Tingkat pendidikan menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, semakin besar pula peluang seseorang memiliki keterampilan dan daya saing di dunia kerja. Meski demikian, struktur tenaga kerja Indonesia hingga kini masih didominasi oleh lulusan pendidikan dasar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, kelompok penduduk bekerja terbesar masih berasal dari lulusan SD ke bawah dengan proporsi mencapai 35,49%. Meski tetap mendominasi, angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 36,54% dan Februari 2025 sebesar 35,89%. Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran bertahap menuju tingkat pendidikan tenaga kerja yang lebih tinggi.
Baca Juga: Benarkah Tingkat Pendidikan Memengaruhi Gaji?
Di posisi berikutnya, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) menyumbang 20,67% dari total penduduk bekerja. Persentasenya mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya, menandakan bahwa lulusan pendidikan menengah umum masih memegang peranan penting dalam pasar tenaga kerja nasional.
Sementara itu, lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 17,64%. Proporsi kelompok ini terus mengalami penurunan secara perlahan seiring meningkatnya jumlah tenaga kerja dengan pendidikan yang lebih tinggi.
Pada jalur pendidikan vokasi, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup konsisten. Persentasenya meningkat dari 12,09% pada Februari 2024 menjadi 13,07% pada Februari 2026. Kenaikan tersebut mencerminkan semakin besarnya kontribusi lulusan pendidikan kejuruan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja, khususnya di sektor industri dan pekerjaan teknis.
Adapun pada jenjang pendidikan tinggi, penduduk bekerja lulusan Diploma IV, S1, S2, hingga S3 mencapai 10,72%, naik dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 10,28%. Di sisi lain, lulusan Diploma I/II/III masih menjadi kelompok dengan proporsi terkecil, yakni 2,41%.
Secara umum, data ini menunjukkan bahwa tenaga kerja Indonesia masih didominasi lulusan pendidikan dasar. Namun, meningkatnya proporsi lulusan SMK dan perguruan tinggi menjadi sinyal positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ke depan, pemerataan akses pendidikan dan penguatan keterampilan tenaga kerja akan menjadi faktor penting dalam mendorong produktivitas serta daya saing nasional.
Baca Juga: Pendidikan Masih Jadi Penentu Pendapatan di Jakarta