Sebanyak 424 program Master of Business Administration (MBA) masuk dalam pemeringkatan QS Global MBA Rankings 2027. Dalam daftar tersebut, sekolah bisnis dari Amerika Serikat masih mendominasi dengan 133 institusi atau sekitar 31,4 persen dari total perguruan tinggi yang masuk pemeringkatan.
Pemeringkatan ini menilai berbagai aspek dalam program MBA, mulai dari kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, capaian alumni, nilai investasi pendidikan, reputasi akademik, hingga keberagaman lingkungan belajar.
MIT Sloan Tempati Posisi Teratas Dunia
Program MBA dari MIT Sloan School of Management, Amerika Serikat, menempati peringkat pertama dalam QS Global MBA Rankings 2027. Program tersebut memperoleh skor tinggi pada indikator kesiapan kerja atau employability lulusan dengan nilai 98,6.
Selain Amerika Serikat, sejumlah sekolah bisnis dari Eropa juga menunjukkan performa kuat, terutama dalam aspek return on investment (ROI). Beberapa di antaranya adalah SDA Bocconi School of Management dari Italia, ESCP Business School, serta Mannheim Business School dari Jerman yang memperoleh skor ROI 100.
Empat Kampus Indonesia Masuk Pemeringkatan
Indonesia mencatatkan empat perguruan tinggi dalam QS Global MBA Rankings 2027. Kampus-kampus tersebut berasal dari berbagai institusi dengan program bisnis masing-masing.
Binus Business School dan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) berada pada peringkat dunia 191–200. Sementara itu, Universitas Indonesia berada di peringkat 251–300, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) berada pada peringkat 301+.
Indikator Penilaian QS Global MBA Rankings 2027
QS menggunakan lima kelompok indikator utama dalam menyusun pemeringkatan program MBA terbaik dunia. Indikator terbesar berasal dari employability dengan bobot 40 persen, yang menilai kesiapan lulusan dalam pasar kerja melalui reputasi pemberi kerja dan tingkat penyerapan kerja lulusan.
Aspek lainnya meliputi alumni outcomes sebesar 15 persen, value for money sebesar 20 persen, thought leadership sebesar 15 persen, serta diversity sebesar 10 persen.
Melalui pemeringkatan ini, QS mengukur kualitas program MBA berdasarkan dampaknya terhadap karier lulusan, nilai investasi pendidikan, kontribusi akademik, serta keberagaman mahasiswa dan pengajar
Baca Juga: 10 Universitas Paling Berkelanjutan di Dunia 2026, Ada Kampus dari Indonesia





Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!