Perjalanan pendidikan Briliant Agung Madani membawanya dari Bukittinggi, Sumatera Barat, ke UPN Veteran Yogyakarta. Jarak lebih dari 1.900 kilometer tidak menghalanginya untuk mengejar pendidikan tinggi hingga akhirnya meraih prestasi akademik.
Briliant baru saja diwisuda dalam Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027. Dalam kesempatan tersebut, ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik pertama Program Studi Teknik Pertambangan dengan IPK 3,59.
Bagi Briliant, pencapaian tersebut bukan hanya tentang prestasi akademik. Ia menganggapnya sebagai bentuk rasa terima kasih kepada orang tua yang selama ini memberikan dukungan selama menjalani pendidikan di Yogyakarta.
"Pencapaian ini adalah bentuk kecil dari rasa terima kasih kepada orang tua yang selalu mendukung saya. Terima kasih karena selalu percaya dan mendukung saya, bahkan ketika saya sendiri sempat ragu. Saya berharap keberhasilan ini dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga," ujar Briliant dikutip dari laman resmi UPN Veteran Yogyakarta.
KIP Kuliah Membuka Kesempatan
Briliant merupakan penerima KIP Kuliah yang berasal dari SMA Negeri 1 Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sebagai anak dari seorang pegawai bengkel motor, program tersebut menjadi kesempatan baginya untuk melanjutkan pendidikan tanpa terlalu terbebani persoalan ekonomi.
Menurut Briliant, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Ia memilih memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk terus belajar dan berkembang.
"KIP Kuliah bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi sebuah kesempatan untuk terus belajar dan berkembang tanpa terlalu dibebani persoalan ekonomi. Kesempatan ini membuat saya bisa lebih fokus menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan yang saya miliki," ujarnya.
Ia juga mendorong agar keterbatasan tidak dijadikan alasan untuk berhenti bermimpi dan berusaha.
"Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada, terus belajar, dan berani mencoba. Saya percaya keterbatasan bukan akhir dari perjalanan, tetapi bisa menjadi alasan untuk berjuang lebih keras," imbuhnya.
Aktif Mengasah Kemampuan di Dunia Pertambangan
Kesempatan mendapatkan pendidikan melalui KIP Kuliah dimanfaatkan Briliant untuk tidak hanya menjalani perkuliahan. Selama kuliah, ia juga aktif menambah pengalaman melalui organisasi dan berbagai kompetisi di bidang pertambangan.
Pengalaman tersebut membawanya mengikuti kompetisi hingga tingkat internasional. Sejumlah prestasi berhasil diraihnya, termasuk juara pertama Underground Mine Supporting, juara kedua Bench Blast, juara kedua Vertical Rock Drilling, serta juara ketiga National Student Poster Competition di bidang geoteknik. Ia juga masuk dalam Top Five Mine Plan Design pada Youth Mining Competition.
Bagi Briliant, kompetisi menjadi ruang untuk mengasah kemampuan teknis, analisis, dan kerja sama tim. Pengalaman tersebut juga melatih dirinya untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan, terutama ketika harus bekerja dalam tekanan waktu.
"Kondisi tersebut menuntut kemampuan teknis sekaligus koordinasi dan tanggung jawab dalam tim," ujar Briliant.
Menargetkan Karier sebagai Mining Engineer
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Briliant ingin melanjutkan perjalanan di industri pertambangan. Ia berencana berkarier sebagai Mining Engineer dengan memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang telah diperolehnya selama kuliah.
"Saya ingin berkarier dan berkontribusi di industri pertambangan, khususnya sebagai Mining Engineer. Saya ingin mengembangkan kemampuan sekaligus menerapkan ilmu yang selama ini saya pelajari," tuturnya.
Briliant juga berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister setelah memperoleh pengalaman di industri. Perjalanan dari Sumatera Barat ke Yogyakarta pun menjadi bagian dari prosesnya dalam membangun bekal akademik dan pengalaman untuk menapaki karier di bidang pertambangan.
Baca Juga: Beasiswa Jakarta Unggul Dibuka 2027, Ini Syarat dan Benefit yang Ditawarkan



Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!