Inovatif! Siswa MAN 5 Kampar Riau Sulap Limbah Minyak Goreng MBG Jadi Biodiesel
Siswa MAN 5 Kampar Riau berhasil mengolah limbah minyak goreng sisa MBG menjadi bahan bakar biodiesel B100.
Ketika pemerintah sedang gencar-gencarnya mendorong program transisi energi untuk lepas dari ketergantungan bahan bakar fosil, jawaban nyata justru datang dari ruang kelas. Bukan dari laboratorium canggih atau industri skala besar, melainkan dari kreativitas siswa-siswi MAN 5 Kampar, Riau. Lewat inovasinya, limbah minyak goreng bekas alias minyak jelantah disulap menjadi biodiesel B100 yang siap pakai.
Tidak hanya sampai di situ, biodiesel hasil karya mereka juga telah diuji coba pada mesin generator berbahan bakar biosolar. Hasilnya menunjukkan bahwa biodiesel dari minyak jelantah berpotensi menjadi alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Terobosan para siswa madrasah ini mendapat sambutan positif dari Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno. Ia menegaskan bahwa kreativitas generasi muda sudah sepatutnya difasilitasi oleh seluruh pemangku kepentingan agar tidak berhenti di ruang lab, melainkan dapat menjadi solusi konkret bagi publik.
“Ini merupakan inovasi yang sangat baik. Kami berharap pemerintah daerah, baik Kabupaten Kampar maupun Pemerintah Provinsi Riau, dapat memberikan dukungan dan fasilitas untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya, melansir akun Instagram @pendiskemenag.
Langkah nyata dari dunia madrasah ini tidak sekadar menyelesaikan masalah limbah rumah tangga di lingkungan sekitar, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda punya andil besar dalam mendukung ketahanan energi nasional.