Beranda/Berita Kampus/Diduga Ada Diskriminasi yang Akhirnya Siswi Makassar Dicoret dari Calon Paskibraka Nasional, Namun Kini Dapat Beasiswa
Berita Kampus

Diduga Ada Diskriminasi yang Akhirnya Siswi Makassar Dicoret dari Calon Paskibraka Nasional, Namun Kini Dapat Beasiswa

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•2 Menit Baca•20 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Diduga Ada Diskriminasi yang Akhirnya Siswi Makassar Dicoret dari Calon Paskibraka Nasional, Namun Kini Dapat Beasiswa

Siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, yang dikabarkan dicoret dari calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional mendapat dukungan beasiswa kuliah dari Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI).

Tawaran tersebut diberikan setelah Cathlyn disebut menjadi korban diskriminasi saat seleksi, salah satunya terkait faktor bahasa daerah.

INTI Soroti Proses Seleksi Paskibraka

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Sekretaris Jenderal PP Perhimpunan INTI, Hardy Stefanus, mengatakan pihaknya menaruh perhatian terhadap proses seleksi yang dinilai harus berlangsung objektif dan terbuka.

INTI juga telah berkoordinasi dengan Pengurus Daerah (PD) Perhimpunan INTI Sulsel dan Generasi Muda Indonesia Tionghoa (GEMA INTI).

“Sejak awal kami sudah berkomunikasi agar proses seleksi Paskibraka ini berjalan secara adil, transparan, dan menjunjung tinggi nilai persatuan serta kesetaraan bagi seluruh anak bangsa,” ujar Hardy, dikutip dari TribunMakassar, Kamis (28/5/2026).

Menurut Hardy, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut tahapan seleksi peserta, tetapi juga menyentuh nilai keberagaman dan kesempatan yang sama bagi generasi muda.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

“Ini bukan hanya soal seleksi, tetapi juga soal rasa keadilan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Selain Cathlyn, INTI juga memutuskan memberikan tawaran beasiswa kepada siswi lain yang ikut seleksi Paskibraka, yaitu Meivylicha Putri Aurelia Kamal.

“Ini adalah bentuk dukungan moral. Kami ingin memastikan bahwa pengalaman ini tidak melemahkan semangat mereka, justru menjadi penguat untuk terus berprestasi,” ujar Hardy.

INTI Minta Proses Transparan

Meski memberi perhatian terhadap polemik yang berkembang, INTI tetap meminta masyarakat menghormati kewenangan panitia seleksi dan lembaga terkait.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Namun, Hardy menegaskan keterbukaan informasi kepada publik tetap diperlukan agar kepercayaan masyarakat tidak menurun.

“Proses ini perlu dijelaskan secara proporsional dan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga,” ujar Hardy.

Cathlyn Jadi Sorotan Publik

Sebelumnya, nama Cathlyn menjadi sorotan setelah muncul kabar dirinya dicoret dari tiga besar calon utusan putri Sulawesi Selatan yang akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional.

Informasi yang beredar menyebut Cathlyn digantikan oleh siswi asal Jeneponto yang disebut tidak masuk 10 besar seleksi.

Selain itu, muncul pula dugaan diskriminasi etnis dalam proses seleksi tersebut.

Namun, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, membantah berbagai tudingan yang beredar di media sosial, termasuk soal diskriminasi maupun kemampuan Cathlyn dalam berbahasa daerah.

“Betul, itu bukan menjadi syarat. Tetapi, pada saat itu dipertanyakan sebagai pertanyaan basic untuk mewakili provinsi,” ujar Bustanul dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Rabu (27/5/2026).

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#berita pendidikan#Beasiswa Kuliah#Diskriminasi etnis#makassar#Paskibraka Nasional#Cathlyn Yvaine Lesmana#INTI#Paskibraka 2026#Sulawesi Selatan#Kesbangpol Sulsel
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!