BRIN dan LPDP Buka 2 Program Beasiswa Doktor 2026, Fokus Cetak Peneliti Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan dua program beasiswa doktor yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi di...
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan dua program beasiswa doktor yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi di Indonesia. Kedua program tersebut diharapkan dapat mencetak lebih banyak lulusan bergelar doktor yang mampu menghasilkan penelitian berkualitas sekaligus mendukung pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Table Of Content
Program yang dibuka meliputi Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional serta Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research. Keduanya dirancang untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), terutama pada sektor-sektor yang menjadi prioritas strategis nasional.
Baca Juga: Pemerintah Mau Bangun Universitas Republik Indonesia, Apa Bedanya dengan Kampus Lain?
Menjawab Tantangan Pengembangan SDM Riset
BRIN menilai peningkatan jumlah peneliti berkualifikasi doktor menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Melalui program beasiswa ini, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan doktor bagi talenta-talenta terbaik agar mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Target yang ingin dicapai sejalan dengan arah pembangunan Indonesia pada 2045, yaitu meningkatkan jumlah SDM IPTEK hingga mencapai 4.000 orang per satu juta penduduk. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen diharapkan telah memiliki kualifikasi doktor (S3). Selain itu, Indonesia juga menargetkan memiliki setidaknya 200 ilmuwan yang masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia (World’s Top Scientist).
Fokus pada Bidang Riset Prioritas
Melalui Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional, peserta akan didorong melakukan penelitian pada bidang-bidang yang masih membutuhkan pengembangan di Indonesia. Fokus riset tersebut meliputi pemanfaatan biodiversitas, maritim dan laut dalam, penerbangan dan antariksa, serta nuklir dan teknologi radiasi.
Sementara itu, Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research lebih diarahkan pada pengembangan riset di delapan sektor industri strategis. Bidang-bidang tersebut mencakup kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi dan industrialisasi, pertahanan, material dan manufaktur maju, energi, serta kemaritiman.
Dengan fokus tersebut, hasil penelitian yang dihasilkan para penerima beasiswa diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional dan memperkuat daya saing industri Indonesia.
Persyaratan Pendaftaran
Program beasiswa ini terbuka bagi warga negara Indonesia, dengan pengecualian calon pegawai negeri sipil (CPNS), anggota TNI, dan Polri. Pelamar diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25 pada skala 4,00 dari jenjang pendidikan sebelumnya.
Batas usia maksimal pendaftar adalah 40 tahun untuk peserta umum dan 42 tahun bagi pendaftar yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
Selain itu, peserta juga harus memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris sesuai tujuan studi. Untuk program dalam negeri, skor minimal yang diterima adalah TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, IELTS 6.0, PTE Academic 50, atau Duolingo English Test 110. Adapun bagi pelamar yang akan menempuh studi di luar negeri, persyaratan meningkat menjadi TOEFL iBT minimal 80, IELTS 6.5, PTE Academic 58, atau Duolingo 120.
Pelamar yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi tujuan memperoleh keuntungan berupa pembebasan dari tahapan Seleksi Bakat Skolastik (SBS). Mereka dapat langsung melanjutkan ke proses Seleksi Substansi.
Jadwal Seleksi
Pendaftaran kedua program beasiswa dibuka hingga 31 Juli 2026. Setelah seluruh tahapan seleksi selesai dilaksanakan, hasil akhir penerimaan dijadwalkan diumumkan pada 30 November 2026.
Calon peserta yang berminat disarankan mempersiapkan seluruh dokumen persyaratan sejak dini, termasuk sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan dokumen akademik lainnya, agar proses pendaftaran dapat berjalan lancar.
Upaya Memperkuat Ekosistem Riset Nasional
Peluncuran dua program beasiswa doktor ini menunjukkan komitmen BRIN dan LPDP dalam membangun ekosistem riset yang lebih kuat di Indonesia. Ketersediaan peneliti dengan pendidikan doktor dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan hingga teknologi maju.
Melalui dukungan pembiayaan pendidikan dan fokus pada bidang-bidang prioritas, pemerintah berharap semakin banyak talenta Indonesia yang mampu menghasilkan penelitian berkualitas internasional sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan. Dengan demikian, investasi pada pendidikan doktor bukan hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mewujudkan visi sebagai negara maju pada tahun 2045.
Baca Juga: BRIN Buka Program Magang Riset Oseanologi untuk Mahasiswa, Berlangsung Selama Tiga Bulan