ISI Yogyakarta Hadirkan Program Pre-University Saraswati, Kesempatan Belajar Seni Sebelum Masuk Bangku Kuliah
ISI Yogyakarta menghadirkan program Pre-University Saraswati sebagai wadah bagi calon mahasiswa dan masyarakat yang ingin mengenal pendidikan tinggi seni.
Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menghadirkan program Pre-University Saraswati sebagai wadah bagi calon mahasiswa dan masyarakat yang ingin mengenal pendidikan tinggi seni sebelum benar-benar memasuki jenjang perkuliahan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang mendekati suasana akademik di kampus seni sekaligus membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi studi maupun karier di bidang kreatif.
Table Of Content
Program tersebut terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA, SMK, MA, atau sederajat, lulusan sekolah menengah, peserta gap year, calon mahasiswa, hingga mahasiswa aktif yang ingin memperluas pengetahuan dan keterampilan di bidang seni. Dengan cakupan peserta yang luas, ISI Yogyakarta berharap semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan mengeksplorasi potensi kreatifnya sejak dini.
Baca Juga: Top 10 Kampus Terbaik buat Belajar Seni, Wajib Tahu!
Menjadi Jembatan Menuju Pendidikan Tinggi Seni
Pre-University Saraswati dikembangkan sebagai program transisi yang mempertemukan pengalaman belajar di sekolah dengan atmosfer pendidikan tinggi seni. Selama mengikuti program, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga diajak memahami bagaimana proses kreatif berlangsung di lingkungan akademik.
Melalui kegiatan pembelajaran tersebut, peserta dapat mengenali minat dan bakatnya, mengasah kemampuan dasar seni, serta memperoleh gambaran mengenai proses belajar di kampus. Pengalaman ini diharapkan membantu mereka menentukan pilihan pendidikan maupun arah profesi di masa depan.
Selain itu, peserta juga didorong untuk mulai menyusun portofolio karya sebagai bekal penting ketika melanjutkan studi atau memasuki dunia industri kreatif.
Pembelajaran Dilaksanakan Secara Daring
Seluruh proses belajar dalam program ini dilaksanakan secara online melalui sistem pembelajaran jarak jauh milik ISI Yogyakarta. Materi kuliah, tugas, forum diskusi, evaluasi pembelajaran, hingga layanan akademik tersedia melalui Learning Management System (LMS), sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dari berbagai daerah.
Materi yang dipelajari mencakup beragam aspek penting dalam pendidikan seni, seperti dasar-dasar seni dan desain, teknologi digital, komunikasi visual, metodologi penciptaan karya, hingga penyusunan portofolio profesional.
Peserta yang berhasil memenuhi standar kelulusan akan memperoleh sertifikat resmi dari ISI Yogyakarta. Tidak hanya itu, hasil pembelajaran juga berpotensi mendapatkan pengakuan akademik apabila peserta nantinya menjadi mahasiswa aktif ISI Yogyakarta, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tiga Pilar Utama Pembelajaran
Program Pre-University Saraswati dibangun di atas tiga pilar pembelajaran utama yang saling melengkapi, yaitu Art Literacy, Studio Practice, dan Portfolio Building. Ketiganya mengusung filosofi pembelajaran From Sensing to Making, yaitu proses belajar yang dimulai dari memahami fenomena seni hingga menghasilkan karya kreatif.
Pada pilar Art Literacy, peserta mempelajari berbagai konsep dasar mengenai sejarah seni, estetika, teori visual, seni pertunjukan, media, serta konteks sosial budaya yang membentuk perkembangan seni di Indonesia.
Sementara itu, Studio Practice memberikan pengalaman belajar berbasis praktik. Peserta diajak menciptakan karya melalui berbagai modul interaktif yang menekankan eksplorasi ide, teknik, dan proses kreatif.
Adapun Portfolio Building difokuskan pada penyusunan portofolio secara sistematis. Di dalamnya peserta belajar mendokumentasikan karya, menyusun artist statement, hingga membuat curatorial statement yang menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan maupun profesi seni.
Mengenal Berbagai Bidang Seni di ISI Yogyakarta
Melalui program ini, peserta juga memperoleh kesempatan mengenal berbagai disiplin ilmu yang dikembangkan di lingkungan ISI Yogyakarta. Bidang-bidang tersebut meliputi seni pertunjukan, seni rupa dan desain, hingga seni media rekam.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran lebih luas mengenai pilihan studi yang tersedia sekaligus membantu peserta memahami karakter setiap bidang sebelum menentukan jurusan yang ingin ditempuh di perguruan tinggi.
Pilihan Kelas Sesuai Perkembangan Industri Kreatif
ISI Yogyakarta menawarkan sejumlah kelas yang dirancang mengikuti perkembangan dunia seni dan teknologi. Beberapa kelas yang saat ini tersedia antara lain Kritik Foto, AI Visual Assets for Animation, Wayang Cinema, Woodcraft 4.0: Kreasi Kriya Kayu Digital, serta Fundamental of Animation.
Kelas-kelas tersebut mengombinasikan penguatan seni tradisional dengan pendekatan teknologi digital, sehingga peserta dapat mengembangkan kreativitas sekaligus memahami kebutuhan industri kreatif modern.
Masih Berstatus Versi Beta
Saat ini Pre-University Saraswati masih berada dalam tahap pengembangan atau versi Beta. Pada fase ini, ISI Yogyakarta terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem pembelajaran, materi, pilihan kelas, maupun fitur layanan berdasarkan hasil evaluasi dan masukan dari para pengguna.
Ke depan, kampus berencana terus mengembangkan program tersebut agar semakin relevan dengan kebutuhan calon mahasiswa serta perkembangan dunia seni dan industri kreatif. Dengan demikian, Pre-University Saraswati diharapkan menjadi salah satu jalur persiapan yang membantu generasi muda memasuki pendidikan tinggi seni dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan portofolio yang lebih matang.
Baca Juga: Punya Minat di Bidang Seni & Desain? Inilah 10 Rekomendasi Kampus Terbaik yang Bisa Kamu Pilih!