Kemendikdasmen dan Polri Siapkan Pelatih AI untuk Edukasi Siswa SMA-SMK
Kemendikdasmen bakal kerja sama dengan Polri untuk menyelenggarakan training program AI.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Ditjen Dikmen Diksus) menjalin kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Program Paham AI.
Table Of Content
Program ini akan melibatkan personel dari 12 Kepolisian Daerah (Polda) yang akan dibekali kemampuan sebagai pelatih. Setelah mengikuti pelatihan, mereka akan bertugas memberikan edukasi kepada siswa SMA, SMK, dan sekolah sederajat di wilayah masing-masing mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah Diwarnai Teror Bom, MPLS SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dihentikan
Mendorong Pemanfaatan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab
Direktur Jenderal Dikmen Diksus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan mendukung terciptanya ekosistem digital yang lebih aman. Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru di dunia pendidikan, mulai dari penyalahgunaan AI, kejahatan siber, penyebaran disinformasi, pelanggaran privasi, penggunaan deepfake, hingga persoalan etika dalam pemanfaatan teknologi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sinergi antara Kemendikdasmen dan Polri diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang selaras dengan perkembangan teknologi sekaligus mempersiapkan peserta didik agar memiliki kecakapan digital, termasuk dalam memahami dan menggunakan AI.
Tatang menegaskan bahwa peningkatan kompetensi digital tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan mengoperasikan teknologi. Menurutnya, pembentukan karakter digital juga menjadi aspek penting agar siswa dapat memanfaatkan AI secara bijaksana sehingga teknologi tersebut memberikan manfaat yang optimal.
Literasi AI Jadi Investasi Jangka Panjang
Sementara itu, Kepala Biro Teknologi dan Komunikasi Polri, Indarto, menyebut Program Paham AI merupakan langkah jangka panjang untuk memperkuat literasi AI di kalangan guru dan pelajar. Ia menilai perkembangan penggunaan AI oleh generasi muda berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan perkembangan regulasi yang mengaturnya.
Karena itu, upaya edukasi sejak dini dinilai penting agar pemanfaatan AI dapat berjalan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan berbagai bentuk penyalahgunaan.
Upaya Memperkuat Hubungan Polri dan Dunia Pendidikan
Selain meningkatkan pemahaman mengenai AI, program ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dengan lingkungan pendidikan. Menurut Indarto, kehadiran kepolisian melalui pendekatan preventif menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan dengan para siswa.
Ia menambahkan bahwa Polri ingin berperan sebagai mitra pendidikan yang mendampingi guru dan peserta didik melalui berbagai kegiatan edukatif, sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.