Kemnaker Perketat Seleksi Mitra Magang Nasional, Cegah Lowongan Fiktif dan Praktik Percaloan
Kemnaker menerapkan proses verifikasi yang lebih ketat terhadap instansi yang ingin bergabung dalam Program Magang Nasional.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menerapkan proses verifikasi yang lebih ketat terhadap instansi yang ingin bergabung dalam Program Magang Nasional. Kebijakan ini berlaku bagi perusahaan, kementerian, maupun lembaga yang akan membuka kesempatan magang bagi peserta.
Table Of Content
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan untuk memastikan setiap instansi yang bergabung benar-benar memenuhi persyaratan. Salah satu aspek yang diperiksa adalah kepatuhan perusahaan dalam melaporkan data ketenagakerjaan.
Selain itu, Kemnaker juga memastikan posisi magang yang ditawarkan sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Apabila lowongan yang diajukan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka instansi tidak akan dilibatkan dalam program.
Baca Juga: Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Kuota Tembus 150 Ribu Peserta
Pastikan Perusahaan Benar-Benar Beroperasi
Sebagai bagian dari proses verifikasi, Kemnaker turut melakukan pengecekan terhadap keberadaan perusahaan. Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa perusahaan yang membuka lowongan memang benar-benar beroperasi dan bukan merupakan entitas fiktif.
Pemeriksaan tersebut telah dilakukan sebelum pembukaan pendaftaran Program Magang Nasional agar setiap lowongan yang tersedia dapat dipastikan keabsahannya.
Pendaftaran Menggunakan Sistem Biometrik
Selain memperketat seleksi mitra penyelenggara, Kemnaker juga menerapkan sistem biometrik dalam proses pendaftaran peserta. Menurut Yassierli, penggunaan sistem ini bertujuan mencegah praktik percaloan selama proses rekrutmen.
Dengan mekanisme biometrik, setiap peserta diwajibkan melakukan pendaftaran secara mandiri sehingga peluang adanya pihak yang menawarkan jasa perantara dapat diminimalkan.
Pendaftaran Masih Berlangsung hingga Akhir Juli
Program Magang Nasional masih membuka pendaftaran hingga 28 Juli. Pada pelaksanaan tahun ini, kesempatan mengikuti program juga diberikan kepada penyandang disabilitas serta lulusan profesi.
Kemnaker berharap penyelenggaraan Program Magang Nasional yang semakin baik dapat menjadi salah satu upaya dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan memiliki produktivitas yang lebih tinggi.