Sibuk Organisasi dan Ikut Kompetisi, Ini Cerita Maureen yang Jadi Lulusan Tercepat di UGM
Maureen Arsa Sanda Cantika, wisudawati Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Yogyakarta, dinobatkan sebagai lulusan tercepat Program Sarjana Terapan pada wisuda 21 Mei lalu. Mahasiswa Program Studi...
Maureen Arsa Sanda Cantika, wisudawati Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Yogyakarta, dinobatkan sebagai lulusan tercepat Program Sarjana Terapan pada wisuda 21 Mei lalu. Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Geografis (SIG) Sekolah Vokasi ini menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 5 bulan, jauh lebih cepat daripada rata-rata kelulusan periode tersebut yang mencapai 4 tahun 4 bulan.
Bagi Maureen, menjadi lulusan tercepat bukanlah target utamanya. Predikat tersebut ia raih berkat konsistensi dan kesungguhannya dalam menjalani perkuliahan serta menyelesaikan tanggung jawab tepat waktu. Sejak awal, ia membiasakan diri disiplin mengelola waktu untuk tugas akademis, laporan praktikum, proyek, hingga kegiatan non-akademis. Ia percaya bahwa kebiasaan baik dalam menyelesaikan hal-hal kecil akan berdampak pada pencapaian yang lebih besar.
Ketertarikan pada Teknologi Geospasial
Minat Maureen pada bidang SIG didorong oleh pandangan bahwa geografi tidak sekadar mempelajari alam dan ruang, tetapi juga krusial dalam menjawab tantangan lingkungan serta pembangunan melalui pengolahan dan visualisasi data. Perkembangan teknologi memotivasinya untuk mendalami integrasi ilmu geografi, teknologi informasi, dan analisis data spasial.
Ia melihat prospek luas teknologi geospasial di berbagai sektor, seperti lingkungan, kebencanaan, perkebunan, dan perencanaan wilayah. Menurut Maureen, kemampuan memadukan aspek ruang dengan teknologi seperti penginderaan jauh, komputasi awan, dan analisis data merupakan kompetensi yang sangat berharga di era digital.
Riset Tugas Akhir Berbasis Google Earth Engine
Lulusan SMP Negeri 16 Yogyakarta dan SMAN 1 Kasihan ini mewujudkan minatnya lewat tugas akhir berjudul “Sistem Monitoring Spasial-Temporal Berbasis Google Earth Engine untuk Analisis Tingkat Keparahan Kebakaran Hutan Menggunakan Indeks dNBR dan Pemantauan Laju Pemulihan Vegetasi Pasca-Bencana di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.”
Penelitiannya berfokus pada dampak kebakaran hutan terhadap ekosistem dan pemantauan pemulihan vegetasi menggunakan data satelit. Maureen memilih platform Google Earth Engine karena efisiensinya dalam memproses data spasial berskala besar.
Prestasi Akademik dan Organisasi Lintas Disiplin
Selama kuliah, Maureen aktif menyeimbangkan akademik dan organisasi. Di tahun pertama, ia fokus beradaptasi dan memperluas relasi lewat kepanitiaan kampus. Pada tahun kedua, ia mulai menantang diri keluar dari zona nyaman dengan mengikuti kompetisi hingga berhasil menjadi finalis ajang GIS tingkat nasional.
Kiprahnya berlanjut pada tahun 2024 saat ia bergabung dengan himpunan mahasiswa departemen dan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Bersama tim lintas fakultas, Maureen menyumbang medali perunggu di bidang PKM-Kewirausahaan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37.
Pada PIMNAS ke-38, timnya menjadi satu-satunya perwakilan UGM di kategori kewirausahaan yang lolos dan sukses membawa pulang medali emas serta perunggu. Pada ajang yang sama, ia juga dipercaya mewakili UGM sebagai Dimas-Diajeng dalam acara pembukaannya.
Menyusun Road Map dan Target Harian Jadi Kunci Sukses Maureen
Maureen membagikan tips sukses kepada sesama mahasiswa untuk menyusun rencana (road map) per semester, baik untuk akademik maupun pengembangan diri. Selain menjaga performa nilai, membangun jaringan pertemanan yang luas juga dinilainya penting karena sering kali membuka peluang kolaborasi yang berharga.
Untuk kelancaran tugas akhir, ia menyarankan agar mahasiswa menentukan topik penelitian sejak awal sesuai minat dan aktif berdiskusi demi memicu rasa ingin tahu. Dalam proses pengerjaannya, disiplin menerapkan target harian atau to-do list sangat membantu. Bagi Maureen, progres kecil yang konsisten jauh lebih baik daripada menunda pekerjaan.
Sebagai penutup, Maureen mengingatkan bahwa setiap orang memiliki timeline kesuksesannya masing-masing. Baginya, lulus cepat bukan tentang siapa yang mencapai garis finis terlebih dahulu, melainkan bagaimana mengoptimalkan kesempatan yang ada selama proses tersebut.“I believe that a different future often starts with one decision made today. Setiap satu langkah kecil dalam momen apapun itu, selalu bisa mengubah hidup secara besar,” tuturnya pada Senin (15/6/2026), melansir ugm.ac.id.
Baca Juga: Fakhri Fauzi: Lulusan UIN Jakarta yang Menjadi Pengajar Bahasa Indonesia di Harvard