Pendidikan vokasi menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan keterampilan praktis sesuai bidang keahlian. Berbeda dengan pendidikan akademik yang lebih menekankan penguasaan teori, pendidikan vokasi berorientasi pada penerapan ilmu dan keterampilan yang berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menjelang pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2027, data peminat program studi pada seleksi tahun sebelumnya dapat menjadi referensi bagi siswa dalam menentukan pilihan perguruan tinggi.
Berdasarkan paparan hasil SNBP 2026 yang dirilis panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pada 31 Maret 2026, sejumlah program studi vokasi mencatat ratusan pendaftar. Persaingan juga terlihat dari perbedaan antara jumlah pendaftar dan peserta yang diterima.
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Jadi Prodi Vokasi Paling Diminati
Program studi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menempati posisi teratas dalam daftar prodi vokasi dengan peminat terbanyak pada SNBP 2026.
Program studi tersebut mencatat 599 pendaftar, sedangkan jumlah peserta yang diterima mencapai 94 orang. Dengan demikian, proporsi penerimaannya berada di kisaran 15,7% dari total pendaftar.
Posisi kedua ditempati Teknik Informatika di Politeknik Negeri Jakarta dengan 527 pendaftar dan hanya 18 peserta diterima. Angka tersebut menunjukkan proporsi penerimaan sekitar 3,4%, atau sekitar satu peserta diterima dari setiap 29 pendaftar.
Masih dari Politeknik Negeri Jakarta, program studi Administrasi Bisnis Terapan berada di urutan ketiga dengan 492 pendaftar dan 18 peserta diterima.
Sementara itu, Administrasi Bisnis Terapan di Politeknik Negeri Batam menempati posisi keempat dengan 480 pendaftar dan 30 peserta diterima.
Melengkapi lima besar, Teknik Informatika di Politeknik Negeri Bandung mencatat 474 pendaftar dengan 26 peserta yang berhasil memperoleh tempat melalui SNBP 2026.
Politeknik Negeri Jakarta dan Bandung Mendominasi Daftar
Selain lima program studi teratas, sejumlah jurusan lainnya juga mencatat tingkat peminatan yang cukup tinggi.
Program studi Akuntansi Keuangan di Politeknik Negeri Jakarta menempati posisi keenam dengan 380 pendaftar. Dari jumlah tersebut, hanya 12 peserta yang diterima, menjadikannya salah satu prodi dengan proporsi penerimaan terendah dalam daftar, yakni sekitar 3,2%.
Berikutnya, Logistik Perdagangan Internasional di Politeknik Negeri Batam berada pada urutan ketujuh dengan 375 pendaftar dan 30 peserta diterima.
Program studi Perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun menempati posisi kedelapan setelah mencatat 321 pendaftar dan 36 peserta diterima.
Sementara itu, Teknik Elektronika di Politeknik Negeri Bandung berada di posisi kesembilan dengan 315 pendaftar serta 20 peserta diterima.
Daftar sepuluh besar ditutup oleh Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Bandung yang mencatat 308 pendaftar dan 13 peserta diterima.
Menariknya, Politeknik Negeri Jakarta dan Politeknik Negeri Bandung masing-masing menyumbang tiga program studi dalam daftar sepuluh prodi vokasi paling diminati. Sementara itu, Politeknik Negeri Batam memiliki dua program studi, sedangkan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dan Politeknik Negeri Madiun masing-masing satu program studi.
Pendaftar Terbanyak Belum Tentu Memiliki Persaingan Paling Ketat
Jumlah pendaftar yang tinggi tidak selalu menunjukkan bahwa suatu program studi memiliki tingkat persaingan penerimaan paling ketat. Jumlah peserta yang diterima juga menjadi faktor penting dalam melihat peluang masuk.
Dari sepuluh program studi tersebut, Akuntansi Keuangan di Politeknik Negeri Jakarta memiliki proporsi penerimaan paling rendah, yakni sekitar 3,2%. Artinya, terdapat sekitar 32 pendaftar untuk setiap satu peserta yang diterima.
Administrasi Bisnis Terapan dan Teknik Informatika di Politeknik Negeri Jakarta juga mencatat persaingan ketat, dengan proporsi penerimaan masing-masing sekitar 3,7% dan 3,4%.
Sebaliknya, Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya memiliki jumlah pendaftar paling banyak, tetapi juga menerima peserta paling banyak dalam daftar tersebut, yaitu 94 orang.
Temuan ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa perlu mempertimbangkan jumlah pendaftar sekaligus kapasitas penerimaan ketika membandingkan program studi yang diminati.
Persiapan SNBP 2027, Siswa Perlu Memperhatikan Persyaratan Seleksi
Selain memahami tingkat persaingan program studi, calon mahasiswa juga perlu memperhatikan ketentuan pendaftaran SNBP.
Mengacu pada persyaratan SNBP 2026, peserta merupakan siswa kelas akhir SMA atau MA yang memenuhi kriteria eligible dan memiliki prestasi akademik unggul.
Calon peserta juga diwajibkan mempunyai Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang terdaftar dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), serta memenuhi persyaratan tambahan dari perguruan tinggi dan program studi tujuan.
Selain itu, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu persyaratan yang tercantum dalam ketentuan SNBP 2026.
Meski dapat dijadikan referensi, data peminat dan penerimaan tahun sebelumnya tidak secara langsung menentukan peluang kelulusan pada seleksi berikutnya. Jumlah pendaftar, kapasitas penerimaan, dan ketentuan seleksi dapat mengalami perubahan.
Karena itu, calon mahasiswa yang berencana mengikuti SNBP 2027 perlu mempertimbangkan minat, kemampuan akademik, serta karakteristik program studi sebelum menentukan pilihan.
Baca Juga: Beasiswa Garuda Buka Peluang Kuliah S1 Bidang Energi di Kampus Ternama Dunia

Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!