Riset Pasar Kerja Global Kuartal III 2026: Sektor Informasi Pimpin Prospek Perekrutan Tertinggi!
Sektor informasi pimpin perekrutan tenaga kerja tertinggi pada kuartal III 2026, dengan persentase mencapai 32%.
Pada Kuartal III 2026, Indeks Net Employment Outlook (NEO) yang menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja global berada di level 26%. Angka ini mencatatkan penurunan sebesar 5 persen poin apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang menyentuh 31%. Kendati demikian, performa pasar kerja justru menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yakni naik sebesar 2 persen poin.
Secara teknis, Indeks NEO merupakan indikator utama untuk membaca arah dinamika ketenagakerjaan secara global. Nilai indeks ini diperoleh dari perhitungan selisih antara persentase perusahaan yang berencana menambah jumlah pekerja dengan persentase perusahaan yang berniat mengurangi karyawan mereka.
Meskipun sempat mengalami penurunan secara kuartalan, nilai NEO yang tetap bertahan di zona positif ini menjadi sinyal positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa porsi perusahaan yang berencana membuka lowongan pekerjaan baru masih jauh lebih dominan dibandingkan dengan yang memangkas tenaga kerja, sehingga stabilitas pasar kerja global secara keseluruhan diproyeksikan tetap terjaga.
Adapun berdasarkan laporan terbaru dari ManpowerGroup Employment Outlook Survey, sektor dengan NEO tertinggi untuk periode Juli-September 2026 yakni:
- Informasi: 32%
- Konstruksi dan Real Estate: 31%
- Keuangan dan Asuransi: 29%
- Manufaktur: 26%
- Utilitas dan Sumber Daya Alam: 24%
- Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis: 23%
- Perdagangan dan Logistik: 23%
- Sektor Publik, Kesehatan dan Layanan Sosial: 18%
- Pelayanan: 14%
Pengumpulan data untuk survei Kuartal III 2026 ini berlangsung independen sepanjang 1–30 April 2026. Riset ini mewawancarai 40.592 pemberi kerja dari sektor publik maupun swasta di 42 negara sebagai sampel yang representatif. Agar hasil perbandingan antarnegara akurat serta analisis per sektor dan wilayah dapat dilakukan secara komprehensif, ukuran perusahaan dan kategori industri telah distandardisasi di setiap negara.