Harumkan Indonesia, Mahasiswa ITB Raih Gold Award di Malaysia Lewat Inovasi Pertanian Otonom Berbasis Pemanenan Kabut
Mahasiswa Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Amreta Amretaan berhasil...
Mahasiswa Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Amreta Amretaan berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Mereka meraih Gold Award pada World Young Inventors Exhibition (WYIE) dalam rangkaian International Invention, Innovation, Technology Competition & Exhibition (ITEX) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17–21 Mei 2026.
Kompetisi tersebut merupakan salah satu ajang inovasi internasional bergengsi yang mempertemukan berbagai peneliti dan inovator muda dari berbagai negara untuk menghadirkan solusi atas tantangan global.
Tim yang dibimbing oleh Dr. Ir. Ana Nurganah Chaidar, S.T., M.T. ini beranggotakan:
- Fatha Akbar Berlian
- Niko Albertvito
- Muhammad Farhan Darmawan
- Alniro Fahrezel Wibowo
- Ario Winoto
- Muhammad Izzat Hikmatiar
- Muhammad Iqra Rabbaanee
Baca juga: Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi dengan Teknologi Perubahan Warna, Harganya Sangat Ekonomis
Inovasi M.I.S.T.E.R. K.U.C.U.R
Dalam kompetisi tersebut, Tim Amreta Amretaan memperkenalkan inovasi bernama M.I.S.T.E.R. K.U.C.U.R (Machine-learning Intelligent System for Terrestrial & Environmental Rainwater-fog Utility Cloud-to-Runoff).
Inovasi ini dikembangkan setelah tim melakukan survei kepada petani di kawasan Jatinangor. Dari hasil pengamatan, mereka menemukan bahwa wilayah dataran tinggi kerap mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air yang memadai. Sementara itu, penggunaan pompa dari dataran rendah dinilai kurang efisien dan berpotensi memicu penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan.
Terinspirasi dari kemampuan kaktus menangkap uap air di lingkungan kering, tim mengadaptasi teknologi fog harvesting atau pemanenan kabut yang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Indonesia yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Teknologi tersebut kemudian dipadukan dengan machine learning untuk membantu mengoptimalkan kebutuhan nutrisi tanaman secara otomatis.
Perjuangan Menuju Podium Emas
Perjalanan menuju penghargaan emas tidak berlangsung mudah. Tim menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi pendanaan yang dibutuhkan untuk mengikuti kompetisi internasional tersebut.
“Kami hampir menyerah karena butuh dana cukup besar, tapi kami percaya diri untuk melanjutkan hingga akhir,” ujar Alniro, salah seorang anggota.
Selain kendala finansial, mereka juga harus menghadapi tantangan fisik dan mental selama berada di Malaysia. Para anggota tim hanya memiliki waktu tidur sekitar dua hingga tiga jam per hari untuk menyelesaikan maket dan mempersiapkan presentasi terbaik.
Kendala bahasa juga sempat menjadi tantangan ketika harus menjelaskan konsep inovasi pertanian yang kompleks kepada peserta dan pengunjung internasional. Namun seluruh usaha tersebut akhirnya terbayar ketika tim berhasil membawa pulang Gold Award untuk Indonesia dan ITB.
Membuka Peluang Kolaborasi Global
Keikutsertaan dalam WYIE 2026 tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Tim memperoleh kesempatan berdiskusi dengan para water resource engineer dari berbagai negara yang memperluas wawasan sekaligus jaringan profesional mereka.
Selain itu, inovasi M.I.S.T.E.R. K.U.C.U.R juga berpeluang untuk diimplementasikan melalui kerja sama dengan sejumlah mitra strategis yang tertarik pada solusi pengelolaan air dan pertanian berkelanjutan.
Bagi Tim Amreta Amretaan, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bahwa tantangan terbesar dalam inovasi bukan hanya menciptakan ide, tetapi juga merealisasikannya. Mereka juga menekankan pentingnya keselarasan tujuan dalam sebuah tim dan mengajak mahasiswa Indonesia untuk lebih percaya diri menampilkan karya di panggung internasional serta berani keluar dari zona nyaman.