Beranda/Inspirasi/Dari Sumatra Barat ke Yogyakarta, Perjalanan Briliant Jadi Lulusan Terbaik Teknik Pertambangan
Inspirasi

Dari Sumatra Barat ke Yogyakarta, Perjalanan Briliant Jadi Lulusan Terbaik Teknik Pertambangan

Menempuh jarak lebih dari 1.900 kilometer dari Bukittinggi, Sumatera Barat, Briliant Agung Madani berhasil menyelesaikan kuliahnya di UPN Veteran Yogyakarta dengan predikat cum laude.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•29 September 2026•3 Menit Baca•3 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Dari Sumatra Barat ke Yogyakarta, Perjalanan Briliant Jadi Lulusan Terbaik Teknik Pertambangan

Perjalanan pendidikan Briliant Agung Madani membawanya dari Bukittinggi, Sumatera Barat, ke UPN Veteran Yogyakarta. Jarak lebih dari 1.900 kilometer tidak menghalanginya untuk mengejar pendidikan tinggi hingga akhirnya meraih prestasi akademik.

Briliant baru saja diwisuda dalam Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027. Dalam kesempatan tersebut, ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik pertama Program Studi Teknik Pertambangan dengan IPK 3,59.

Bagi Briliant, pencapaian tersebut bukan hanya tentang prestasi akademik. Ia menganggapnya sebagai bentuk rasa terima kasih kepada orang tua yang selama ini memberikan dukungan selama menjalani pendidikan di Yogyakarta.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

"Pencapaian ini adalah bentuk kecil dari rasa terima kasih kepada orang tua yang selalu mendukung saya. Terima kasih karena selalu percaya dan mendukung saya, bahkan ketika saya sendiri sempat ragu. Saya berharap keberhasilan ini dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga," ujar Briliant dikutip dari laman resmi UPN Veteran Yogyakarta.

KIP Kuliah Membuka Kesempatan

Briliant merupakan penerima KIP Kuliah yang berasal dari SMA Negeri 1 Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sebagai anak dari seorang pegawai bengkel motor, program tersebut menjadi kesempatan baginya untuk melanjutkan pendidikan tanpa terlalu terbebani persoalan ekonomi.

Menurut Briliant, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Ia memilih memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk terus belajar dan berkembang.

"KIP Kuliah bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi sebuah kesempatan untuk terus belajar dan berkembang tanpa terlalu dibebani persoalan ekonomi. Kesempatan ini membuat saya bisa lebih fokus menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan yang saya miliki," ujarnya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Ia juga mendorong agar keterbatasan tidak dijadikan alasan untuk berhenti bermimpi dan berusaha.

"Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada, terus belajar, dan berani mencoba. Saya percaya keterbatasan bukan akhir dari perjalanan, tetapi bisa menjadi alasan untuk berjuang lebih keras," imbuhnya.

Aktif Mengasah Kemampuan di Dunia Pertambangan

Kesempatan mendapatkan pendidikan melalui KIP Kuliah dimanfaatkan Briliant untuk tidak hanya menjalani perkuliahan. Selama kuliah, ia juga aktif menambah pengalaman melalui organisasi dan berbagai kompetisi di bidang pertambangan.

Pengalaman tersebut membawanya mengikuti kompetisi hingga tingkat internasional. Sejumlah prestasi berhasil diraihnya, termasuk juara pertama Underground Mine Supporting, juara kedua Bench Blast, juara kedua Vertical Rock Drilling, serta juara ketiga National Student Poster Competition di bidang geoteknik. Ia juga masuk dalam Top Five Mine Plan Design pada Youth Mining Competition.

Bagi Briliant, kompetisi menjadi ruang untuk mengasah kemampuan teknis, analisis, dan kerja sama tim. Pengalaman tersebut juga melatih dirinya untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan, terutama ketika harus bekerja dalam tekanan waktu.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

"Kondisi tersebut menuntut kemampuan teknis sekaligus koordinasi dan tanggung jawab dalam tim," ujar Briliant.

Menargetkan Karier sebagai Mining Engineer

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Briliant ingin melanjutkan perjalanan di industri pertambangan. Ia berencana berkarier sebagai Mining Engineer dengan memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang telah diperolehnya selama kuliah.

"Saya ingin berkarier dan berkontribusi di industri pertambangan, khususnya sebagai Mining Engineer. Saya ingin mengembangkan kemampuan sekaligus menerapkan ilmu yang selama ini saya pelajari," tuturnya.

Briliant juga berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister setelah memperoleh pengalaman di industri. Perjalanan dari Sumatera Barat ke Yogyakarta pun menjadi bagian dari prosesnya dalam membangun bekal akademik dan pengalaman untuk menapaki karier di bidang pertambangan.

Baca Juga: Beasiswa Jakarta Unggul Dibuka 2027, Ini Syarat dan Benefit yang Ditawarkan

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

Rekrutmen Tamtama TNI AU 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Lokasi Pendaftarannya

Rekrutmen Tamtama TNI AU 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Lokasi Pendaftarannya

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai prajurit melalui rekrutmen Tamtama Prajurit Karier (PK) Gelombang III Tahun 2026.

Oleh Agnes Z. Yonatan
1 jam lalu• 1
Mahasiswa UPI Raih Medali Perak Asian Games 2026 lewat Cabang Rowing

Mahasiswa UPI Raih Medali Perak Asian Games 2026 lewat Cabang Rowing

Rendi Setia Maulana, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berhasil membawa pulang medali perak dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ia meraih medali tersebut bersama tim rowing Indonesia dalam nomor Men's Quadruple Sculls.

Oleh Agnes Z. Yonatan
1 jam lalu• 3
10 Universitas Paling Berkelanjutan di Dunia 2026, Ada Kampus dari Indonesia

10 Universitas Paling Berkelanjutan di Dunia 2026, Ada Kampus dari Indonesia

UI GreenMetric SUR 2026 Diikuti 2.016 Kampus dari 110 Negara

Oleh Agnes Z. Yonatan
Kemarin• 53
Oleh Agnes Z. Yonatan
Kemarin• 51