Kesempatan mengikuti program pertukaran ke Amerika Serikat kembali terbuka bagi generasi muda Asia Tenggara. Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia membuka pendaftaran Young Southeast Asian Leaders Initiative Academic Fellows Program (YSEALI AFP) untuk periode musim semi dan musim gugur 2027.
Pendaftaran berlangsung hingga 12 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB. Program ini terbuka bagi mahasiswa maupun mereka yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana dalam empat tahun terakhir.
YSEALI AFP merupakan program yang didanai penuh oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan dikelola oleh Maureen and Mike Mansfield Center, University of Montana. Program musim semi dijadwalkan berlangsung sekitar 1 April hingga 5 Mei 2027, sedangkan periode musim gugur digelar pada 16 September hingga 20 Oktober 2027.
Lima Minggu Belajar Langsung di Amerika Serikat
Peserta terpilih akan mengikuti program selama kurang lebih lima minggu di Amerika Serikat. Kegiatannya mencakup program akademik intensif di perguruan tinggi atau universitas serta berbagai pembelajaran langsung di lapangan.
Program ini menawarkan empat tema utama yang dapat menjadi fokus peserta, yakni kemakmuran ekonomi, kebebasan dan kemerdekaan, sumber daya alam, serta perdamaian dan keamanan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan memperluas pemahaman mengenai Amerika Serikat sekaligus membangun hubungan dengan peserta lain dari kawasan Asia Tenggara.
Seluruh Biaya Utama Ditanggung Program
Salah satu daya tarik YSEALI AFP adalah pendanaan penuh bagi peserta terpilih. Program menanggung berbagai kebutuhan utama selama kegiatan, mulai dari visa Amerika Serikat, tiket pesawat, biaya hidup, biaya pendidikan, hingga asuransi.
Biaya lain yang berkaitan dengan kegiatan akademik selama program juga termasuk dalam pendanaan. Dengan skema tersebut, peserta terpilih tidak perlu menanggung biaya visa maupun sejumlah kebutuhan utama selama mengikuti program.
Terbuka untuk Mahasiswa hingga Lulusan Empat Tahun Terakhir
YSEALI AFP pada dasarnya menyasar peserta berusia 18 hingga 25 tahun. Meski demikian, pelamar berusia di atas 25 tahun masih dapat dipertimbangkan selama memenuhi persyaratan kelayakan lainnya.
Program terbuka bagi warga negara Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. Pelamar juga harus berdomisili secara fisik di negara anggota ASEAN sejak batas akhir pendaftaran pada 12 Oktober 2026 hingga program dimulai.
Dari sisi pendidikan, kesempatan ini dapat diikuti mahasiswa S1 maupun S2, baik penuh waktu maupun paruh waktu, di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi lainnya. Mereka yang telah memperoleh gelar sarjana dalam empat tahun terakhir juga dapat mendaftar.
Kemampuan bahasa Inggris menjadi persyaratan penting karena pelamar harus mampu membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa tersebut. Peserta juga harus memenuhi persyaratan untuk memperoleh visa J-1 Amerika Serikat.
Program ini tidak terbuka bagi warga negara atau penduduk tetap Amerika Serikat, karyawan Pemerintah AS beserta anggota keluarga dekatnya, serta mereka yang sebelumnya telah menjadi peserta YSEALI Academic Fellows.
Pengalaman dan Kepemimpinan Jadi Pertimbangan
Selain memenuhi persyaratan administratif, kandidat diharapkan memiliki minat, pengetahuan, maupun pengalaman yang relevan dengan setidaknya salah satu tema YSEALI AFP. Pengalaman tersebut dapat berasal dari kegiatan akademik, profesional, maupun aktivitas di masyarakat.
Kemampuan dan potensi kepemimpinan di kampus, tempat kerja, atau komunitas juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Kandidat diharapkan memiliki ketertarikan untuk mempelajari Amerika Serikat dan memperkuat hubungan antara negara tersebut dengan kawasan Asia Tenggara.
Peserta juga harus siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akademik, aktivitas komunitas, dan pengalaman lapangan selama program berlangsung. Setelah menyelesaikan program, peserta diharapkan kembali ke negara asal dan menerapkan pengetahuan serta keterampilan kepemimpinan yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi komunitasnya.
YSEALI juga memprioritaskan kandidat yang memiliki sedikit atau belum pernah memiliki pengalaman belajar maupun bepergian ke Amerika Serikat. Dengan cakupan pendanaan penuh dan program akademik selama lima minggu, YSEALI AFP 2027 dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan lulusan baru Indonesia untuk memperoleh pengalaman internasional sekaligus memperluas jejaring di kawasan Asia Tenggara dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Kemdiktisaintek Luncurkan SatuBeasiswa, 71 Program Beasiswa Tersedia dalam Satu Platform



Komentar Pengunjung (1)
j