Beranda/Inspirasi/Mahasiswa Unesa Raih Emas World Climbing Series 2026, Kunci Sukses Lewat Perubahan Mental
Inspirasi

Mahasiswa Unesa Raih Emas World Climbing Series 2026, Kunci Sukses Lewat Perubahan Mental

Antasyafi Robby Al-Hilmi mencatat sejarah dengan meraih emas internasional pertamanya di nomor Speed Individual Men setelah berhasil mengatasi tekanan dan ekspektasi sebagai atlet muda.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•22 September 2026•3 Menit Baca•4 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Mahasiswa Unesa Raih Emas World Climbing Series 2026, Kunci Sukses Lewat Perubahan Mental

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Antasyafi Robby Al-Hilmi, berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang World Climbing Series (WCS) 2026. Atlet panjat tebing asal Gresik tersebut meraih medali emas nomor Speed Individual Men dalam seri kelima WCS yang berlangsung di Guiyang, China, pada 11 hingga 13 September 2026.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting dalam karier Robby karena merupakan medali emas internasional pertama yang berhasil diraihnya sepanjang mengikuti kompetisi tingkat dunia.

Dalam babak final, Robby tampil impresif dengan mencatatkan waktu 4,65 detik. Catatan tersebut membuatnya mengungguli atlet tuan rumah China serta perwakilan Jepang yang menjadi pesaingnya di partai penentuan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Perjalanan Panjang Sebelum Naik Podium Tertinggi

Perjalanan menuju podium tertinggi tidak berjalan mudah bagi Robby. Sebelum tampil di China, ia sempat menghadapi ketidakpastian terkait keberangkatan menuju kompetisi. Namun, setelah mendapatkan kepastian dukungan dari pemerintah beberapa minggu sebelum pertandingan, ia dapat kembali fokus mempersiapkan diri.

Sebelumnya, Robby telah menjalani rangkaian kompetisi di Eropa pada Juli 2026. Ia berhasil meraih medali perak pada nomor Mixed Relay di Polandia serta kembali memperoleh medali perak nomor Individual Speed di Chamonix, Prancis.

Selain mengikuti kompetisi internasional, Robby juga dipercaya menjadi sparring partner bagi tim nasional panjat tebing yang dipersiapkan menghadapi ASEAN Games. Ia juga menjalani rangkaian WCS untuk mengumpulkan poin dunia.

Transformasi Mental Jadi Faktor Penting Kesuksesan

Keberhasilan Robby di Guiyang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga perubahan cara berpikir yang ia lakukan sebagai seorang atlet.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Dalam beberapa kompetisi sebelumnya, Robby mengaku sering mengalami tekanan ketika memasuki babak perebutan emas. Keinginan besar untuk membuktikan kemampuan sebagai atlet muda justru membuatnya kehilangan fokus terhadap proses yang telah dijalani.

Melalui diskusi bersama psikolog olahraga, rekan sesama atlet, serta para senior di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Robby mulai belajar mengelola ekspektasi dan menikmati setiap pertandingan tanpa terbebani hasil akhir.

Saat bertanding di Guiyang, ia tidak lagi memasang target berlebihan. Fokusnya hanya memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia. Perubahan pola pikir tersebut akhirnya membawanya meraih kemenangan pertama dalam ajang internasional.

Tetap Fokus Hadapi Tantangan Berikutnya

Meski berhasil menjadi juara, Robby memilih untuk tidak terlalu lama merayakan pencapaiannya. Ia langsung mengalihkan perhatian ke seri berikutnya di Chongqing yang berlangsung pada 18 hingga 20 September 2026.

Bagi Robby, kemenangan di Guiyang merupakan bagian dari perjalanan panjang. Ia menyadari bahwa setiap kompetisi baru akan dimulai dari awal dan setiap atlet memiliki peluang yang sama untuk kembali bersaing.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kesiapan mental memiliki peran besar dalam dunia olahraga prestasi. Bagi Robby, emas di World Climbing Series bukan hanya hasil dari latihan fisik, tetapi juga perjalanan dalam membangun kepercayaan diri dan mengendalikan tekanan sebagai atlet profesional.

Baca Juga: 20 PTN Paling Diburu di SNBP 2026, Kampus Mana yang Jadi Favorit Siswa?

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

10 Universitas Paling Berkelanjutan di Dunia 2026, Ada Kampus dari Indonesia

10 Universitas Paling Berkelanjutan di Dunia 2026, Ada Kampus dari Indonesia

UI GreenMetric SUR 2026 Diikuti 2.016 Kampus dari 110 Negara

Oleh Agnes Z. Yonatan
2 jam lalu• 8
Oleh Agnes Z. Yonatan
2 jam lalu• 6
Yoga Ardika Putra, Mahasiswa UNJ yang Cetak Sejarah Teqball Indonesia di Asian Games 2026

Yoga Ardika Putra, Mahasiswa UNJ yang Cetak Sejarah Teqball Indonesia di Asian Games 2026

Perunggu Asian Games Jadi Bukti Perjalanan Panjang Atlet Muda Indonesia

Oleh Agnes Z. Yonatan
2 jam lalu• 7
AirNav Indonesia Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Posisi dan Syaratnya

AirNav Indonesia Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Posisi dan Syaratnya

AirNav Indonesia kembali membuka kesempatan kerja bagi lulusan D3 hingga S1.

Oleh Agnes Z. Yonatan
3 hari lalu• 7