Beasiswa Garuda Gelombang II Masih Dibuka, Mahasiswa Berpeluang Kuliah S1 Gratis di Dalam dan Luar Negeri!
Beasiswa Garuda masih dibuka hingga 25 Juni 2026, simak persyaratannya berikut!
Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tanpa biaya masih terbuka melalui Program Beasiswa Garuda Gelombang II. Program yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini menerima pendaftaran hingga 25 Juni 2026 dan ditujukan bagi calon mahasiswa jenjang sarjana yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
Table Of Content
Program tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia Indonesia di bidang sains dan teknologi. Melalui beasiswa ini, peserta dapat memilih berbagai bidang studi prioritas yang mendukung pembangunan nasional, seperti kesehatan, energi, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi industri, material dan manufaktur maju, hukum dan kebijakan publik, hingga bisnis dan ekonomi.
Pilihan Kampus Tersebar di Berbagai Negara
Peserta yang lolos seleksi berkesempatan menempuh pendidikan pada perguruan tinggi yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi. Pilihan kampus mencakup sejumlah kawasan dunia, mulai dari Amerika Utara, Eropa, Australia, hingga Asia.
Selain itu, peserta juga dapat memilih program joint degree atau double degree yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi di Indonesia yang bekerja sama dengan institusi luar negeri. Skema ini memberikan peluang memperoleh pengalaman pendidikan internasional tanpa harus sepenuhnya belajar di luar negeri.
Cakupan Beasiswa Tidak Hanya Biaya Kuliah
Penerima Beasiswa Garuda Gelombang II akan memperoleh pendanaan menyeluruh selama masa studi. Dukungan utama meliputi biaya kuliah, biaya pendaftaran, dan tunjangan buku.
Di luar itu, program ini juga menyediakan berbagai bantuan pendukung, seperti biaya transportasi, pengurusan visa, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, tunjangan hidup bulanan, hingga bantuan dalam kondisi darurat atau force majeure. Dengan skema tersebut, mahasiswa dapat lebih fokus pada proses akademik tanpa terbebani persoalan biaya pendidikan dan kebutuhan hidup.
Tahapan Seleksi Berlangsung hingga Agustus 2026
Rangkaian seleksi Beasiswa Garuda Gelombang II dimulai dengan pendaftaran yang berlangsung dari 25 Mei hingga 25 Juni 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti seleksi administrasi pada akhir Juni hingga awal Juli.
Tahap berikutnya adalah Tes Bakat Skolastik yang dijadwalkan pada 15–30 Juli 2026. Hasil akhir seleksi akan diumumkan pada 5 Agustus 2026.
Wawancara Penempatan Menjadi Tahap Penentu
Setelah dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa, peserta wajib mengikuti wawancara penempatan secara daring. Tahapan ini memiliki peran penting karena digunakan untuk menentukan kesesuaian program studi dan perguruan tinggi tujuan.
Peserta yang tidak mengikuti wawancara akan kehilangan status sebagai penerima beasiswa. Tim seleksi juga berhak melakukan penyesuaian terhadap pilihan kampus maupun program studi apabila ditemukan perbedaan antara hasil administrasi, tes skolastik, dan hasil wawancara.
Kemdiktisaintek dapat menempatkan penerima beasiswa pada perguruan tinggi mitra yang dinilai paling sesuai dengan profil dan potensi peserta.
Studi Ditujukan untuk Intake Akademik 2026/2027
Penerima Beasiswa Garuda akan diberangkatkan untuk mengikuti perkuliahan pada tahun akademik 2026/2027. Apabila diperlukan, keberangkatan dapat ditunda hingga maksimal satu tahun sejak peserta ditetapkan sebagai awardee.
Dokumen yang Harus Disiapkan Calon Pendaftar
Calon peserta perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting, mulai dari identitas diri, rapor, surat rekomendasi, hingga bukti prestasi akademik maupun nonakademik.
Persyaratan lainnya mencakup sertifikat kemampuan bahasa asing yang masih berlaku, hasil tes IQ dengan skor minimal 110, surat keterangan sehat jasmani dan rohani, surat bebas narkoba, serta dokumen pendukung kondisi ekonomi keluarga.
Untuk pendaftar kampus luar negeri, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat utama dengan standar nilai tertentu pada IELTS, TOEFL, atau PTE Academic. Sementara bagi kampus yang menggunakan bahasa selain Inggris, peserta juga dapat melampirkan sertifikat kemampuan bahasa yang relevan, seperti bahasa Prancis, Jerman, Jepang, Mandarin, atau Spanyol.
Selain itu, peserta yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan dapat melampirkannya sebagai dokumen pendukung dalam proses seleksi.
Baca Juga: Kisah Maryam, Siswi MAN 1 Pekanbaru yang Sukses Raih 22 LoA & 4 Beasiswa Luar Negeri