Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan program Beasiswa Jakarta Unggul yang ditujukan bagi warga Jakarta berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3). Program yang juga kerap disebut sebagai LPDP Jakarta ini rencananya mulai dibuka pada 2027.
Program tersebut dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Regulasi tersebut telah diteken oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 3 September 2026 dan menjadi dasar penyelenggaraan Beasiswa Jakarta Unggul.
Seleksi Melibatkan LPDP
Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI Jakarta berencana menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan untuk membantu proses seleksi penerima beasiswa.
Kerja sama tersebut ditujukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung secara profesional dan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Pada tahap awal, kuota penerima Beasiswa Jakarta Unggul diperkirakan berada di kisaran 50 hingga 75 orang.
Program ini juga diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada warga Jakarta dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemampuan akademik baik. Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar.
Kuliah di 11 Negara
Beasiswa Jakarta Unggul memberikan kesempatan bagi penerima untuk menempuh pendidikan di sejumlah negara yang telah ditentukan. Terdapat 11 negara yang menjadi tujuan program, yakni Amerika Serikat, Australia, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Prancis, Singapura, China, dan Rusia.
Pilihan program studi nantinya tidak semata-mata ditentukan berdasarkan perguruan tinggi tujuan. Pemprov DKI Jakarta akan mempertimbangkan kebutuhan sumber daya manusia yang mendukung pembangunan daerah.
Program studi yang dapat dipilih akan ditetapkan berdasarkan kebutuhan pembangunan daerah serta kebutuhan tenaga kerja di Jakarta. Penetapannya dilakukan melalui Keputusan Gubernur setelah mempertimbangkan masukan dari perangkat daerah terkait.
Syarat untuk Pendaftar S2 dan S3
Calon penerima untuk jenjang magister harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai penduduk DKI Jakarta dan berdomisili di wilayah tersebut. Pendaftar juga harus telah menyelesaikan pendidikan diploma empat atau sarjana dengan IPK minimal 3,00 pada skala 4,00.
Selain itu, calon penerima belum pernah menempuh maupun menyelesaikan pendidikan magister sebelumnya.
Sementara itu, pendaftar jenjang doktor juga harus memiliki NIK sebagai penduduk DKI Jakarta dan berdomisili di wilayah tersebut. Mereka diwajibkan telah menyelesaikan pendidikan magister dengan IPK minimal 3,25 pada skala 4,00.
Untuk jenjang doktor, calon penerima juga tidak boleh sedang atau pernah menempuh maupun menyelesaikan pendidikan doktor sebelumnya. Selain itu, mereka harus memiliki profesi atau pengalaman kerja yang sesuai dengan program studi yang akan ditempuh.
Masa Studi hingga Empat Tahun untuk S3
Beasiswa Jakarta Unggul memiliki batas waktu pembiayaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang diambil. Untuk program magister, masa studi yang ditanggung paling lama empat semester atau sekitar dua tahun.
Sementara itu, penerima program doktor dapat memperoleh pembiayaan hingga 10 semester atau sekitar lima tahun. Pemberian beasiswa dapat dihentikan apabila penerima tidak mampu menyelesaikan pendidikan sesuai batas masa studi yang telah ditentukan.
Beragam Biaya Pendidikan dan Penunjang
Tidak hanya biaya kuliah, Beasiswa Jakarta Unggul juga mencakup sejumlah kebutuhan pendukung selama penerima menjalani pendidikan. Bantuan personal dapat mencakup biaya hidup, tunjangan buku, transportasi, asuransi kesehatan, hingga biaya kedatangan.
Dalam kondisi tertentu, program ini juga menyediakan dukungan untuk keadaan darurat, tunjangan keluarga, pendamping disabilitas, bantuan bagi penyandang disabilitas, serta biaya pengurusan aplikasi visa.
Selain bantuan personal, penerima memperoleh bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan. Besarannya disesuaikan dengan standar biaya pendidikan pada perguruan tinggi tempat penerima menjalani program magister atau doktor.
Dukungan juga diberikan untuk kebutuhan penelitian. Komponen ini mencakup bantuan penelitian tesis atau disertasi, biaya mengikuti seminar maupun konferensi internasional, serta bantuan publikasi pada jurnal internasional.
Dengan cakupan tersebut, Beasiswa Jakarta Unggul dirancang untuk memberikan dukungan pendidikan yang tidak hanya mencakup biaya kuliah, tetapi juga kebutuhan penerima selama menjalani studi hingga menyelesaikan penelitian.
Baca Juga: Beasiswa S2-S3 GIST Korea Selatan 2027 Dibuka, Ada Uang Saku hingga Rp3,7 Juta


Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!