Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon Cetak Prestasi, 75 Santri Lolos PTN dan 175 Santri Raih Beasiswa Luar Negeri
Sebanyak 75 santri Pesantren Bina Insan Mulia lolos PTN dan 175 santri raih beasiswa luar negeri.
Pesantren modern kini tidak lagi sekadar menjadi tempat memperdalam ilmu agama, melainkan juga menjadi wadah pencetak generasi yang berdaya saing global. Pembuktian ini ditunjukkan oleh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon, Jawa Barat, yang dikenal sebagai salah satu pondok pesantren terbesar dan modern di Indonesia.
Melalui kurikulum yang terintegrasi yakni memadukan kedalaman ilmu agama (tahfidz & kitab kuning), kurikulum nasional, serta sekolah internasional, pesantren dengan lebih dari 5.000 santri ini sukses mengukir prestasi gemilang pada tahun 2026. Sebanyak 175 santrinya berhasil meraih beasiswa ke berbagai perguruan tinggi luar negeri, sementara 74 santri lainnya sukses menembus seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Dari tahun ke tahun, lulusan Pesantren BIMA tercatat cukup bayak yang berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri terkemuka seperti Universitas (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) serta kampus top nasional lainnya. Di samping itu pihak pesantren juga mendorong santrinya agar belajar ke negara-negara maju pusat keunggulan dunia. Hal ini mengantarkan alumninya hingga tersebar di 16 negara di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah dan Australia.
“Kalau kita mempelajari peradaban dunia, kita akan menemukan fakta sejarah bahwa perubahan besar di suatu negeri diawali dari kesediaan penduduknya mempelajari keunggulan negeri lain yang sudah maju, lalu menerapkannya di negerinya sendiri”, ujar pengasuh Pesantren BIMA, Kiai Imam Jazuli pada Jumat (29/5/2026), melansir kompas.com.
Adapun untuk tahun ini, dari total 175 santri yang melanjutkan studi ke luar negeri, mayoritas memilih bidang STEM (science, technology, engineering and mathematics). Sedangkan sisanya mengambil bidang sosial sains dan humaniora. Adanya capaian ini menjadi inspirasi khususnya bagi pesantren-pesantren lainnya untuk melahirkan lulusan yang berakhlak, berilmu dan berdaya saing global.
Baca Juga: Kisah Maryam, Siswi MAN 1 Pekanbaru yang Sukses Raih 22 LoA & 4 Beasiswa Luar Negeri