Beranda/Info Kampus/Separuh Mahasiswa Vokasi UGM Sudah Diterima Kerja Sebelum Lulus, Persaingan Masuk Capai 1:19
Info Kampus

Separuh Mahasiswa Vokasi UGM Sudah Diterima Kerja Sebelum Lulus, Persaingan Masuk Capai 1:19

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatat 50,01% mahasiswanya telah memperoleh pekerjaan sebelum menyelesaikan pendidikan.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•30 Oktober 2026•6 Menit Baca•8 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Separuh Mahasiswa Vokasi UGM Sudah Diterima Kerja Sebelum Lulus, Persaingan Masuk Capai 1:19

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) mencatat lebih dari separuh mahasiswanya telah mendapatkan pekerjaan sebelum dinyatakan lulus. Berdasarkan data yang disampaikan pihak kampus, sebanyak 50,01% mahasiswa berhasil memperoleh pekerjaan ketika masih menjalani pendidikan.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Dr. Ir. Wiryanta, menyampaikan bahwa capaian tersebut berkaitan dengan pengembangan kurikulum yang menekankan pengalaman praktik serta kerja sama dengan dunia industri.

Hingga Oktober 2026, Sekolah Vokasi UGM telah menjalin kemitraan dengan 385 pihak melalui berbagai kegiatan, termasuk program magang, keterlibatan praktisi dalam pembelajaran, dan rekrutmen tenaga kerja.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Selain mencatat penyerapan tenaga kerja sebelum kelulusan, pendidikan vokasi UGM juga menghadapi tingkat persaingan penerimaan mahasiswa baru yang cukup ketat. Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyebut rasio penerimaan mahasiswa Sekolah Vokasi mencapai 1:19, atau satu mahasiswa diterima dari setiap 19 pendaftar.

Magang Dua Semester Jadi Bagian dari Kurikulum Vokasi UGM

Salah satu pendekatan yang diterapkan Sekolah Vokasi UGM dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja adalah kewajiban mengikuti program magang selama dua semester.

Melalui kebijakan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam aktivitas industri sebelum menyelesaikan pendidikan.

Pengalaman magang memungkinkan mahasiswa memahami proses kerja, menerapkan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, serta mengenal kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Menurut Wiryanta, sistem pembelajaran tersebut turut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan lebih awal, bahkan sebelum mereka menyelesaikan studi.

Kemitraan dengan 385 pihak juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan terapan di Sekolah Vokasi UGM. Kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan magang, kehadiran praktisi industri, serta kegiatan rekrutmen.

Selain penguatan kurikulum, prestasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional turut menjadi salah satu aspek yang mendukung pengembangan hubungan dengan mitra eksternal.

Pihak kampus menilai pembinaan mahasiswa secara intensif dapat membantu meningkatkan kemampuan profesional sekaligus memperluas kesempatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Lima Negara Jadi Prioritas Kerja Sama Internasional

Dalam mengembangkan pendidikan vokasi dan memperluas pengalaman mahasiswa, Sekolah Vokasi UGM menetapkan lima negara sebagai prioritas kerja sama internasional.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Kelima negara dan wilayah tersebut adalah Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Kerja sama internasional diarahkan untuk mendukung mobilitas mahasiswa serta pengembangan kegiatan akademik yang berkaitan dengan pendidikan terapan.

Bentuk kolaborasi yang dikembangkan mencakup program gelar ganda atau double degree, program studi internasional melalui International Undergraduate Program (IUP), serta kerja sama penelitian.

Melalui berbagai skema tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan akademik dan profesional di luar negeri.

Pengembangan jaringan internasional juga menjadi bagian dari upaya Sekolah Vokasi UGM meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sekolah Vokasi UGM Hasilkan 271 Hak Kekayaan Intelektual

Selain berfokus pada penyiapan tenaga kerja, Sekolah Vokasi UGM turut mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Memasuki usia 17 tahun, institusi tersebut mencatat perkembangan dalam bidang riset terapan, khususnya melalui hilirisasi hasil penelitian, pengembangan nilai ekonomi inovasi, dan publikasi ilmiah.

Wiryanta menyebutkan bahwa kegiatan riset industri yang dilakukan Sekolah Vokasi UGM telah menghasilkan 271 Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Roadster, perangkat yang digunakan untuk melakukan asesmen atau penilaian terhadap kerusakan jalan.

