Jobseeker Merapat! Inilah Medsos yang Paling Sering Digunakan dalam Merekrut Karyawan
Di tengah pesatnya perkembangan digital, media sosial kini bertransformasi menjadi alat rekrutmen yang serbabisa, mulai dari menyebarkan info loker hingga membangun citra positif perusahaan. Di...
Di tengah pesatnya perkembangan digital, media sosial kini bertransformasi menjadi alat rekrutmen yang serbabisa, mulai dari menyebarkan info loker hingga membangun citra positif perusahaan. Di antara berbagai platform, LinkedIn tampil sebagai primadona bagi para profesional. Bukan sekadar tempat mencari kerja, platform ini menjadi ruang untuk memperluas koneksi dan mengasah karir.
Bagi para pencari kerja platform ini sangat membantu untuk memperlihatkan kompetensi dan keahliannya melalui CV dan portofolio atau membangun personal branding. Kemudahan dalam proses screening kandidat inilah yang mendorong banyak perusahaan memprioritaskan LinkedIn sebagai instrumen utama dalam merekrut calon karyawan yang sesuai kualifikasi.
Laporan Job Outlook 2026 dari National Association of Colleges + Employers (NACE) menunjukkan bahwa mayoritas rekruter perusahaan kini mengandalkan LinkedIn sebagai kanal utama dalam mencari karyawan. Temuan ini didasarkan pada survei terhadap 135 responden yang dilakukan sepanjang Agustus hingga September 2025.
Adapun platform media sosial lainnya yang umum digunakan untuk merekrut karyawan adalah sebagai berikut:
- LinkedIn: 100%
- Instagram: 50,4%
- Facebook: 30,4%
- X: 8,9%
- TikTok: 6,7%
- Lainnya: 9,6%
Fenomena ini membuktikan efektivitas media sosial dalam menyaring kandidat di tahap awal. Meski demikian, seleksi selebihnya tetap dilakukan melalui metode yang lebih intensif di luar platform tersebut, guna memastikan bahwa kualifikasi dan potensi kandidat benar-benar selaras dengan standar perusahaan.