Beranda/Inspirasi/Mahasiswa UNJ Raih Gelar Woman Grandmaster pada Debut Olimpiade Catur Dunia
Inspirasi

Mahasiswa UNJ Raih Gelar Woman Grandmaster pada Debut Olimpiade Catur Dunia

Laysa Latifah mencatat pencapaian penting setelah meraih norma Woman Grandmaster dalam penampilan perdananya di Olimpiade Catur FIDE 2026.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•1 Oktober 2026•3 Menit Baca•8 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Mahasiswa UNJ Raih Gelar Woman Grandmaster pada Debut Olimpiade Catur Dunia

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Laysa Latifah, berhasil meraih norma Woman Grandmaster (WGM) dalam debutnya di Olimpiade Catur FIDE ke-46 yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan, pada 16–27 September 2026.

Pecatur putri Indonesia yang menempuh pendidikan di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJ, tersebut sebelumnya telah menyandang gelar Woman International Master (WIM). Pencapaian di Olimpiade Catur FIDE 2026 melengkapi perjalanan Laysa menuju gelar bergengsi bagi pecatur putri tersebut.

Menghadapi ratusan tim dari berbagai negara

Olimpiade Catur FIDE 2026 menjadi pengalaman internasional pertama Laysa di ajang tersebut. Kompetisi berlangsung dalam 11 babak selama 11 hari dengan kategori putri yang diikuti 196 tim dari 194 negara.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Sejumlah negara dengan kekuatan catur seperti China, India, Kazakhstan, dan Georgia turut menjadi bagian dari persaingan. Dalam menghadapi para pecatur dari berbagai negara, Laysa menilai tantangan terbesar justru berasal dari dirinya sendiri, terutama dalam menjaga kepercayaan diri selama pertandingan.

Laysa berusaha menjaga fokus dan tidak terlalu memikirkan hasil akhir setiap pertandingan. Ia memilih menikmati setiap permainan dan memberikan kemampuan terbaiknya. Bahkan, hingga babak ke-10, ia belum mengetahui bahwa kemenangan pada pertandingan tersebut akan membawanya meraih norma WGM.

Dukungan pelatih dalam perjalanan karier

Di balik pencapaian tersebut, Laysa mendapat dukungan dari sejumlah pelatih yang mendampingi perjalanan kariernya sejak masih kecil. Saat ini, ia tergabung dalam Pelatnas Junior Indonesia dan mendapatkan pelatihan dari Grandmaster Susanto Megaranto serta International Master Tirta Chandra Purnama.

Pembinaan juga diperolehnya dari sejumlah pelatih di KONI DKJ, yakni MN Hendry Jamals, WIM Upi Darmayana, FM Syarif Mahmud, dan MN Aris TLS. Pendampingan tersebut berlangsung sejak Laysa masih kecil hingga mengikuti Pelatda 2 dan kemudian Pelatda 1.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Menurut Laysa, pelatih memiliki peran penting dalam perkembangan seorang pecatur karena dapat membantu menganalisis permainan sekaligus menjadi tempat berdiskusi mengenai berbagai hal baru dalam catur.

Pengalaman pertama yang penuh tantangan

Selain persaingan di papan catur, Laysa menghadapi sejumlah tantangan selama mengikuti Olimpiade Catur FIDE 2026. Salah satunya adalah akses menuju lokasi pertandingan yang cukup jauh dari hotel tempat kontingen Indonesia menginap.

Kondisi tersebut membuat tim Indonesia harus menempuh perjalanan panjang menuju venue. Mereka bahkan perlu berangkat lebih dari dua jam lebih awal dibandingkan sejumlah tim lain yang memperoleh akomodasi lebih dekat dengan lokasi pertandingan.

Perbedaan makanan yang tersedia bagi peserta juga menjadi bagian dari pengalaman Laysa selama berada di Uzbekistan. Namun, kondisi tersebut dinilai dapat dipahami karena penyelenggaraan olimpiade tidak berlangsung di ibu kota Uzbekistan.

UNJ turut mendukung prestasi Laysa

UNJ turut memberikan dukungan terhadap perjalanan pendidikan dan prestasi Laysa melalui beasiswa. Dukungan tersebut membantu Laysa menjalani pendidikan sekaligus mengembangkan kariernya sebagai pecatur.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Dengan pencapaian sebagai penerima norma WGM keempat dari Indonesia, Laysa berharap prestasinya dapat ikut mendorong perkembangan olahraga catur di Tanah Air.

Ia juga berharap olahraga catur semakin dikenal dan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Baca Juga: Yoga Ardika Putra, Mahasiswa UNJ yang Cetak Sejarah Teqball Indonesia di Asian Games 2026

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

Pendaftaran Pascasarjana IPB 2026/2027 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Biayanya

Pendaftaran Pascasarjana IPB 2026/2027 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Biayanya

IPB University membuka penerimaan mahasiswa baru untuk program Magister, Doktor, dan Profesi Insinyur dengan pendaftaran yang berlangsung hingga Desember 2026.

Oleh Agnes Z. Yonatan
3 jam lalu• 6
42 Universitas Indonesia Masuk Kampus Terbaik Versi THE WUR 2027

42 Universitas Indonesia Masuk Kampus Terbaik Versi THE WUR 2027

UI menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi dalam pemeringkatan universitas dunia tahun 2027.

Oleh Agnes Z. Yonatan
3 jam lalu• 9
4 Kampus Indonesia Masuk Daftar Program MBA Terbaik QS Global MBA Rankings 2027

4 Kampus Indonesia Masuk Daftar Program MBA Terbaik QS Global MBA Rankings 2027

Pemeringkatan QS menempatkan ratusan program MBA dunia berdasarkan sejumlah indikator, dengan empat perguruan tinggi Indonesia berhasil masuk daftar.

Oleh Agnes Z. Yonatan
Kemarin• 26
ITB Kembangkan Pedaltrax, Kendaraan Kampus Hybrid Bertenaga Listrik dan Kayuhan

ITB Kembangkan Pedaltrax, Kendaraan Kampus Hybrid Bertenaga Listrik dan Kayuhan

Inovasi transportasi berkelanjutan ini dirancang untuk membantu mobilitas mahasiswa di area kampus dengan medan berbukit

Oleh Agnes Z. Yonatan
Kemarin• 48