UIN Ponorogo Sediakan 1.395 Kursi untuk Maba Jalur UM-PTKIN 2026
UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sediakan kuota sebanyak 1.395 kursi yang tersebar di 22 prodi untuk mahasiswa baru jalur UM-PTKIN 2026.
Pendaftaran seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 telah resmi dibuka pada Senin, 13 April dan berlangsung hingga Sabtu, 30 Mei 2026. UM-PTKIN 2026 ini diikuti oleh 59 perguruan tinggi yang terdiri dari 58 PTKIN dan satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Salah satu PTKIN terakreditasi unggul di Jawa Timur yang baru-baru ini bertransformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN yakni Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari atau dikenal dengan UIN Ponorogo. Pada UM-PTKIN tahun ini, UIN Ponorogo membuka kuota sebanyak 1.395 kursi yang tersebar di 22 pilihan program studi (prodi).
Baca Juga: UIN Jakarta Sediakan 3.034 Kursi untuk Mahasiswa Baru Jalur UM-PTKIN 2026
Adapun rincian 22 program studi beserta daya tampung UM-PTKIN 2026 UIN Ponorogo adalah sebagai berikut:
- Akuntasi Syariah: 70
- Bimbingan Penyuluhan Islam: 25
- Ekonomi Syariah: 126
- Hukum Ekonomi Syariah (Mua`malah): 34
- Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah): 90
- Hukum Tatanegara (Siyasah Syar`iyyah): 40
- Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir: 40
- Komunikasi dan Penyiaran Islam: 65
- Manajemen Bisnis Syariah: 125
- Manajemen Pendidikan Islam: 60
- Manajemen Zakat dan Wakaf: 20
- Pendidikan Agama Islam: 200
- Pendidikan Bahasa Arab: 35
- Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah: 140
- Pendidikan Islam Anak Usia Dini: 25
- Perbankan Syariah: 60
- Sejarah Peradaban Islam: 18
- Tadris Bahasa Inggris: 40
- Tadris Bahasa lndonesia: 30
- Tadris Ilmu Pengetahuan Alam: 55
- Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial: 42
- Tadris Matematika: 35
Baca Juga: Mau Masuk UIN Bandung? Simak Rincian Kuota 33 Prodi di UM-PTKIN Sebelum Daftar!
Berdasarkan data kuota daya tampung UM-PTKIN 2026 tersebut, terdapat total 1.395 kursi yang tersebar di 22 program studi. Dari sebaran data ini, program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi jurusan dengan daya tampung tertinggi dan paling longgar, yaitu menyediakan 200 kursi, diikuti oleh Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dengan 140 kursi.
Sebaliknya, program studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) menjadi jurusan dengan daya tampung terendah karena hanya menyediakan 18 kursi, disusul oleh Manajemen Zakat dan Wakaf yang hanya mengalokasikan 20 kursi bagi mahasiswa baru. Tingkat keketatan tertinggi pada jalur ini dipegang oleh program studi Sejarah Peradaban Islam dan Tadris Bahasa Indonesia, di mana masing-masing memiliki angka keketatan mencapai 1:4, yakni satu kursi diperebutkan oleh empat pendaftar. Dengan mengetahui dan mencermati data daya tampung serta tingkat keketatan ini diharapkan pendaftar dalam menyusun strategi pemilihan jurusan, sehingga dapat memilih prodi dengan rasio peluang kelolosan yang jauh lebih tinggi.