Peluang Kerja Meningkat! Sektor Informasi Jadi yang Paling Agresif Rekrut Karyawan di Kuartal II 2026
Informasi jadi sektor yang diprediksi memiliki prospek perekrutan tenaga kerja tertinggi pada kuartal II 2026, dengan nilai NEO sebesar 41%.
Sinyal positif kembali datang dari ketenagakerjaan global pada kuartal II 2026. Berdasarkan survei terbaru dari ManpowerGroup, indeks NEO (Net Employment Outlook) sukses menembus angka 31%. Performa ini menandai pertumbuhan yang solid, mengingat poinnya naik dari 24% pada kuartal sebelumnya dan tumbuh tujuh poin jika disandingkan dengan kuartal II tahun lalu.
Nilai indeks NEO didapatkan dengan mencari selisih antara jumlah perusahaan yang berniat merekrut pegawai baru dan yang berencana melakukan pengurangan. Oleh karena itu, capaian positif kali ini menjadi tolok ukur bahwa mayoritas pemberi kerja di dunia cenderung ekspansif dalam merekrut tenaga kerja baru dibandingkan merampingkan tim mereka.
Adapun Berdasarkan Hasil Survei ManpowerGroup Mengenai Prospek Perekrutan Tenaga Kerja Tertinggi Periode April-Juni 2026 Adalah:
- Informasi (41%)
- Keuangan dan Asuransi (35%)
- Konstruksi dan Real Estate (34%)
- Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis (33%)
- Perdagangan dan Logistik (33%)
- Manufaktur (30%)
- Utilitas dan Sumber Daya Alam (27%)
- Sektor Publik, Kesehatan dan Layanan Sosial (24%)
- Perhotelan dan Pariwisata (22%)
Di kawasan Asia-Pasifik, indeks NEO mengalami lonjakan sebesar sembilan poin secara kuartalan maupun tahunan. Tren pertumbuhan rekrutmen ini dipimpin oleh India dengan skor NEO tertinggi mencapai 68%, diikuti Vietnam (47%) dan Australia (33%). Secara umum, pasar kerja di wilayah ini didorong oleh tingginya aktivitas perekrutan di sektor informasi yang menyentuh angka 54%, serta didominasi oleh korporasi besar berkapasitas lima ribu karyawan atau lebih (46%).
Laporan kuartal II 2026 ini disusun berdasarkan wawancara mendalam terhadap 41.764 pemberi kerja di sektor publik dan swasta yang tersebar di 42 negara. Mengingat seluruh data dikumpulkan dalam rentang waktu 1 Januari hingga 3 Februari 2026, hasil riset ini murni merekam sentimen awal tahun dari para pelaku industri dan belum merefleksikan dampak dari dinamika situasi geopolitik di Timur Tengah yang baru berkembang pada akhir Februari.