Inovasi tersebut direncanakan dipresentasikan dalam sebuah forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 17 November 2026 di United Nations Conference Center (UNCC), Bangkok, Thailand.

Pengembangan Roadster menjadi salah satu contoh penerapan hasil penelitian vokasi dalam menjawab kebutuhan teknis di lapangan.

Melalui pengembangan riset terapan, Sekolah Vokasi UGM berupaya menghasilkan inovasi yang tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh industri maupun masyarakat.

Persaingan Masuk Sekolah Vokasi UGM Mencapai 1 Banding 19

Di tengah peningkatan kerja sama industri dan capaian penelitian, Sekolah Vokasi UGM juga mencatat tingginya persaingan penerimaan mahasiswa baru.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan bahwa rasio penerimaan mahasiswa di Sekolah Vokasi mencapai 1:19.

Artinya, dari setiap 19 pendaftar, hanya sekitar satu orang yang berhasil memperoleh kursi pendidikan di Sekolah Vokasi UGM.

Tingkat persaingan tersebut menunjukkan jumlah peminat yang jauh lebih besar dibandingkan kapasitas penerimaan mahasiswa.

Selain tingkat persaingan, pihak universitas juga mencatat perkembangan mutu pendidikan melalui status akreditasi program studi.

Dari 24 program studi yang tersedia di Sekolah Vokasi UGM, sebanyak 10 di antaranya telah memperoleh akreditasi Unggul.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator mutu pendidikan yang dikembangkan oleh institusi, bersamaan dengan penguatan kurikulum dan kerja sama dengan berbagai mitra.

Tersedia Program Sarjana Terapan hingga Magister Terapan

Sekolah Vokasi UGM menyelenggarakan pendidikan pada jenjang Sarjana Terapan (D4) dan Magister Terapan (S2) melalui berbagai bidang keilmuan.

Pada jenjang Sarjana Terapan, pilihan program studi mencakup bidang ekonomi dan bisnis, seperti Akuntansi Sektor Publik, Perbankan, Manajemen dan Penilaian Properti, serta Pembangunan Ekonomi Kewilayahan.

Untuk bidang bahasa dan pariwisata, tersedia Bahasa Inggris, Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, serta Bisnis Perjalanan Wisata.

Sementara itu, bidang kesehatan, pertanian, dan pengelolaan sumber daya mencakup Manajemen Informasi Kesehatan, Teknologi Veteriner, Pengembangan Produk Agroindustri, dan Pengelolaan Hutan.

Sekolah Vokasi UGM juga menawarkan berbagai program berbasis teknologi dan rekayasa, antara lain Sistem Informasi Geografis, Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Teknologi Rekayasa Internet, serta Teknologi Rekayasa Elektro.

Pilihan lainnya meliputi Teknologi Rekayasa Mesin, Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Teknik Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, serta Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil.

Selain itu, tersedia pula program Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi yang berfokus pada bidang pengelolaan dokumen dan informasi.

Pada jenjang Magister Terapan, Sekolah Vokasi UGM menyediakan dua program studi, yakni Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Magister Terapan Pengembangan Atraksi Wisata.

Dengan pilihan program studi tersebut, pendidikan vokasi UGM mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan kebutuhan tenaga profesional di sektor industri, teknologi, layanan publik, hingga pariwisata.

Penguatan Pendidikan Terapan untuk Menyiapkan Lulusan Siap Kerja

Memasuki usia 17 tahun, Sekolah Vokasi UGM terus mengembangkan pendidikan terapan melalui penguatan hubungan dengan industri, peningkatan mutu akademik, dan pengembangan penelitian.

Rektor UGM, Ova Emilia, berharap Sekolah Vokasi dapat terus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan karakter sesuai kebutuhan dunia kerja.

Capaian 50,01% mahasiswa yang telah memperoleh pekerjaan sebelum lulus menjadi salah satu gambaran mengenai keterhubungan antara proses pendidikan dan kesempatan kerja yang tersedia.

Meski demikian, angka tersebut perlu dilihat bersama berbagai indikator lainnya, termasuk kesesuaian bidang pekerjaan dengan kompetensi lulusan, kualitas pengalaman magang, dan perkembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Melalui kewajiban magang dua semester, kerja sama dengan 385 mitra, serta pengembangan riset terapan, Sekolah Vokasi UGM berupaya memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mempersiapkan tenaga profesional yang mampu menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga: Guru Besar UGM: 57 Ribu Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan, Ancaman Kehilangan Habitat Kian Serius

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!