Lulus Hanya 7 Semester dan Jadi Lulusan Terbaik UPI dengan IPK 3,98, Ini Tips Dari Siti Annisafa Oceania
Nama Siti Annisafa Oceania menjadi sorotan dalam momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia yang digelar pada 12-13 Mei 2026. Ia berhasil menjadi wisudawan terbaik UPI dari angkatan 2022 dengan...
Nama Siti Annisafa Oceania menjadi sorotan dalam momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia yang digelar pada 12-13 Mei 2026. Ia berhasil menjadi wisudawan terbaik UPI dari angkatan 2022 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.
Table Of Content
Perempuan yang akrab disapa Siti itu menyelesaikan studi S1 Logistik Kelautan. Siti mengaku tidak menyangka ketika namanya diumumkan sebagai wisudawan terbaik.
“Arti pencapaian ini bagi saya seperti hadiah,” katanya, dikutip dari laman UPI, Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Kalahkan 269 Peserta dari 67 Negara, Siswi Indonesia Raih Emas Olimpiade Matematika di Prancis
Hadiah dari Konsistensi Sehari-hari
Siti menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi yang ia bangun setiap hari selama kuliah. Ia tidak merasa memiliki metode belajar khusus atau belajar secara berlebihan.
Menurutnya, kebiasaan belajar secara rutin dari hal-hal kecil justru membuatnya mampu memahami banyak informasi dan pengetahuan baru.
“Hadiah atas kerja keras saya selama belajar dari semester 1 hingga semester 7 dan hadiah yang bisa saya persembahkan kepada orang tua, teman-teman, dan para dosen yang selalu mendukung saya,” katanya.
Luangkan Waktu Membaca Jurnal 10 Menit
Salah satu kebiasaan yang rutin dilakukan Siti adalah membaca jurnal selama 10 menit setiap hari. Kebiasaan sederhana tersebut menurutnya sangat membantu memperluas wawasan dan melatih kemampuan berpikir.
“Belajar itu tidak harus panjang, teman-teman. 10 menit membaca jurnal saja sudah cukup untuk membuat pikiran kita lebih terbuka dan cepat menangkap informasi,” tegasnya.
Menyeimbangkan Akademik dan Organisasi
Selain fokus pada akademik, Siti juga aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa selama kuliah. Ia menilai kemampuan mengatur waktu menjadi hal penting agar kegiatan akademik dan organisasi dapat berjalan seimbang.
Siti menyarankan mahasiswa untuk membuat daftar prioritas agar seluruh kegiatan dan tugas dapat terselesaikan dengan baik.
“Breakdown dulu semua kegiatan dan deadline-mu di minggu itu. Tentukan mana yang paling mendesak, kerjakan itu dulu. Tapi kita juga harus bisa menjelaskan skala prioritas kita kepada orang atau kegiatan lain secara polite,” sarannya.
Dengan manajemen waktu yang baik, Siti tetap aktif berkegiatan tanpa mengabaikan tugas perkuliahan. Ia pun berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam tujuh semester.
Terinspirasi oleh Dosen
Dalam perjalanan akademiknya, Siti mengaku terinspirasi oleh salah satu dosennya, yakni Rubby Rahman Tsani. Sosok tersebut dinilai memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dirinya selama kuliah.
“Beliau melihat potensi dalam diri saya, dan itu mendorong saya untuk terus menggali lebih dalam. Ketika seseorang yang kita hormati percaya pada kita, itu menjadi bahan bakar yang sangat kuat,” kenangnya.
Setelah lulus, Siti berencana melanjutkan studi S2 di bidang bisnis marketing. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar terus berusaha maksimal untuk meraih impian mereka.
“Kalian semua sudah dilahirkan untuk mendapatkan hal-hal besar. Sayang sekali kalau kita tidak mau berusaha sedikit lebih keras untuk hal besar yang memang sudah ditakdirkan untuk kita. Tidak ada kata terlambat mulai dari sekarang, dari langkah terkecil sekalipun. Satu persen progres setiap hari pasti akan membawa kalian ke hal-hal luar biasa,” pesannya.