Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Tahapan Seleksinya
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka pendaftaran Beasiswa Unggulan pada 20–24 Agustus 2026.
Kabar baik bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa yang sedang mencari bantuan biaya pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka pendaftaran Beasiswa Unggulan pada 20–24 Agustus 2026.
Table Of Content
Program ini tersedia untuk masyarakat berprestasi dan penyandang disabilitas. Pendaftarannya terbuka bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan (on-going) pada jenjang S1/D4, magister, hingga doktor.
Baca Juga: Beasiswa Maung Depok 2026 Tahap 2 Dibuka, Mahasiswa D3 hingga S1 Bisa Dapat Bantuan UKT
Apa Saja yang Didapat?
Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi memberikan sejumlah dukungan, meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, dan biaya buku.
Sementara itu, penerima Beasiswa Unggulan Penyandang Disabilitas mendapatkan cakupan yang lebih luas, yakni biaya pendidikan, biaya hidup, biaya buku, biaya penelitian, serta biaya hidup pendamping.
Besaran masing-masing komponen nantinya akan ditentukan melalui perjanjian kerja sama beasiswa.
Syarat Umum Pendaftar
Untuk Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi, program ini ditujukan bagi warga yang memiliki prestasi akademik atau nonakademik di tingkat nasional maupun internasional, atau memiliki kontribusi terhadap daya saing bangsa.
Beberapa persyaratan umumnya antara lain:
- Mendapat rekomendasi dari institusi terkait.
- Tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain.
- Belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama.
- Tidak berprofesi sebagai guru, dosen, atau pelaku budaya.
- Telah diterima di perguruan tinggi dalam negeri dengan akreditasi minimal B/Baik Sekali dan program studi yang terakreditasi.
- Berstatus aktif pada tahun ajaran 2026/2027.
- Memiliki pengalaman organisasi.
- Diutamakan memiliki prestasi akademik atau nonakademik minimal tingkat nasional/internasional dalam tiga tahun terakhir, terhitung sejak 1 Agustus 2023.
Khusus penyandang disabilitas, calon penerima juga harus melampirkan surat keterangan dari dokter, ahli, atau lembaga terkait yang menerangkan status disabilitas sesuai ragamnya. Pendaftar juga perlu memperoleh rekomendasi dari sekolah asal atau perguruan tinggi serta menandatangani surat pernyataan sebagai mahasiswa berkebutuhan khusus.
Syarat Khusus S1/D4
Untuk jenjang S1/D4, calon penerima Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi diutamakan merupakan lulusan pendidikan menengah pada tahun berjalan atau maksimal dua tahun sebelumnya.
Pendaftar juga harus memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang dibuktikan melalui sertifikat UKBI dari Badan Bahasa Kemendikdasmen. Predikat yang disyaratkan minimal Madya dengan skor 482–577.
Selain itu, calon mahasiswa harus membuat esai berbahasa Indonesia sepanjang 1.000–1.500 kata dengan tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2045”.
Bagi mahasiswa S1/D4 yang sudah berkuliah, syarat tambahannya adalah berstatus aktif pada tahun ajaran 2026/2027 dan memiliki IPK minimal 2,75 dari skala 4.
Sementara untuk penyandang disabilitas, pendaftar S1/D4 harus berusia di bawah 32 tahun dan menyertakan LoA unconditional atau surat keterangan lulus bagi mahasiswa baru. Mahasiswa on-going dapat melampirkan surat keterangan aktif kuliah.
Syarat Khusus S2
Pendaftar program magister memiliki batas usia berbeda berdasarkan statusnya. Mahasiswa baru harus berusia di bawah 32 tahun pada 31 Desember 2026, sedangkan mahasiswa on-going berusia di bawah 33 tahun.
Mahasiswa baru wajib memiliki surat penerimaan, keterangan lulus, atau LoA unconditional dari perguruan tinggi. Adapun mahasiswa on-going harus menyertakan surat keterangan aktif kuliah.
Khusus Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi, IPK S1 maupun IPK mahasiswa magister on-going minimal 3,00. Pendaftar juga harus memiliki sertifikat UKBI dengan predikat minimal Unggul, atau skor 578–640.
Selain itu, pendaftar perlu mengunggah rencana studi yang berisi alasan memilih bidang atau program studi, topik tesis, serta rencana studi dari awal semester hingga selesai. Esai sepanjang 1.500–2.000 kata dengan tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2045” juga menjadi salah satu persyaratan.
Untuk penyandang disabilitas, IPK S1 yang disyaratkan minimal 2,75.
Syarat Khusus S3
Pada jenjang doktor, mahasiswa baru harus berusia di bawah 46 tahun per 31 Desember 2026. Sementara mahasiswa on-going harus berusia di bawah 47 tahun.
Pendaftar juga perlu memiliki LoA, surat penerimaan, atau keterangan lulus dari perguruan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi penerima Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi, IPK S2 minimal 3,00, baik untuk mahasiswa baru maupun on-going. Mahasiswa doktoral yang sedang berkuliah juga harus memiliki IPK minimal 3,00.
Syarat lainnya mencakup sertifikat UKBI dengan predikat minimal Unggul, proposal penelitian disertasi, serta esai sepanjang 1.500–2.000 kata dengan tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2045”.
Proposal disertasi setidaknya memuat judul, latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, metode, manfaat, simpulan dan saran, serta daftar pustaka.
Sementara bagi penyandang disabilitas, IPK S1 yang dipersyaratkan minimal 2,75.
Tahapan Seleksi Beasiswa Unggulan 2026
Setelah pendaftaran ditutup, proses seleksi Beasiswa Unggulan 2026 akan berlangsung melalui beberapa tahapan. Urutannya meliputi:
- Pendaftaran.
- Seleksi administrasi.
- Pengumuman hasil seleksi administrasi.
- Seleksi wawancara.
- Pengumuman hasil seleksi wawancara.
- Pembekalan dan penjelasan teknis penandatanganan kontrak.
Dengan periode pendaftaran yang hanya berlangsung selama lima hari, calon pendaftar perlu memastikan seluruh dokumen dan persyaratan telah disiapkan sebelum melakukan pengajuan.
Baca Juga: Beasiswa ParagonCorp 2026 Dibuka untuk Mahasiswa, Ada Dua Pilihan Program