Beranda/Ranking Kampus/Rekomendasi Kampus Kristen dan Katolik Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027
Ranking Kampus

Rekomendasi Kampus Kristen dan Katolik Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027

Dua perguruan tinggi masuk pemeringkatan dunia, sementara empat kampus lainnya tercatat sebagai Reporter.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•6 Oktober 2026•3 Menit Baca•2 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Rekomendasi Kampus Kristen dan Katolik Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027

Pemeringkatan universitas dunia tidak hanya menyoroti perguruan tinggi negeri. Sejumlah kampus swasta berbasis Kristen dan Katolik di Indonesia juga tercatat dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2027. Dari daftar yang dirilis pada 30 September 2026, terdapat dua kampus yang berhasil masuk peringkat dan empat lainnya berstatus sebagai Reporter.

THE WUR 2027 secara keseluruhan memuat 2.297 perguruan tinggi dari 118 negara dan wilayah. Penilaian dilakukan menggunakan 17 indikator yang dikelompokkan ke dalam lima aspek utama, yaitu lingkungan pengajaran, lingkungan riset, kualitas riset, international outlook, serta industri.

Dua Kampus Berhasil Masuk Pemeringkatan

Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya dan Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi dua perguruan tinggi Kristen dan Katolik Indonesia yang tercantum dalam pemeringkatan THE WUR 2027.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Unika Atma Jaya berada pada rentang peringkat 1.801-2.000 dunia. Perguruan tinggi yang berlokasi di Jakarta ini memiliki sejumlah bidang pendidikan, mulai dari pendidikan dan bahasa, hukum, kedokteran dan ilmu kesehatan, psikologi, hingga bisnis dan inovasi sosial. Unika Atma Jaya juga memiliki Museum Anatomi yang telah berdiri sejak 1994 serta Rumah Sakit Pendidikan Atma Jaya yang resmi berdiri pada 1977.

Sementara itu, UPH juga menempati rentang peringkat 1.801-2.000 dunia. Universitas ini memiliki cakupan bidang pendidikan yang cukup beragam, mulai dari ekonomi dan bisnis, hukum, ilmu sosial dan ilmu politik, desain, musik, hingga bidang yang berkaitan dengan AI dan data science. UPH juga memiliki fasilitas olahraga dan berafiliasi dengan RS Umum Siloam Lippo Village sebagai rumah sakit pendidikan utama.

Empat Kampus Lain Berstatus Reporter

Selain dua perguruan tinggi yang masuk peringkat, terdapat empat kampus Kristen dan Katolik yang tercatat sebagai Reporter dalam THE WUR 2027. Status ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tersebut telah menyediakan data yang dibutuhkan dalam proses pemeringkatan, tetapi belum memenuhi kriteria kelayakan untuk memperoleh posisi dalam daftar peringkat.

Empat perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Universitas Katolik Santo Thomas.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Dengan demikian, kehadiran perguruan tinggi berbasis Kristen dan Katolik dalam THE WUR 2027 tidak hanya terlihat dari kampus yang sudah memperoleh peringkat. Sejumlah perguruan tinggi lainnya juga mulai berpartisipasi dengan menyediakan data untuk proses evaluasi internasional.

Apa Saja yang Dinilai THE WUR?

Posisi universitas dalam THE WUR ditentukan melalui berbagai indikator yang menggambarkan kinerja perguruan tinggi dari sejumlah sisi. Lingkungan pengajaran memiliki bobot 29,5 persen, sedangkan lingkungan riset menyumbang 29 persen. Kualitas riset menjadi komponen dengan bobot terbesar, yaitu 30 persen.

Selain aspek akademik dan penelitian, THE WUR turut melihat kemampuan universitas dalam membangun jejaring internasional. Aspek international outlook memiliki bobot 7,5 persen dan mencakup proporsi mahasiswa serta staf internasional, juga kolaborasi internasional.

Adapun aspek industri memiliki bobot 4 persen. Penilaiannya mencakup pendapatan yang berasal dari industri dan paten, yang menggambarkan keterhubungan perguruan tinggi dengan dunia industri melalui inovasi, penelitian, dan pengembangan pengetahuan.

Pemeringkatan ini pada akhirnya memberikan gambaran mengenai posisi perguruan tinggi berdasarkan berbagai aspek kinerja. Bagi kampus Kristen dan Katolik di Indonesia, masuknya beberapa nama dalam THE WUR 2027 menunjukkan adanya perguruan tinggi yang telah mulai tercatat dalam peta pemeringkatan pendidikan tinggi global.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

Di Balik 5 Golnya untuk Timnas, Mitchell Baker Ternyata Mahasiswa Finance di AS

Di Balik 5 Golnya untuk Timnas, Mitchell Baker Ternyata Mahasiswa Finance di AS

Lahir di Australia, besar di Hong Kong, dan kini membela Indonesia, striker muda ini juga menjalani pendidikan tinggi di Georgetown University.

Oleh Agnes Z. Yonatan
1 jam lalu• 3
10 Jurusan Paling Diburu di SNBT 2026, Vokasi Jadi Pilihan Favorit

10 Jurusan Paling Diburu di SNBT 2026, Vokasi Jadi Pilihan Favorit

Keselamatan dan kesehatan hingga administrasi bisnis menjadi bidang studi yang paling banyak menarik perhatian calon mahasiswa.

Oleh Agnes Z. Yonatan
1 jam lalu• 3
Dari Unej hingga UI, Simak Jejak Pendidikan Menteri Perindustrian Sarmuji

Dari Unej hingga UI, Simak Jejak Pendidikan Menteri Perindustrian Sarmuji

M Sarmuji resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian pada Kamis, 1 Oktober 2026. Politisi Partai Golkar tersebut menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perindustrian.

Oleh Agnes Z. Yonatan
4 hari lalu• 79
Jejak Pendidikan Arrmanatha Nasir, Diplomat Senior yang Kini Memimpin Kemlu

Jejak Pendidikan Arrmanatha Nasir, Diplomat Senior yang Kini Memimpin Kemlu

Arrmanatha Christiawan Nasir resmi dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Sugiono yang sebelumnya memimpin Kementerian Luar Negeri dalam Kabinet Merah Putih.

Oleh Agnes Z. Yonatan
4 hari lalu• 79