Beranda/Nasional/Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Pemerintah Siapkan Desain Ulang Anggaran Pendidikan
Nasional

Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Pemerintah Siapkan Desain Ulang Anggaran Pendidikan

Anggaran pendidikan 2027 diproyeksikan tembus Rp820 triliun, skema baru masih dikaji.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•24 September 2026•3 Menit Baca•6 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Pemerintah Siapkan Desain Ulang Anggaran Pendidikan

Pemerintah tengah mengkaji rencana perluasan pendidikan gratis mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi negeri (PTN). Untuk mendukung rencana tersebut, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan adanya redesain anggaran pendidikan agar alokasi dana yang tersedia dapat digunakan secara lebih optimal.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 diperkirakan mencapai sekitar Rp820 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan anggaran pendidikan tahun 2026 yang berada di kisaran Rp769 triliun.

Menurut Suahasil, pemerintah masih melakukan penghitungan untuk menentukan skema terbaik dalam menjalankan kebijakan pendidikan gratis. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pembagian anggaran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Redesain Anggaran untuk Perkuat Kualitas Pendidikan

Suahasil menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada besaran anggaran, tetapi juga bagaimana dana pendidikan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, arahan yang diberikan adalah melakukan penataan ulang terhadap desain anggaran pendidikan.

Pemerintah akan mengkaji kembali bagaimana anggaran yang tersedia dapat dialokasikan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk dalam mendukung rencana pendidikan gratis dari jenjang dasar hingga pendidikan tinggi.

Meski demikian, pemerintah belum menyampaikan rincian mengenai jumlah dana yang secara khusus akan dialokasikan untuk program pendidikan gratis tersebut. Skema pembiayaan masih dalam tahap pembahasan agar dapat disesuaikan dengan kondisi fiskal negara.

Tim Khusus Dibentuk untuk Mengkaji Kuliah Gratis di PTN

Selain melakukan redesain anggaran, pemerintah juga membentuk tim khusus untuk mengkaji rencana pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri. Tim tersebut akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Pembahasan tersebut akan melibatkan sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan. Tim ini bertugas menghitung kebutuhan anggaran secara lebih rinci sekaligus menyusun tahapan pelaksanaan program.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, penghitungan ulang diperlukan agar pemerintah mendapatkan gambaran yang lebih realistis mengenai kebutuhan dana serta tahapan penerapan kebijakan tersebut.

Pemerintah menargetkan hasil kajian dapat menghasilkan perhitungan yang lebih komprehensif dalam waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan.

Kebutuhan Anggaran Pendidikan Gratis Masih Menjadi Perhitungan

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penghitungan awal mengenai kebutuhan anggaran untuk mewujudkan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi. Perhitungan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, termasuk biaya kuliah mahasiswa di perguruan tinggi negeri.

Namun, pelaksanaan program tersebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut, terutama terkait kemampuan anggaran negara dan mekanisme pembiayaannya. Pemerintah perlu memastikan kebijakan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengganggu program pendidikan lain yang sudah berjalan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Selain rencana pendidikan gratis, anggaran pendidikan juga mencakup sejumlah program pemerintah lainnya, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar peserta didik.

Pembahasan Melibatkan Sejumlah Kementerian

Rencana pendidikan gratis hingga tingkat perguruan tinggi dibahas dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Menteri Keuangan, hingga Menteri Agama.

Melalui pembahasan tersebut, pemerintah berupaya menyusun skema yang dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mempertimbangkan kemampuan keuangan negara. Hasil kajian tim khusus nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan terkait implementasi pendidikan gratis.

Baca Juga: Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Pemerintah Hitung Kesiapan Anggaran Negara

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

10 Universitas Paling Berkelanjutan di Dunia 2026, Ada Kampus dari Indonesia

10 Universitas Paling Berkelanjutan di Dunia 2026, Ada Kampus dari Indonesia

UI GreenMetric SUR 2026 Diikuti 2.016 Kampus dari 110 Negara

Oleh Agnes Z. Yonatan
2 jam lalu• 8
Oleh Agnes Z. Yonatan
2 jam lalu• 6
Yoga Ardika Putra, Mahasiswa UNJ yang Cetak Sejarah Teqball Indonesia di Asian Games 2026

Yoga Ardika Putra, Mahasiswa UNJ yang Cetak Sejarah Teqball Indonesia di Asian Games 2026

Perunggu Asian Games Jadi Bukti Perjalanan Panjang Atlet Muda Indonesia

Oleh Agnes Z. Yonatan
2 jam lalu• 8
AirNav Indonesia Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Posisi dan Syaratnya

AirNav Indonesia Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Posisi dan Syaratnya

AirNav Indonesia kembali membuka kesempatan kerja bagi lulusan D3 hingga S1.

Oleh Agnes Z. Yonatan
3 hari lalu• 7