Perjalanan Keira, Atlet Basket Penerima Beasiswa BINUS yang Sukses Menjaga Prestasi di Lapangan dan Ruang Kuliah
Prestasi di lapangan basket menjadi pintu awal bagi Keira Ammabel Hadinoto untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa meninggalkan olahraga yang telah membesarkan namanya.
Prestasi di lapangan basket menjadi pintu awal bagi Keira Ammabel Hadinoto untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa meninggalkan olahraga yang telah membesarkan namanya. Berkat rekam jejaknya sebagai atlet muda berprestasi, Keira berhasil memperoleh Student Athlete Basketball Scholarship dari BINUS University pada 2024, yang mencakup bantuan biaya kuliah serta fasilitas asrama selama delapan semester.
Table Of Content
Sebelum menjadi mahasiswa, Keira merupakan bagian dari tim putri SMAN 70 Jakarta yang mencatat sejarah di ajang Developmental Basketball League (DBL) Jakarta. Bersama rekan-rekannya, ia sukses membawa sekolah meraih tiga gelar juara berturut-turut pada DBL Jakarta Series 2023. Pencapaian tersebut menjadi rekor “three peat” pertama bagi tim putri sejak kompetisi DBL Jakarta resmi bergulir pada 2012.
Keberhasilan itu menjadi salah satu bekal penting yang mengantarkan Keira melanjutkan pendidikan di BINUS University sambil tetap mengembangkan karier sebagai atlet basket.
Baca Juga: Beasiswa EMAS BINUS: Peluang Kuliah Gratis hingga 100% dan Dapat Emas Murni Secara Langsung
Tetap Memilih Jurusan Sesuai Minat
Meski diterima melalui jalur beasiswa atlet, Keira tidak harus mengambil program studi yang berkaitan dengan olahraga. Ia memilih Program Studi Psikologi karena sesuai dengan minat yang telah lama dimiliki.
Kesempatan tersebut muncul setelah ayahnya menemukan informasi mengenai program beasiswa untuk atlet basket di BINUS University. Bagi Keira, tawaran tersebut menjadi solusi yang memungkinkan dirinya tetap mengejar pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan dunia basket.
Sebelumnya, ia sempat dihadapkan pada pilihan antara fokus menjadi atlet atau melanjutkan kuliah. Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi di luar Jakarta juga membuatnya mulai mempertimbangkan pentingnya memiliki pendidikan sebagai bekal masa depan.
Menjalani Peran Ganda sebagai Mahasiswa dan Atlet
Memasuki kehidupan kampus, Keira menyadari bahwa menjadi student athlete bukanlah hal yang mudah. Selain menjalani latihan rutin dan mengikuti berbagai kejuaraan, ia juga harus memenuhi tanggung jawab akademik sebagai mahasiswa.
Sebagai penerima beasiswa, Keira tinggal di BINUS Square bersama atlet mahasiswa lainnya. Fasilitas tersebut memudahkan akses menuju lokasi latihan sekaligus membantu membangun disiplin dalam menjalani rutinitas yang padat.
Setiap hari ia harus membagi waktu antara latihan pagi, menghadiri perkuliahan, mengerjakan tugas, hingga mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Pada beberapa kesempatan, jadwal kompetisi bahkan bertepatan dengan masa ujian maupun tugas kelompok.
Menurut Keira, tantangan terbesar bukan hanya menjaga kondisi fisik, tetapi juga mengelola waktu, motivasi, dan energi agar keduanya dapat berjalan seimbang.
Dukungan Lingkungan Membantu Melewati Tantangan
Masa-masa awal kuliah menjadi periode adaptasi yang cukup menantang. Berbeda dengan saat masih duduk di bangku sekolah yang banyak dibantu orang tua, kini Keira harus belajar mengatur seluruh aktivitasnya secara mandiri.
Ia mengaku beruntung karena mendapat dukungan dari teman-teman sesama atlet mahasiswa. Kehadiran lingkungan yang saling mendukung membuat proses adaptasi berjalan lebih mudah hingga akhirnya ia mampu menemukan ritme antara latihan dan perkuliahan.
Di sisi lain, dorongan terbesar juga datang dari keluarga, terutama sang ayah. Sejak awal, orang tuanya selalu menekankan bahwa pendidikan tidak boleh ditinggalkan meskipun memiliki karier olahraga yang menjanjikan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa seorang atlet juga perlu mempersiapkan masa depan di luar dunia olahraga. Pendidikan dianggap sebagai bekal penting apabila suatu saat karier di lapangan tidak lagi dapat dijalani, misalnya karena cedera atau alasan lainnya.
Prestasi Terus Berlanjut di Tingkat Perguruan Tinggi
Perjalanan Keira sebagai atlet tidak berhenti setelah memasuki dunia kampus. Bersama tim basket putri BINUS University, ia kembali menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya menjadi juara Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta 2026.
Selain itu, timnya juga berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jakarta 2025 dan membawa pulang medali perunggu pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX.
Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas akademik tidak menjadi penghalang untuk tetap berprestasi di bidang olahraga, selama mampu mengelola waktu dan menjaga komitmen.
BINUS Dorong Mahasiswa Berkembang Sesuai Talenta
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, menjelaskan bahwa kampus berkomitmen memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang memiliki berbagai potensi, baik di bidang olahraga, akademik, kepemimpinan, kreativitas digital, maupun kontribusi sosial.
Menurutnya, proses seleksi tidak hanya melihat daftar prestasi yang telah dimiliki calon mahasiswa, tetapi juga mempertimbangkan potensi mereka untuk terus berkembang. Bahkan, apabila terdapat talenta baru di luar kategori beasiswa yang tersedia, kampus tetap membuka peluang untuk memberikan dukungan sesuai kebijakan yang berlaku.
BINUS juga menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi dan tanggung jawab akademik. Mahasiswa didorong untuk terus mengembangkan bakatnya tanpa mengabaikan kewajiban sebagai peserta didik.
Nilai-nilai seperti integritas, ketekunan, disiplin, serta saling menghargai menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui pengalaman mengelola berbagai tantangan selama kuliah, mahasiswa diharapkan memperoleh bekal yang tidak hanya bermanfaat untuk menyelesaikan studi, tetapi juga untuk menghadapi dunia profesional di masa mendatang.
Baca Juga: BINUS University Sediakan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026, Tak Hanya Berprestasi Akademik