Kanada berpeluang menjadi bagian dari program pertukaran pelajar Erasmus+ setelah Ottawa dan Brussels memulai negosiasi untuk menjadikan negara tersebut sebagai anggota penuh. Jika kesepakatan tercapai, mahasiswa berkesempatan melakukan pertukaran maupun memperoleh dukungan dana untuk menempuh pendidikan di kampus-kampus Kanada dan Uni Eropa.
Saat ini, Kanada berstatus sebagai negara mitra Erasmus+, tetapi belum menjadi negara terafiliasi. Dengan status tersebut, kampus-kampus Kanada masih dapat mengikuti sejumlah kegiatan Erasmus+ dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Jika negosiasi berjalan sesuai rencana, Kanada akan menjadi negara non-Eropa pertama yang bergabung dengan status keanggotaan penuh dalam program tersebut. Erasmus+ sendiri merupakan program Uni Eropa yang memberikan pendanaan bagi individu dan organisasi untuk kegiatan belajar serta pelatihan di negara-negara Eropa.
Anggota Parlemen Eropa Javier Moreno Sánchez dari Spanyol menyebut Kanada memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam Erasmus+, meskipun keikutsertaan tersebut akan membutuhkan biaya. Pernyataan itu disampaikan Sánchez yang juga merupakan ketua delegasi Parlemen Eropa untuk Kanada kepada wartawan dalam sebuah pengarahan.
Negosiasi Kanada dan Uni Eropa saat ini masih berada pada tahap awal. Namun, kedua pihak disebut telah memiliki kesepakatan untuk membawa Kanada masuk ke salah satu program unggulan Uni Eropa tersebut.
Sánchez menilai langkah ini dapat memperkuat hubungan antara Kanada dan Uni Eropa sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain negara-negara Uni Eropa, Erasmus+ saat ini juga diikuti Makedonia Utara, Serbia, Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Turki. Kanada juga berpotensi bergabung dengan program unggulan Uni Eropa lainnya, yakni Horizon Europe yang memberikan pendanaan untuk proyek-proyek penelitian.
Untuk saat ini, Kanada belum menjadi anggota penuh Horizon Europe dan hanya tergabung dalam salah satu pilarnya, yakni Global Challenges and Industrial Competitiveness.
Erasmus+ sendiri merupakan program bantuan dana Uni Eropa yang mendukung bidang pendidikan, pelatihan, kepemudaan, dan olahraga. Program yang berlangsung pada 2021 hingga 2027 tersebut memiliki anggaran sebesar €26,2 miliar atau sekitar Rp533,2 triliun.
Program ini juga memiliki fokus pada inklusi sosial, transisi hijau dan digital, serta peningkatan partisipasi pemuda dalam kehidupan demokrasi.
Salah satu program Erasmus+ yang dikenal luas adalah Erasmus Mundus. Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa magister dari berbagai negara di luar Uni Eropa.
Melalui Erasmus Mundus, mahasiswa dapat memperoleh bantuan dana yang mencakup biaya transportasi, visa, serta uang saku bulanan sebesar €1.400. Program magister ini umumnya berlangsung selama dua tahun.
Untuk mendaftar, peserta harus sudah memiliki gelar sarjana atau sedang berada di tahun terakhir pendidikan sarjana. Bagi mahasiswa yang masih berada di tahun terakhir, mereka harus telah menyelesaikan studi sarjananya ketika program magister dimulai.
Baca Juga: YSEALI 2027 Dibuka, Mahasiswa hingga Lulusan Baru Bisa Ikut Program Pertukaran ke AS



Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!