Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta atau UIN Suka mencatat capaian dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Kampus ini menempati posisi kedua di Indonesia setelah Universitas Indonesia dengan skor keseluruhan 36,4-40,1.
THE WUR 2027 menggunakan lima kelompok penilaian utama, yakni lingkungan pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, pandangan internasional, serta industri. Kelima kelompok tersebut kemudian dinilai melalui 17 indikator kinerja yang menjadi dasar dalam menentukan skor setiap perguruan tinggi.
Di antara berbagai indikator tersebut, kualitas penelitian menjadi salah satu capaian yang menonjol bagi UIN Suka. Pada aspek ini, UIN Suka mencatat skor 82,8 dari 100. Angka tersebut berada di atas Universitas Indonesia yang memperoleh 44,7 dan Universitas Gadjah Mada dengan skor 36,3.
Dosen dan Periset dengan Latar Belakang Akademik Kuat
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UIN Suka, Dr Abdul Qoyum, mengatakan bahwa potensi kampus untuk masuk dalam pemeringkatan THE sebenarnya sudah terlihat. Salah satu faktor yang disebutnya adalah kualitas dosen dan periset yang memiliki latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Menurutnya, sebagian dosen UIN Suka bahkan merupakan lulusan kampus yang masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia. Kondisi tersebut turut membentuk lingkungan akademik dan penelitian di kampus.
Selain kualitas tenaga pengajar dan periset, Qoyum menyebut kualitas mahasiswa UIN Suka juga terus berkembang. Iklim keilmuan dan penelitian yang dibangun di lingkungan kampus turut menghasilkan berbagai karya intelektual yang menjadi rujukan secara nasional.
Menjaga Kualitas Publikasi Ilmiah
UIN Suka juga menerapkan pendekatan yang menitikberatkan pada kualitas penelitian, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi. Menurut Qoyum, kampus tidak menggunakan skema prosiding untuk meningkatkan jumlah publikasi Scopus.
Pendekatan tersebut disebut berdampak pada banyaknya dosen yang menghasilkan publikasi di jurnal berkualitas tinggi. UIN Suka mencatat hampir 80% artikel Scopus yang dihasilkan dosennya berasal dari jurnal Q1.
Kebijakan pimpinan universitas juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola penelitian. Basis pengelolaannya berfokus pada luaran dan kualitas riset, dengan proses yang dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Riset dan Inovasi Terus Dikembangkan
Penguatan penelitian tidak hanya dilakukan melalui publikasi. Di tengah kebijakan efisiensi, UIN Suka tetap mempertahankan dukungan terhadap luaran penelitian berkualitas melalui peningkatan insentif publikasi dan kuota.
Kampus juga terus mendorong pengembangan inovasi melalui hibah untuk paten dan hilirisasi karya. Mahasiswa turut didorong untuk terlibat dalam kegiatan riset dan inovasi melalui berbagai program yang tersedia.
Bagi LPPM UIN Suka, capaian dalam THE WUR 2027 bukan menjadi tujuan akhir. Peringkat tersebut dipandang sebagai salah satu penanda untuk terus memperbaiki kualitas penelitian dan pengembangan universitas.
Ke depan, penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa UIN Suka diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat serta perkembangan pemikiran dan karya intelektual.
Baca Juga: Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo



Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!