Beasiswa BeaZakat 2026 Dibuka, Kuliah S1 Bisa Dibiayai hingga 4 Tahun
Kemenag membuka beasiswa penuh bagi mahasiswa S1 PTN dan PTKIN dengan sejumlah persyaratan, termasuk kondisi ekonomi dan komitmen selama masa studi.
Kabar baik bagi calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan. Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka pendaftaran Beasiswa Zakat atau BeaZakat 2026 bagi mahasiswa jenjang S1 di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Table Of Content
Beasiswa ini bersifat penuh atau fully funded dan dapat diberikan hingga maksimal 48 bulan atau empat tahun masa studi. Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa dari sejumlah bidang keilmuan, terutama mereka yang memiliki potensi akademik sekaligus membutuhkan dukungan secara ekonomi.
Baca Juga: Beasiswa Pemerintah Swiss 2027 Dibuka, Ada Tunjangan Rp54 Juta per Bulan
Siapa yang Bisa Mendaftar?
BeaZakat 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa S1 pada perguruan tinggi yang diutamakan memiliki akreditasi A atau Unggul. Adapun bidang studi yang menjadi sasaran program ini meliputi ilmu sains dan teknik, ilmu kesehatan, ilmu pertanian, ilmu ekonomi, ilmu hukum dan sosial, zakat dan wakaf, serta pendidikan.
Selain memenuhi ketentuan akademik dan perguruan tinggi, calon penerima juga harus memenuhi sejumlah persyaratan lain. Pendaftar wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan beragama Islam.
Calon penerima juga harus memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar dari SMA, SMK, STM, MA, atau sederajat. Lulusan satuan pendidikan berbasis pesantren, muadalah, maupun pendidikan Islam lainnya yang berada di bawah binaan Kemenag dan Kemendikdasmen juga dapat mendaftar.
Dari sisi akademik, pendaftar harus memiliki nilai rata-rata rapor semester 1 hingga 5 minimal 80. Selain itu, calon penerima harus telah dinyatakan lulus seleksi masuk perguruan tinggi yang terdaftar, yang dibuktikan melalui Letter of Acceptance (LOA), dokumen penerimaan, tangkapan layar, dan/atau Kartu Rencana Studi (KRS).
Persyaratan Ekonomi Jadi Salah Satu Pertimbangan
Karena bersumber dari dana zakat, kondisi ekonomi menjadi salah satu aspek penting dalam seleksi BeaZakat. Pendaftar wajib memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), slip gaji atau surat keterangan penghasilan orang tua/wali yang menunjukkan kategori asnaf fakir miskin, serta bukti pengecekan desil melalui situs resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Pendaftar juga diminta melampirkan sejumlah dokumen untuk menggambarkan kondisi tempat tinggal, seperti foto rumah dari berbagai sisi dan bukti pembayaran listrik selama tiga bulan terakhir. Kartu Indonesia Pintar (KIP) sekolah dapat dilampirkan apabila tersedia.
Bagi pendaftar yang berstatus yatim, dokumen berupa surat keterangan yatim juga dapat disertakan sebagai bagian dari persyaratan.
Selain kondisi ekonomi, prestasi akademik maupun nonakademik turut menjadi salah satu dokumen yang dapat dilampirkan. Prestasi di bidang dakwah atau keagamaan, seperti hafalan Al-Qur’an maupun pengalaman sebagai pembina dakwah, juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam pendaftaran.
Ada Personal Statement dan Esai Proyek Perubahan
Tidak hanya mengumpulkan dokumen administratif, calon penerima BeaZakat juga diminta menunjukkan visi dan rencana kontribusinya melalui tulisan.
Pendaftar harus membuat personal statement maksimal 1.500 kata dengan tema “Perjalanan Hidupku dan Mimpiku untuk Memberi Manfaat”. Selain itu, terdapat Esai Proyek Perubahan dengan batas maksimal 1.500 kata.
