Beranda/Berita Kampus/Lulus IPK 4,00, Mahasiswi UGM Temukan Potensi UVB Sebagai Pengganti Pestisida untuk Lawan Penyakit Melon
Berita Kampus

Lulus IPK 4,00, Mahasiswi UGM Temukan Potensi UVB Sebagai Pengganti Pestisida untuk Lawan Penyakit Melon

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•2 Menit Baca•29 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Lulus IPK 4,00, Mahasiswi UGM Temukan Potensi UVB Sebagai Pengganti Pestisida untuk Lawan Penyakit Melon

Di tengah tantangan pertanian modern, inovasi berbasis sains terus dibutuhkan untuk mengatasi berbagai penyakit tanaman. Salah satu terobosan datang dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui penelitian yang menawarkan solusi ramah lingkungan bagi petani melon.

Putri Nabila Naziroh, lulusan Program Studi Magister Fitopatologi Fakultas Pertanian UGM, berhasil menyelesaikan studinya dengan IPK sempurna 4,00. Ia meneliti pemanfaatan sinar ultraviolet B (UVB) untuk mengendalikan penyakit embun tepung (powdery mildew) pada tanaman melon yang disebabkan oleh jamur Podosphaera xanthii.

Penyakit ini dikenal cepat menyebar dan sering menyebabkan kerugian besar hingga gagal panen pada petani melon.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

UVB Berpotensi Kurangi Penggunaan Pestisida

Melalui penelitiannya, Putri mengeksplorasi penggunaan UVB sebagai alternatif pengendalian penyakit yang lebih aman dibandingkan ketergantungan pada pestisida kimia.

"Alasan saya memilih topik ini karena sangat menarik untuk dibahas. Kemudian, UVB sendiri berasal dari cahaya yang sebenarnya sudah kita dapatkan secara alami dari matahari," ujarnya, dikutip dari laman resmi UGM.

Meski masih berada pada tahap awal penelitian, hasil riset tersebut membuka peluang pengembangan metode pengendalian penyakit tanaman yang lebih berkelanjutan. Jika terus dikembangkan, teknologi ini berpotensi membantu petani mengurangi dampak lingkungan sekaligus menjaga produktivitas pertanian.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Proses Belajar Jadi Pelajaran Berharga

Di balik prestasi akademiknya, Putri mengaku harus melewati berbagai tantangan selama menjalankan penelitian. Ia menghadapi sejumlah kegagalan karena metode yang digunakan tergolong baru dan belum pernah dikuasainya sebelumnya.

Dukungan dosen pembimbing serta lingkungan sekitar menjadi faktor penting yang membantunya menyelesaikan studi dengan baik. Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai akademik semata, tetapi juga dari manfaat ilmu yang diperoleh.

"Yang terpenting bukan sekadar IPK, tapi bagaimana ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar," katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tetap konsisten dalam menjalani proses belajar dan tidak mudah menyerah.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

"Segala sesuatu yang kita mulai pasti akan selesai, jadi jalani pelan-pelan dan nikmati prosesnya," tutupnya.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#mahasiswa berprestasi#UGM#Universitas Gadjah Mada#Pertanian Berkelanjutan#IPK 4.00#Inovasi Pertanian#Putri Nabila Naziroh#Penelitian Pertanian#Teknologi UVB#Penyakit Melon
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!