Inovasi Mahasiswa Undip Ciptakan Robot Kecoa Pencari Korban Bencana, Raih Gold Award MTE 2026 hingga Dilirik BNPB
Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) mendemonstrasikan robot berbentuk kecoa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Inovasi teknologi bernama roach-detect yang...
Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) mendemonstrasikan robot berbentuk kecoa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Inovasi teknologi bernama roach-detect yang tersemat pada robot tersebut dikembangkan untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban di lokasi bencana yang sulit dijangkau manusia.
Table Of Content
1. Tim Cyborg Insect Undip Terima Undangan BNPB
Robot Kecoa Madagaskar karya tim Rotect dari Fakultas Teknik Undip sebelumnya berhasil meraih Gold Award dan Special Award pada ajang internasional Asia Youth Innovation Awards dalam Malaysia Technology Expo (MTE) 2026.
Atas capaian tersebut, Tim Cyborg Insect bersama Rektor Undip, Prof. Suharnomo menerima undangan dari BNPB untuk memperkenalkan dan mendemonstrasikan teknologi robot kecoa tersebut.
Robot ini merupakan hasil riset multidisiplin yang melibatkan bidang teknik, robotika, dan kecerdasan buatan dari mahasiswa Fakultas Teknik Undip, khususnya Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro.
Dengan ukuran kecil dan kemampuan bergerak di ruang sempit, robot kecoa mampu masuk ke celah reruntuhan bangunan untuk mendeteksi keberadaan korban sekaligus mengirimkan data secara real-time kepada tim penyelamat.
2. Demonstrasikan Kemampuan Robot Kecoa
Dalam demonstrasi di BNPB, Inovator Undip, Mochammad Ariyanto, Ph.D memperagakan kemampuan robot kecoa dalam menavigasi area simulasi bencana.
Baca juga: Tiga Mahasiswi ITB Ciptakan Kosmetik Alami yang Bikin Make-up Tahan Lama dan Anti Nyamuk
Robot mampu melewati rintangan sempit, medan tidak rata, hingga kondisi minim cahaya. Teknologi ini dilengkapi sensor, kamera mikro, serta sistem komunikasi yang memungkinkan pengiriman gambar dan informasi kondisi lapangan secara langsung kepada tim SAR.

Mochammad Ariyanto diketahui merupakan lulusan doktor dari University of Osaka pada tahun 2024 dan saat ini juga menjadi dosen tamu di universitas tersebut.
3. Tingkatkan Efektivitas Operasi Pencarian dan Penyelamatan
Rektor Undip, Prof. Suharnomo mengatakan pengembangan robot ini bertujuan meningkatkan efektivitas operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana.
“Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam penanganan bencana di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi, longsor, dan bencana lainnya,” katanya, Sabtu (9/5/2026).
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa dan dosen Undip tersebut. BNPB juga membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah untuk memperkuat kemampuan nasional dalam mitigasi serta penanggulangan bencana.
Ke depan, Undip berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi robot kecoa agar semakin adaptif dan aplikatif. Pengembangan ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lebih luas guna mendukung keselamatan dan membantu korban bencana di Indonesia.