Pendaftar juga wajib memiliki surat rekomendasi yang dapat berasal dari kepala satuan pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat, PTN, PTKIN, BAZNAS, maupun LAZ.
Ada Sejumlah Komitmen yang Harus Dipenuhi
BeaZakat tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menetapkan sejumlah komitmen bagi penerimanya. Pendaftar dan orang tua atau wali harus menandatangani surat pernyataan komitmen dan pakta integritas di atas materai Rp10.000.
Dalam dokumen tersebut, calon penerima menyatakan kesetiaan kepada Pancasila, NKRI, dan UUD 1945 serta berkomitmen menjalankan ketentuan yang ditetapkan selama menjadi penerima beasiswa.
Penerima juga diwajibkan mengikuti pendidikan secara penuh waktu dan tidak bekerja selama masa studi. Selain itu, penerima harus bersedia mengikuti pembinaan, menjalankan salat lima waktu, tidak menerima pendanaan ganda dari beasiswa lain, serta tidak berpindah program studi maupun perguruan tinggi.
Beberapa ketentuan lain juga mencakup larangan merokok dan menggunakan rokok elektronik, tidak menyalahgunakan narkoba, tidak terlibat tindak pidana, serta tidak mendaftar sebagai ASN selama menjadi penerima beasiswa. Penerima juga diminta menunda pernikahan dan tidak berpacaran selama menjalani masa studi.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Agar proses pendaftaran berjalan lancar, calon pelamar perlu menyiapkan sejumlah dokumen. Beberapa di antaranya adalah:
- KTP dan kartu keluarga pendaftar.
- KTP orang tua atau wali.
- Ijazah atau surat tanda tamat belajar.
- Rapor semester 1–5 dengan rata-rata minimal 80.
- LOA dan KRS.
- Invoice UKT resmi serta bukti pembayaran UKT semester pertama.
- Surat pernyataan komitmen dan pakta integritas.
- Surat rekomendasi.
- SKTM.
- Slip gaji atau surat keterangan penghasilan orang tua/wali.
- Bukti cek desil dari Kemensos.
- KIP sekolah, jika ada.
- Dokumen foto kondisi rumah dan tagihan listrik.
- Surat keterangan yatim, jika relevan.
- Bukti prestasi akademik atau nonakademik.
- Personal statement.
- Esai proyek perubahan.
Seluruh data diri pendaftar dan orang tua atau wali juga harus diisi secara lengkap melalui aplikasi pendaftaran daring. Pendaftar diwajibkan mengunggah pas foto terbaru ukuran 3×4 dengan latar belakang merah.
Pendaftaran Dibuka hingga 7 September 2026
Bagi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran BeaZakat 2026 telah dibuka sejak 24 Agustus dan akan berlangsung hingga 7 September 2026.
Setelah masa pendaftaran berakhir, proses seleksi akan dilanjutkan dengan seleksi administrasi pada 8–15 September 2026. Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 17 September 2026.
Tahap berikutnya adalah wawancara yang mencakup potensi diri, aspek ruhiyah, dan akademik pada 23 September hingga 9 Oktober 2026. Hasilnya akan diumumkan pada 14 Oktober 2026.
Peserta yang lolos kemudian mengikuti wawancara mengenai komitmen dan kepribadian bersama orang tua atau wali pada 21 Oktober hingga 5 November 2026. Pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 18 November 2026, sementara orientasi calon penerima beasiswa akan dilaksanakan pada Desember 2026.
Dengan cakupan pembiayaan hingga empat tahun, BeaZakat 2026 dapat menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa S1 yang memiliki potensi akademik sekaligus membutuhkan dukungan finansial untuk menyelesaikan pendidikan. Namun, calon pendaftar perlu memperhatikan seluruh persyaratan dan komitmen yang ditetapkan sebelum mengajukan diri.
Baca Juga: Beasiswa Maung Depok 2026 Tahap 2 Dibuka, Mahasiswa D3 hingga S1 Bisa Dapat Bantuan UKT