UGM Pimpin Daftar Kampus Paling Berkelanjutan di Jateng-DIY Versi THE 2026, Ini 10 Besarnya
UGM jadi kampus terbaik di Jateng-DIY pada 2026, bertengger di peringkat ke-41 dunia.
Universitas di Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Pemeringkatan yang diumumkan pada 24 Juni 2026 ini menilai kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Table Of Content
Pada edisi tahun ini, THE mengevaluasi 1.646 universitas dari 116 negara dan wilayah. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja perguruan tinggi dalam berbagai indikator keberlanjutan yang mencakup penelitian, tata kelola, pengabdian kepada masyarakat, hingga proses pembelajaran.
Sebanyak 17 tujuan pembangunan berkelanjutan menjadi dasar penilaian, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, aksi iklim, energi bersih, hingga kemitraan global.
Kampus Indonesia Tunjukkan Daya Saing
Sejumlah perguruan tinggi Indonesia berhasil masuk dalam daftar pemeringkatan dunia. Secara nasional, Universitas Airlangga menempati posisi tertinggi, diikuti Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.
Sementara itu, untuk kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat sepuluh perguruan tinggi yang berhasil mencatatkan kinerja terbaik dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: 4 PTS Indonesia Tembus Kampus Terbaik Versi QS WUR 2027
10 Kampus Terbaik Jateng-DIY Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
- Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Peringkat dunia: 41
- Skor: 93,2
- Universitas Sebelas Maret (UNS)
- Peringkat dunia: 101–200
- Skor: 82,3–89,2
- Universitas Diponegoro (Undip)
- Peringkat dunia: 201–300
- Skor: 77,5–82,2
- Universitas Negeri Semarang (Unnes)
- Peringkat dunia: 301–400
- Skor: 73,9–77,4
- Universitas Islam Indonesia (UII)
- Peringkat dunia: 401–600
- Skor: 66,2–73,8
- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
- Peringkat dunia: 401–600
- Skor: 66,2–73,8
- Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
- Peringkat dunia: 601–800
- Skor: 60,7–66,1
- UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- Peringkat dunia: 601–800
- Skor: 60,7–66,1
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
- Peringkat dunia: 601–800
- Skor: 60,7–66,1
- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
- Peringkat dunia: 601–800
- Skor: 60,7–66,1
Empat Aspek Penilaian Utama
THE Sustainability Impact Ratings tidak hanya melihat kualitas akademik, tetapi juga menilai sejauh mana perguruan tinggi berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui empat pilar utama.
1. Penelitian
Universitas dinilai berdasarkan kontribusi riset yang mendukung penyelesaian berbagai persoalan global sesuai target SDGs, seperti perubahan iklim, kesehatan, pendidikan, hingga pengentasan kemiskinan.
2. Tata Kelola (Stewardship)
Aspek ini mengukur bagaimana perguruan tinggi mengelola sumber daya yang dimiliki, mulai dari lingkungan kampus, kebijakan institusi, hingga kesejahteraan sivitas akademika.
3. Pengabdian dan Kemitraan
Penilaian juga mencakup keterlibatan universitas dalam membangun kerja sama dengan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi internasional guna mendorong tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.
4. Pengajaran
Proses pembelajaran menjadi salah satu indikator penting karena perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap isu-isu keberlanjutan.
Baca Juga: 7 PTN dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, UI Pimpin Daftar