Tim iConic ITB Raih Juara 2 Nasional Lewat Inovasi Helm Pintar Pencegah Microsleep
Tim mahasiswa iConic dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Smart Safety Competition (SASECOM) 2026. Kompetisi nasional yang berfokus pada isu...
Tim mahasiswa iConic dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Smart Safety Competition (SASECOM) 2026. Kompetisi nasional yang berfokus pada isu keselamatan, kesehatan kerja (K3), transportasi aman, serta inovasi digital ini diselenggarakan oleh OSH Forum Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip).
Beranggotakan Mahesya Friemay Romadhoni, Muhammad Yasser Saputro, dan Rizky Miftah Alfiah dari Teknik Industri angkatan 2023, Tim iConic berhasil menyabet Juara 2 Nasional pada kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah setelah menyisihkan 80 finalis lainnya. Kemenangan ini diraih melalui dua tahap seleksi ketat, yang diawali dengan penilaian karya tulis dan diakhiri dengan presentasi pitch deck secara daring.
Solusi Preventif Lewat “SADAR Helmet”
Inovasi yang mereka usung dinamakan SADAR Helmet, sebuah helm cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendeteksi gejala microsleep pada pengendara motor secara real-time. Helm ini bekerja secara preventif dengan memberikan peringatan dini berupa getaran, suara, dan notifikasi digital demi menghindari kecelakaan lalu lintas.
Ide ini lahir sebagai respons terhadap maraknya kecelakaan fatal di Indonesia yang dipicu oleh keletihan dan hilangnya kesadaran pengendara selama beberapa detik (microsleep). Tim iConic menilai bahwa mayoritas sistem keselamatan berkendara saat ini masih bersifat reaktif baru bekerja setelah benturan terjadi bukan mencegahnya sejak awal.
“Kami memilih topik ini karena microsleep merupakan masalah nyata dan sangat relevan di Indonesia, terutama bagi pengguna sepeda motor yang mendominasi angka kecelakaan nasional. Perkembangan teknologi IoT dan smart mobility juga membuka peluang besar untuk menghadirkan sistem keselamatan yang lebih preventif, murah, dan mudah diimplementasikan,” ujar Mahesya pada Jumat (29/5/2026), melansir itb.ac.id.
Keunggulan Teknologi dan Pendekatan Ilmiah
SADAR Helmet memiliki sejumlah kelebihan utama, di antaranya yakni mendeteksi pra-microsleep: Mampu membaca tanda-tanda kantuk sebelum kecelakaan terjadi. Memiliki sistem multisensor & sensor fusion mengintegrasikan sensor Photoplethysmography (PPG) untuk memantau detak jantung serta Heart Rate Variability (HRV), dikombinasikan dengan akselerometer dan giroskop guna membaca pola gerakan kepala.
Selain itu helm ini juga memanfaatkan machine learning untuk mengklasifikasikan tingkat kelelahan pengendara secara akurat. Kemudian memiliki desain retrofit sehingga Dapat dipasang langsung pada helm berstandar SNI tanpa merubah struktur aslinya. Terakhir, biaya implementasinya jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan sistem keselamatan berbasis kamera atau EEG.
Dari segi teoritis K3, analisis keselamatan pada inovasi ini diperkuat dengan berbagai model ilmiah terkemuka, seperti Heinrich’s Accident Triangle, Domino Theory, Swiss Cheese Model, hingga Hierarchy of Controls yang merujuk pada standar NIOSH dan ISO 45001.
Proses Pengembangan dan Tantangan
Dibalik kesuksesan ini, proses panjang telah dilalui oleh tim. Desain prototipe helm diselesaikan menggunakan perangkat lunak SolidWorks dan AutoCAD, disertai validasi keamanan yang merujuk pada jurnal-jurnal ilmiah.
Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah mepetnya waktu persiapan. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, mereka harus pintar membagi waktu dan konsisten melakukan kerja kelompok selepas jam kuliah.
Untuk ke depannya, Tim iConic berharap SADAR Helmet dapat dikembangkan lebih masif melalui penambahan fitur aplikasi mobile, pelacakan GPS, cloud monitoring, serta analisis berbasis AI yang lebih presisi. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan industri helm, produsen otomotif, maupun pemerintah agar produk ini dapat diproduksi massal demi menekan angka kecelakaan nasional.