Tanpa Skripsi, Film Animasi 2D Antar Mahasiswa UIN Surakarta Ini Raih Gelar Sarjana
Kini, di sejumlah perguruan tinggi telah menyediakan jalur kelulusan alternatif di luar metode konvensional penulisan skripsi bagi para mahasiswanya. Seperti yang dilakukan oleh seorang mahasiswa...
Kini, di sejumlah perguruan tinggi telah menyediakan jalur kelulusan alternatif di luar metode konvensional penulisan skripsi bagi para mahasiswanya. Seperti yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Hanifa Putri Auliya, berhasil menyelesaikan masa studinya melalui proyek akhir berupa film animasi 2D. Karya kreatif yang ia ciptakan ini bahkan telah resmi mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
Edukasi Visual Hukum Keluarga Islam untuk Generasi Muda
Film animasi ini berfokus pada tema Hukum Keluarga Islam. Melalui pendekatan visual yang bersifat edukatif, karya ini dirancang khusus agar masyarakat luas terutama generasi muda dapat lebih mudah memahami berbagai persoalan hukum keluarga berdasarkan sudut pandang Islam.
Angkat Isu Krusial Rumah Tangga dalam Cerita Realistis
Di dalam film tersebut, terdapat beragam isu penting seputar hukum keluarga Islam yang disajikan secara tematik. Beberapa topik yang diangkat meliputi pembagian peran serta tanggung jawab antara suami dan istri, konsep hak asuh anak setelah perceraian (hadhanah), tata cara pembagian warisan menurut hukum Islam, hingga konflik hak asuh yang sering terjadi di tengah masyarakat. Semua materi ini dibungkus dalam alur cerita animasi yang realistis namun sarat akan nilai edukasi agar mudah dicerna oleh masyarakat umum.
Sosialisasi dan Pemutaran Film di KUA Laweyan
Karya inovatif ini telah dipresentasikan langsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Laweyan di bawah naungan Kantor Kemenag Surakarta. Film tersebut diputar di hadapan peserta forum Kelas Kepenghuluan sebagai salah satu upaya nyata untuk memperkuat literasi serta penerapan praktik hukum keluarga Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Seno Aris Sasminto selaku dosen pengampu memberikan pujian atas pencapaian yang diraih oleh Hanifa. Ia menegaskan bahwa model tugas akhir berbasis proyek kreatif ini menunjukkan transformasi pembelajaran hukum Islam yang relevan dengan perkembangan teknologi. “Mahasiswa tidak hanya memahami hukum sebagai teori, tetapi mampu mengolahnya menjadi karya yang memiliki nilai edukasi dan perlindungan hukum,” ujarnya pada Selasa (9/6/2026), melansir kemenag.go.id.
Baca Juga: Sibuk Organisasi dan Ikut Kompetisi, Ini Cerita Maureen yang Jadi Lulusan Tercepat di UGM