Beranda/Beasiswa/Beasiswa Garuda Buka Peluang Kuliah S1 Bidang Energi di Kampus Ternama Dunia
Beasiswa

Beasiswa Garuda Buka Peluang Kuliah S1 Bidang Energi di Kampus Ternama Dunia

Dari pengembangan energi terbarukan hingga teknologi nuklir, sejumlah perguruan tinggi dunia masuk dalam daftar rekomendasi Beasiswa Garuda untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia di sektor energi Indonesia.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•26 Oktober 2026•4 Menit Baca•5 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Beasiswa Garuda Buka Peluang Kuliah S1 Bidang Energi di Kampus Ternama Dunia

Peluang menempuh pendidikan sarjana (S1) di luar negeri kembali terbuka bagi pelajar Indonesia melalui program Beasiswa Garuda. Program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini akan segera membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terkemuka dunia.

Melalui pendanaan dari Dana Abadi Pendidikan, penerima Beasiswa Garuda berkesempatan memperoleh pembiayaan pendidikan hingga lulus beserta sejumlah dana pendukung, termasuk biaya hidup bulanan.

Program ini memiliki sepuluh tema prioritas yang dapat dipilih calon penerima beasiswa. Salah satunya adalah bidang energi, yang menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kemandirian energi sekaligus mendorong transisi menuju penggunaan energi bersih di Indonesia.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Pengembangan Energi Menjadi Salah Satu Fokus Beasiswa Garuda

Indonesia memiliki potensi sumber energi terbarukan yang melimpah, mulai dari sinar matahari, angin, hingga gelombang laut. Pemanfaatan potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan penguasaan teknologi di bidang energi.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Beasiswa Garuda menetapkan tiga klaster utama dalam tema prioritas energi, yakni energi terbarukan, hidrogen dan sel bahan bakar rumah tangga, serta riset dan teknologi nuklir.

Pada klaster energi terbarukan, fokus pengembangan mencakup teknologi tenaga surya, angin, dan jaringan kelistrikan. Sementara itu, klaster hidrogen diarahkan pada pengembangan teknologi penyimpanan dan sel bahan bakar, termasuk Solid Oxide Fuel Cell (SOFC).

Adapun klaster nuklir berfokus pada riset teknologi reaktor modular berukuran kecil, seperti Small Modular Reactor (SMR) dan Micro Modular Reactor (MMR).

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Ketiga bidang tersebut diharapkan dapat mendukung tersedianya tenaga ahli yang dibutuhkan Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan energi pada masa mendatang.

Deretan Kampus Dunia untuk Pengembangan Energi Terbarukan

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami energi terbarukan, Beasiswa Garuda merekomendasikan sejumlah institusi pendidikan dan riset internasional dengan keunggulan yang berbeda.

Delft University of Technology (TU Delft) di Belanda dikenal melalui penelitian teknologi sel surya fotovoltaik dan peningkatan efisiensi material semikonduktor. Sementara itu, Tsinghua University di China memiliki keunggulan dalam pengembangan sistem jaringan listrik cerdas atau smart grid berskala nasional.

Dari Australia, University of New South Wales (UNSW) Sydney menjadi salah satu pusat penelitian energi surya fotovoltaik dunia, termasuk dalam pengembangan sel surya silikon dengan tingkat efisiensi tinggi.

University of Toronto di Kanada juga masuk dalam daftar rekomendasi berkat penelitiannya mengenai sel surya berbasis perovskit dan material kuantum untuk meningkatkan efisiensi energi.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Selain perguruan tinggi tersebut, daftar rekomendasi turut mencantumkan National Renewable Energy Laboratory (NREL) di Amerika Serikat. Lembaga riset nasional ini berperan dalam pengembangan sel surya perovskit serta kebijakan integrasi energi bersih.

Pilihan Perguruan Tinggi untuk Riset Hidrogen dan Sel Bahan Bakar

Pengembangan hidrogen menjadi fokus berikutnya dalam tema prioritas energi Beasiswa Garuda. Terdapat empat perguruan tinggi yang direkomendasikan berdasarkan keunggulan penelitian dan teknologinya.

Technical University of Munich (TUM) di Jerman memiliki kekuatan riset pada bidang termodinamika rekayasa, penyimpanan hidrogen bertekanan, serta pengembangan teknologi SOFC.

Di Inggris, Imperial College London menjadi salah satu institusi rujukan dalam penelitian Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC), yakni teknologi sel bahan bakar yang menggunakan membran penukar proton.

Sementara itu, Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) di Korea Selatan unggul dalam pengembangan material elektroda, katalis nonmulia, dan pengelolaan termal pada sel bahan bakar mikro.

Pilihan lainnya adalah California Institute of Technology (Caltech) di Amerika Serikat yang memiliki pusat penelitian Liquid Sunlight Alliance, dengan fokus pengembangan teknologi foto-elektrokimia hidrogen.

MIT hingga Tsinghua Masuk Rekomendasi Bidang Teknologi Nuklir

Selain energi terbarukan dan hidrogen, Beasiswa Garuda turut memberikan perhatian pada pengembangan teknologi nuklir, khususnya reaktor modular berukuran kecil.

Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat menjadi salah satu institusi yang direkomendasikan. Kampus ini memiliki fasilitas reaktor riset dan berperan dalam pengembangan desain generasi baru SMR.

Seoul National University (SNU) di Korea Selatan juga masuk dalam daftar berkat keunggulannya dalam desain reaktor modular, termal hidrolika, serta teknologi sistem keselamatan reaktor pasif.

Dari Australia, Australian National University (ANU) dikenal sebagai pusat penelitian fisika nuklir dan eksperimen fisika plasma untuk teknologi fusi.

Imperial College London di Inggris memiliki fokus penelitian pada pengelolaan limbah radioaktif, material struktural reaktor, dan keselamatan teknologi nuklir sipil.

Sementara itu, Tsinghua University di China memiliki keunggulan dalam pengoperasian reaktor komersial berpendingin gas suhu tinggi atau High-Temperature Gas-Cooled Reactor (HTR-PM) dalam skala penuh.

Calon Pendaftar Bisa Memilih Dua Tema Prioritas

Dalam mekanisme pendaftaran Beasiswa Garuda, calon penerima diwajibkan menentukan dua tema prioritas dari sepuluh bidang yang tersedia.

Kesepuluh bidang tersebut meliputi kesehatan, ketahanan pangan, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi industri, material dan manufaktur maju, maritim, energi, bisnis dan ekonomi, serta hukum dan kebijakan publik.

Dari setiap tema yang dipilih, pendaftar dapat menentukan tiga perguruan tinggi berdasarkan daftar yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

Baca Juga: 2.087 Penerima Beasiswa LPDP Disiapkan untuk Perkuat Layanan Dokter Spesialis di Daerah

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!