Beranda/Ranking Kampus/Mengapa Riset UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Teratas di Indonesia?
Ranking Kampus

Mengapa Riset UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Teratas di Indonesia?

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta atau UIN Suka mencatat capaian dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Kampus ini menempati posisi kedua di Indonesia setelah Universitas Indonesia.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•2 Oktober 2026•3 Menit Baca•4 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Mengapa Riset UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Teratas di Indonesia?

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta atau UIN Suka mencatat capaian dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Kampus ini menempati posisi kedua di Indonesia setelah Universitas Indonesia dengan skor keseluruhan 36,4-40,1.

THE WUR 2027 menggunakan lima kelompok penilaian utama, yakni lingkungan pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, pandangan internasional, serta industri. Kelima kelompok tersebut kemudian dinilai melalui 17 indikator kinerja yang menjadi dasar dalam menentukan skor setiap perguruan tinggi.

Di antara berbagai indikator tersebut, kualitas penelitian menjadi salah satu capaian yang menonjol bagi UIN Suka. Pada aspek ini, UIN Suka mencatat skor 82,8 dari 100. Angka tersebut berada di atas Universitas Indonesia yang memperoleh 44,7 dan Universitas Gadjah Mada dengan skor 36,3.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Dosen dan Periset dengan Latar Belakang Akademik Kuat

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UIN Suka, Dr Abdul Qoyum, mengatakan bahwa potensi kampus untuk masuk dalam pemeringkatan THE sebenarnya sudah terlihat. Salah satu faktor yang disebutnya adalah kualitas dosen dan periset yang memiliki latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Menurutnya, sebagian dosen UIN Suka bahkan merupakan lulusan kampus yang masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia. Kondisi tersebut turut membentuk lingkungan akademik dan penelitian di kampus.

Selain kualitas tenaga pengajar dan periset, Qoyum menyebut kualitas mahasiswa UIN Suka juga terus berkembang. Iklim keilmuan dan penelitian yang dibangun di lingkungan kampus turut menghasilkan berbagai karya intelektual yang menjadi rujukan secara nasional.

Menjaga Kualitas Publikasi Ilmiah

UIN Suka juga menerapkan pendekatan yang menitikberatkan pada kualitas penelitian, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi. Menurut Qoyum, kampus tidak menggunakan skema prosiding untuk meningkatkan jumlah publikasi Scopus.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Pendekatan tersebut disebut berdampak pada banyaknya dosen yang menghasilkan publikasi di jurnal berkualitas tinggi. UIN Suka mencatat hampir 80% artikel Scopus yang dihasilkan dosennya berasal dari jurnal Q1.

Kebijakan pimpinan universitas juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola penelitian. Basis pengelolaannya berfokus pada luaran dan kualitas riset, dengan proses yang dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Riset dan Inovasi Terus Dikembangkan

Penguatan penelitian tidak hanya dilakukan melalui publikasi. Di tengah kebijakan efisiensi, UIN Suka tetap mempertahankan dukungan terhadap luaran penelitian berkualitas melalui peningkatan insentif publikasi dan kuota.

Kampus juga terus mendorong pengembangan inovasi melalui hibah untuk paten dan hilirisasi karya. Mahasiswa turut didorong untuk terlibat dalam kegiatan riset dan inovasi melalui berbagai program yang tersedia.

Bagi LPPM UIN Suka, capaian dalam THE WUR 2027 bukan menjadi tujuan akhir. Peringkat tersebut dipandang sebagai salah satu penanda untuk terus memperbaiki kualitas penelitian dan pengembangan universitas.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Ke depan, penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa UIN Suka diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat serta perkembangan pemikiran dan karya intelektual.

Baca Juga: Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

Dari Unej hingga UI, Simak Jejak Pendidikan Menteri Perindustrian Sarmuji

Dari Unej hingga UI, Simak Jejak Pendidikan Menteri Perindustrian Sarmuji

M Sarmuji resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian pada Kamis, 1 Oktober 2026. Politisi Partai Golkar tersebut menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perindustrian.

Oleh Agnes Z. Yonatan
1 jam lalu• 4
Jejak Pendidikan Arrmanatha Nasir, Diplomat Senior yang Kini Memimpin Kemlu

Jejak Pendidikan Arrmanatha Nasir, Diplomat Senior yang Kini Memimpin Kemlu

Arrmanatha Christiawan Nasir resmi dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Sugiono yang sebelumnya memimpin Kementerian Luar Negeri dalam Kabinet Merah Putih.

Oleh Agnes Z. Yonatan
1 jam lalu• 6
Pendaftaran Pascasarjana IPB 2026/2027 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Biayanya

Pendaftaran Pascasarjana IPB 2026/2027 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Biayanya

IPB University membuka penerimaan mahasiswa baru untuk program Magister, Doktor, dan Profesi Insinyur dengan pendaftaran yang berlangsung hingga Desember 2026.

Oleh Agnes Z. Yonatan
22 jam lalu• 13
42 Universitas Indonesia Masuk Kampus Terbaik Versi THE WUR 2027

42 Universitas Indonesia Masuk Kampus Terbaik Versi THE WUR 2027

UI menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi dalam pemeringkatan universitas dunia tahun 2027.

Oleh Agnes Z. Yonatan
23 jam lalu• 19