Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa penyandang disabilitas melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Disabilitas 2026. Pendaftaran program beasiswa ini berlangsung mulai 28 September hingga 9 Oktober 2026.
Program ADik Disabilitas ditujukan untuk membantu mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Melalui program ini, penerima akan memperoleh bantuan biaya pendidikan sekaligus biaya hidup selama menjalani perkuliahan.
Pendaftaran tidak dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa. Calon penerima perlu menghubungi pengelola beasiswa di perguruan tinggi masing-masing untuk mengikuti proses pendataan dan pendaftaran melalui sistem Beasiswa ADik.
Siapa yang Bisa Mendaftar?
Beasiswa ADik Disabilitas 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang masih aktif menempuh pendidikan jenjang D3 atau D4/S1.
Calon penerima harus telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur masuk apa pun pada program studi yang telah terakreditasi. Status mahasiswa juga harus tercatat aktif dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemdiktisaintek.
Selain itu, mahasiswa perlu terdaftar dalam sistem Beasiswa ADik melalui laman resmi program dan memiliki surat keterangan yang sesuai dengan kondisi disabilitasnya.
Program ini juga memiliki ketentuan terkait bantuan pendidikan lain. Calon penerima tidak boleh sedang mendapatkan bantuan biaya pendidikan atau beasiswa lain yang bersumber dari APBN. Mahasiswa yang nantinya ditetapkan sebagai penerima juga diwajibkan menandatangani surat perjanjian kinerja penerima beasiswa.
Ragam Disabilitas yang Dapat Mengikuti Program
ADik Disabilitas mencakup berbagai ragam disabilitas, mulai dari disabilitas fisik, intelektual, mental, hingga sensorik.
Disabilitas fisik yang tercantum dalam ketentuan program meliputi amputasi, lumpuh layuh atau kaku, paraplegi, cerebral palsy, kondisi akibat stroke, kondisi akibat kusta, serta orang kecil.
Sementara itu, disabilitas intelektual mencakup kondisi lambat belajar, disabilitas grahita, dan Down syndrome. Untuk disabilitas mental, cakupannya antara lain kondisi psikososial seperti skizofrenia serta disabilitas perkembangan yang berpengaruh terhadap kemampuan interaksi sosial seperti autisme.
Adapun disabilitas sensorik meliputi disabilitas netra, rungu, dan wicara.
Kondisi disabilitas tersebut dapat dialami secara tunggal, ganda, maupun multi dalam jangka waktu lama sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan penetapan tenaga medis.
Bantuan yang Diterima Mahasiswa
Penerima ADik Disabilitas 2026 akan mendapatkan dua bentuk bantuan utama, yakni biaya pendidikan dan biaya hidup.
Biaya pendidikan diberikan langsung kepada perguruan tinggi setiap semester. Sementara itu, biaya hidup diberikan langsung kepada penerima dan disalurkan satu kali setiap semester melalui rekening penerima beasiswa.
Besaran bantuan biaya hidup ditetapkan oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT).
Dokumen dan Proses Pendaftaran
Dalam proses pendaftaran, calon penerima perlu menyertakan surat pernyataan sesuai dengan format yang telah disediakan. Selain itu, mahasiswa juga harus melampirkan surat keterangan dari lembaga atau profesi yang memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian status penyandang disabilitas.
Seluruh proses pengajuan calon penerima dilakukan oleh perguruan tinggi melalui sistem Beasiswa ADik. Karena itu, mahasiswa yang memenuhi persyaratan perlu menghubungi bagian pengelola beasiswa di kampus masing-masing agar dapat didata dan didaftarkan.
Ini Jadwal Beasiswa ADik Disabilitas 2026
Pendaftaran Beasiswa ADik Disabilitas 2026 berlangsung pada 28 September hingga 9 Oktober. Setelah pendaftaran ditutup, proses verifikasi dan validasi berkas dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Oktober 2026.
Tahap seleksi ADik Disabilitas kemudian dijadwalkan pada 14–16 Oktober 2026.
Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan, mekanisme, serta pedoman program dapat diperiksa melalui laman resmi Beasiswa ADik Kemdiktisaintek.
Dengan adanya program ini, mahasiswa penyandang disabilitas mendapatkan akses bantuan pendidikan dan biaya hidup untuk mendukung keberlangsungan studi di perguruan tinggi.
Baca Juga: Beasiswa Jakarta Unggul Dibuka 2027, Ini Syarat dan Benefit yang Ditawarkan


Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!