pada November 2025, berikut beberapa strategi pemerintah sebagai upaya mengatasi masalah pengangguran di Indonesia yang dirumuskan dalam outlook ketenagakerjaan 2026:

  1. Memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui kolaborasi dengan sektor industri dan lembaga pendidikan.
  2. Mendorong program reskilling dan upskilling yang relevan dengan kebutuhan industri (link and match).
  3. Penguatan pendidikan vokasi.
  4. Perluasan perlindungan sosial yang inklusif bagi pekerja informal dan gig workers.
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#Indonesia#Pengangguran#pengangguran terbuka#tingkat pengangguran#TPT#Jumlah Pengangguran#Pengangguran Lulusan SMA
SH

Penulis: Silmi Hakiki

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!