Tiga Mahasiswi ITB Ciptakan Kosmetik Alami yang Bikin Make-up Tahan Lama dan Anti Nyamuk
Tiga mahasiswi Program Studi Rekayasa Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-Rekayasa (SITH-R) berhasil meraih juara 3 karya tulis ilmiah dalam ajang National Chemistry Fair 2026. Ketiganya...
Tiga mahasiswi Program Studi Rekayasa Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati-Rekayasa (SITH-R) berhasil meraih juara 3 karya tulis ilmiah dalam ajang National Chemistry Fair 2026. Ketiganya tergabung dalam “Cybellé Team” yang terdiri atas Cindi Yorensa, Angel Byanca Hariandja, dan Aimee Andina Rizki.
Table Of Content
Dalam kompetisi tersebut, tim menghadirkan inovasi setting spray 3-in-1 berbahan dasar alami Melaleuca alternifolia. Produk tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan daya tahan make-up dan skincare, tetapi juga memberikan perlindungan dari nyamuk.
Kompetisi bertema “Chemistry for Sustainable Beauty: Inovasi Ramah Lingkungan dalam Formulasi Kosmetik yang Aman dan Modern” ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta pada Minggu (26/4/2026).
Usung Konsep Zero Waste dan Bahan Alami
Dalam pengembangan produknya, Cybellé Team menerapkan konsep zero waste melalui penggunaan kemasan yang dapat digunakan ulang. Selain itu, bahan alami yang digunakan dinilai mampu meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berisiko.
“Harapannya produk kami bisa dikembangkan dan disempurnakan, bahkan dipasarkan kalau bisa, jika ada waktu dan kesempatan. Tentu harus belajar lebih giat lagi,” ujar Cindi.
Kunci Keberhasilan: Kerja Sama dan Manajemen Waktu
Tim mengungkapkan bahwa keberhasilan mereka tidak terlepas dari kemampuan manajemen waktu dan kerja sama tim di tengah kesibukan akademik maupun nonakademik. Mereka juga memandang kompetisi sebagai wadah untuk berkembang sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan di sekitar.
Raihan prestasi tersebut juga didukung oleh lingkungan akademik yang suportif. Dosen pembimbing mereka, Anca Awal Sembada, S.T., M.Si., Ph.D., turut mendampingi proses penyusunan karya tulis ilmiah dengan memberikan arahan, kritik, serta saran yang konstruktif.
Pesan untuk Mahasiswa Indonesia
Cybellé Team turut memberikan pesan kepada mahasiswa lainnya agar berani menciptakan dampak nyata melalui ilmu yang dimiliki.
“Jangan pernah takut untuk mencoba suatu hal baru, karena dari percobaan pertama itulah kita bisa belajar dan mengembangkannya menjadi sesuatu yang lebih baik,” ujar Angel.