Mau Daftar Sekolah Kedinasan Kemenhub? Simak Syarat Lengkapnya
Simak syarat lengkap untuk daftar sekolah kedinasan Kemenhub!
Seleksi sekolah kedinasan menjadi salah satu jalur yang paling dinantikan lulusan SMA/SMK setelah berakhirnya Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Salah satu pilihan favorit adalah sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang setiap tahun membuka penerimaan calon taruna melalui jalur pola pembibitan.
Table Of Content
Hingga awal Juli 2026, pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran sekolah kedinasan tahun ini. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Kepegawaian Negara (BKN), Wisudo Putro Nugroho, mengatakan informasi mengenai pembukaan seleksi akan diumumkan kemudian. Saat ini, pemerintah masih mempersiapkan proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Sekolah Rakyat Kementerian Sosial.
Sebagai gambaran, pada tahun 2025 pendaftaran sekolah kedinasan berlangsung mulai 29 Mei hingga 18 Juli. Meski jadwal 2026 belum diumumkan, calon peserta sudah dapat mulai mempersiapkan berbagai persyaratan berdasarkan ketentuan seleksi tahun sebelumnya.
Baca Juga: 6 Sekolah Kedinasan Akreditasi Unggul, Kuliah Gratis dan Berpeluang Jadi CPNS atau TNI
Nilai Akademik Menjadi Syarat Awal
Salah satu syarat utama adalah nilai akademik. Bagi lulusan yang belum memiliki ijazah, nilai rata-rata rapor semester genap kelas XI dan semester gasal kelas XII minimal 70 pada skala 100.
Sementara bagi lulusan yang telah memiliki ijazah, nilai rata-rata pada ijazah minimal setara 70 dari skala 100 atau 7,0 pada skala 10. Khusus peserta jalur Orang Asli Papua (OAP), batas minimal nilai sedikit lebih rendah sesuai ketentuan yang berlaku.
Tinggi Badan dan Kondisi Fisik Jadi Penentu
Selain kemampuan akademik, Kemenhub juga menetapkan persyaratan fisik yang cukup ketat. Calon taruna harus dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, HIV/AIDS, serta tidak mengalami buta warna.
Untuk sebagian besar program studi, tinggi badan minimal ditetapkan 160 sentimeter bagi laki-laki dan 155 sentimeter bagi perempuan. Namun beberapa program studi penerbangan mensyaratkan tinggi badan yang lebih tinggi, yakni minimal 165 sentimeter untuk laki-laki dan 160 sentimeter bagi perempuan.
Persyaratan Administrasi yang Harus Dipenuhi
Calon peserta juga wajib memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, seperti berstatus Warga Negara Indonesia, berusia 16–23 tahun, belum menikah, serta bersedia tidak menikah selama menjalani pendidikan.
Selain itu, peserta harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah lulus apabila mengikuti formasi pola pembibitan Kemenhub.
Prestasi di bidang akademik, olahraga, seni, organisasi, maupun riset juga dapat menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
Seleksi Tidak Hanya Mengandalkan Nilai
Tahapan seleksi sekolah kedinasan Kemenhub tidak hanya terdiri atas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis CAT.
Peserta yang lolos administrasi masih harus mengikuti tes kesehatan, psikotes, tes kebugaran jasmani, wawancara, performance test, hingga penilaian prestasi. Seluruh tahapan tersebut memiliki bobot penilaian masing-masing dalam menentukan kelulusan akhir.
Puluhan Kampus Kedinasan Dibuka Setiap Tahun
Pada seleksi sebelumnya, Kemenhub membuka penerimaan di lebih dari 20 perguruan tinggi kedinasan yang bergerak di bidang transportasi darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.
Beberapa di antaranya adalah PTDI-STTD, STIP Jakarta, PPI Curug, PKTJ Tegal, PPI Madiun, API Banyuwangi, serta berbagai politeknik pelayaran dan politeknik penerbangan di sejumlah daerah.
Program studi yang dibuka pun beragam, mulai dari transportasi darat, pelayaran, penerbangan, keselamatan transportasi, hingga teknik perkeretaapian.
Mulai Persiapkan Diri Sejak Sekarang
Meski jadwal resmi seleksi sekolah kedinasan 2026 belum diumumkan, calon peserta sebaiknya mulai mempersiapkan dokumen administrasi, menjaga kondisi fisik, serta mempelajari materi SKD sejak dini.
Apabila mengacu pada pola seleksi tahun-tahun sebelumnya, pengumuman pembukaan pendaftaran biasanya disampaikan melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan. Dengan persiapan yang matang, peluang untuk bersaing memperebutkan kursi di sekolah kedinasan Kemenhub akan semakin besar.