Beranda/Inspirasi/Kisah Durinda dan Durinta, Saudara Kembar yang Kompak Tempuh S1 hingga S3 di Jurusan yang Sama
Inspirasi

Kisah Durinda dan Durinta, Saudara Kembar yang Kompak Tempuh S1 hingga S3 di Jurusan yang Sama

Dari bangku kuliah hingga gelar doktor, simak perjalanan akademik dua saudari kembar asal Malang ini.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•24 September 2026•3 Menit Baca•5 Dilihat•1 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Kisah Durinda dan Durinta, Saudara Kembar yang Kompak Tempuh S1 hingga S3 di Jurusan yang Sama

Memiliki perjalanan pendidikan yang hampir selalu berjalan beriringan, Durinda Puspasari dan Durinta Puspasari berhasil mencatatkan pencapaian akademik yang unik. Saudara kembar asal Malang tersebut sama-sama menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktoral (S3) di Program Doktor Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (UM).

Kekompakan keduanya tidak hanya terlihat saat menyelesaikan pendidikan doktoral. Sejak jenjang sarjana hingga magister, Durinda dan Durinta juga memilih bidang studi yang sama. Keduanya merupakan lulusan S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, kemudian melanjutkan S2 Pendidikan Ekonomi, hingga akhirnya meraih gelar doktor di bidang Pendidikan Ekonomi UM.

Setelah menyelesaikan pendidikan tertingginya, keduanya juga menjalani profesi yang sama sebagai dosen di Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Melanjutkan S3 untuk Mengembangkan Kapasitas sebagai Pendidik

Bagi Durinda dan Durinta, keputusan melanjutkan pendidikan doktoral bukan hanya sekadar mengejar gelar akademik. Sebagai dosen, keduanya melihat pendidikan S3 sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang pengajaran maupun penelitian.

Menariknya, perjalanan S3 tersebut tidak direncanakan sejak awal untuk ditempuh bersama. Keduanya memiliki dorongan masing-masing untuk meningkatkan kompetensi dan memilih melanjutkan pendidikan sebagai bagian dari pengembangan diri.

Selama menjalani proses studi, menjaga motivasi dan kesehatan mental menjadi hal penting bagi keduanya. Dukungan keluarga, teman, serta sikap positif turut membantu mereka melewati berbagai tantangan selama menyelesaikan pendidikan doktoral.

Saling Mendukung dalam Proses Penelitian dan Disertasi

Menjalani pendidikan di tempat dan waktu yang sama memberikan keuntungan tersendiri bagi Durinda dan Durinta. Hubungan sebagai saudara kembar membuat keduanya memiliki ruang diskusi yang lebih dekat selama proses perkuliahan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Saat menghadapi tantangan dalam penelitian maupun penyusunan disertasi, keduanya saling bertukar ide, memberikan masukan, serta menjadi penyemangat satu sama lain. Meskipun memiliki topik penelitian yang berbeda, keduanya tetap dapat berdiskusi mengenai berbagai hal selama proses akademik berlangsung.

Dua Disertasi dengan Fokus Berbeda di Era Digital

Walaupun menempuh program studi yang sama, Durinda dan Durinta mengangkat tema penelitian yang berbeda dalam disertasinya.

Durinta meneliti mengenai intensi berwirausaha mahasiswa dengan memasukkan literasi digital sebagai variabel yang memengaruhi proses terbentuknya minat tersebut. Dalam penelitiannya, ia menyoroti bahwa pendidikan kewirausahaan dapat diperkuat melalui pendekatan seperti pembelajaran berbasis proyek, inkubasi bisnis mahasiswa, serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana praktik.

Sementara itu, Durinda mengangkat penelitian mengenai perilaku belajar mahasiswa di era digital. Ia mengembangkan model yang melihat keterkaitan antara pengaruh sosial, literasi digital, motivasi belajar, dan keyakinan terhadap kemampuan diri dalam membentuk perilaku belajar mahasiswa.

Keduanya melihat bahwa gelar doktor bukan menjadi akhir dari perjalanan akademik, melainkan menjadi langkah baru untuk memberikan kontribusi melalui bidang pendidikan dan penelitian.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Bagi Durinda dan Durinta, menempuh pendidikan doktoral bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik tertinggi, tetapi juga membangun visi untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswa Unesa Raih Emas World Climbing Series 2026, Kunci Sukses Lewat Perubahan Mental

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (1)

Memeriksa status sesi...
Lucian Vale24 Sep 2026

.

Referensi Terkait

10 Universitas Paling Berkelanjutan di Dunia 2026, Ada Kampus dari Indonesia

10 Universitas Paling Berkelanjutan di Dunia 2026, Ada Kampus dari Indonesia

UI GreenMetric SUR 2026 Diikuti 2.016 Kampus dari 110 Negara

Oleh Agnes Z. Yonatan
2 jam lalu• 8
Oleh Agnes Z. Yonatan
2 jam lalu• 6
Yoga Ardika Putra, Mahasiswa UNJ yang Cetak Sejarah Teqball Indonesia di Asian Games 2026

Yoga Ardika Putra, Mahasiswa UNJ yang Cetak Sejarah Teqball Indonesia di Asian Games 2026

Perunggu Asian Games Jadi Bukti Perjalanan Panjang Atlet Muda Indonesia

Oleh Agnes Z. Yonatan
2 jam lalu• 8
AirNav Indonesia Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Posisi dan Syaratnya

AirNav Indonesia Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Posisi dan Syaratnya

AirNav Indonesia kembali membuka kesempatan kerja bagi lulusan D3 hingga S1.

Oleh Agnes Z. Yonatan
3 hari lalu• 7