Beranda/Berita Kampus/Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi dengan Teknologi Perubahan Warna, Harganya Sangat Ekonomis
Berita Kampus

Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi dengan Teknologi Perubahan Warna, Harganya Sangat Ekonomis

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•36 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi dengan Teknologi Perubahan Warna, Harganya Sangat Ekonomis

Kepastian kandungan halal dan haram pada makanan menjadi perhatian penting bagi umat muslim, terutama saat bepergian ke negara dengan mayoritas penduduk non-muslim. Kekhawatiran terhadap bahan baku makanan yang dikonsumsi mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk memastikan keamanan pangan.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan strip test kit pendeteksi kandungan minyak babi yang praktis dan ekonomis. Penelitian ini dipimpin oleh Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono bersama tim dari Pusat Studi Halal ITS, termasuk Prof Agus Muhamad Hatta.

Proses pengecekkan kandungan minyak babi pada makanan olahan bakso menggunakan strip kit test karya Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama tim dari Departemen Teknik Fisika ITS (Foto: ITS)

Alat inovatif tersebut memungkinkan pengecekan kandungan minyak babi tanpa harus menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun teknologi elektrokimia yang umumnya memerlukan pengujian laboratorium. Ruri menjelaskan bahwa alat ini dirancang menyerupai strip pengecek pH air yang mudah digunakan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Produk ini bekerja menggunakan prinsip perubahan warna berbasis material nano. Bersama timnya, Ruri melakukan berbagai eksperimen untuk mendapatkan formula reagen yang sensitif terhadap kandungan minyak babi pada makanan.

“Jadi akan terjadi perubahan warna dari reagen akibat bereaksi secara kimia dengan kandungan minyak yang ditarget,” papar Ruri.

Teknologi yang dikembangkan memanfaatkan metode deteksi berbasis optis atau sinyal optis perubahan warna. Dengan metode tersebut, pengguna dapat mengetahui ada atau tidaknya kandungan minyak babi secara praktis tanpa prosedur pengujian yang rumit.

Tidak hanya fokus pada deteksi kandungan minyak babi, Ruri dan tim juga berencana mengembangkan alat serupa untuk mendeteksi berbagai bahan pemicu alergi pada makanan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

“Tidak hanya terbatas halal dan haram, bahan pemicu alergi lainnya juga akan kami kembangkan dengan metode kolorimetri yang sama, hanya saja formulasi reagen dan katalisnya berbeda,” ungkap dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.

Kemudahan penggunaan alat ini diharapkan dapat membantu muslim traveler maupun masyarakat yang memiliki alergi makanan agar lebih aman saat mengonsumsi kuliner di berbagai tempat, termasuk produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ke depan, tim peneliti ITS juga berkomitmen memproduksi material hingga alat deteksi ini secara mandiri guna mendukung ekosistem entrepreneurial university dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. Saat dipasarkan nanti, strip pendeteksi kandungan minyak babi ini diperkirakan dijual sekitar Rp10 ribu per strip untuk sekali penggunaan.

“Harga jual akan lebih rendah lagi jika alat ini berhasil diproduksi dalam skala yang lebih besar,” ujarnya.

Inovasi tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#SDGs#Pendidikan Indonesia#Penelitian Indonesia#Teknologi Pangan#TS#Teknologi Halal#Inovasi ITS#Pusat Studi Halal ITS#Minyak Babi#Muslim Traveler
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!