Kemdiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Ini 57 Daftar Lengkapnya
Nama program studi (prodi) teknik di perguruan tinggi kini tengah menjadi sorotan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah mengubah istilah prodi teknik menjadi...
Nama program studi (prodi) teknik di perguruan tinggi kini tengah menjadi sorotan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah mengubah istilah prodi teknik menjadi rekayasa.
Kebijakan ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada 2025 lalu, Kemdiktisaintek telah menerbitkan Kepusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Nomor 96/B/KPT/2025 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi.
Dalam keputusan tersebut, ditetapkan sejumlah nama prodi baik program sarjana, magister, doktor, profesi, spesialis, hingga subspesialis pada pendidikan profesi.
“Perguruan tinggi negeri badan hukum dapat menggunakan nama program studi yang sepadan dengan nama program studi dalam Keputusan Direktur Jenderal ini dan melaporkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,” tulis surat keputusan tersebut.
Meski demikian, perubahan istilah teknik menjadi rekayasa tidak bersifat wajib secara penuh. Kampus masih diperbolehkan menggunakan istilah “teknik” pada nama program studinya.
Institut Teknologi Bandung (ITB), misalnya, masih mempertahankan penggunaan istilah teknik pada mayoritas nama prodinya. Penggunaan istilah rekayasa baru diterapkan pada Prodi Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan.
Hal serupa juga dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang masih mempertahankan nama “Teknik” pada prodi-prodi lama. Sementara istilah rekayasa digunakan untuk program studi baru seperti Rekayasa Kecerdasan Artifisial, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Rekayasa Keselamatan Proses.
Daftar Perubahan Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa
Berikut beberapa nama prodi terbaru untuk prodi teknik:
- Rekayasa Berkelanjutan (Sustainability Engineering)
- Rekayasa Bioenergi dan Kemurgi (Bioenergy Engineering and Chemurgy)
- Rekayasa Biomedis (Biomedical Engineering)
- Rekayasa Biosistem (Biosystem Engineering)
- Rekayasa Pertanian dan Biosistem (Agricultural and Biosystem Engineering)
- Rekayasa Pertanian (Agricultural Engineering)
- Rekayasa Dirgantara (Aerospace Engineering)
- Rekayasa Aeronautika (Aeronautics Engineering)
- Rekayasa Elektro (Electrical Engineering)
- Rekayasa Energi Terbarukan (Renewable Energy Engineering)
- Rekayasa Energi Panas Bumi (Geothermal Energy Engineering)
- Rekayasa Tenaga Listrik (Electrical Power Engineering)
- Rekayasa Sistem Energi (Energy System Engineering)
- Rekayasa Fisika (Physics Engineering)
- Rekayasa Geodesi (Geodetic Engineering)
- Rekayasa Geofisika (Geophysical Engineering)
- Rekayasa Geologi (Geological Engineering)
- Rekayasa Geomatika (Geomatics Engineering)
- Rekayasa Pengindraan Jauh (Remote Sensing Engineering)
- Rekayasa Industri (Industrial Engineering)
- Manajemen Rekayasa (Engineering Management)
- Rekayasa Logistik (Logistic Engineering)
- Rekayasa Industri dan Manajemen (Industrial Engineering and Management)
- Rekayasa Industri Pertanian (Agro-industrial Engineering)
- Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (Instrumentation and Control Engineering)
- Rekayasa Instrumentasi dan Automasi (Instrumentation and Automation Engineering)
- Rekayasa Kelautan (Ocean Engineering)
- Rekayasa Perkapalan (Naval Architecture Engineering)
- Rekayasa Sistem Perkapalan (Marine Engineering)
- Rekayasa Transportasi Laut (Marine Transport Engineering)
- Rekayasa Keselamatan (Safety Engineering)
- Rekayasa Keselamatan Kebakaran (Fire Safety Engineering)
- Rekayasa Kimia (Chemical Engineering)
- Rekayasa Bioproses (Bioprocess Engineering)
- Rekayasa Komputer (Computer Engineering)
- Rekayasa Kosmetik (Cosmetics Engineering)
- Rekayasa Lingkungan (Environmental Engineering)
- Rekayasa Material (Materials Engineering)
- Rekayasa Metalurgi (Metallurgical Engineering)
- Rekayasa Material dan Metalurgi (Metallurgical and Materials Engineering)
- Rekayasa Mesin (Mechanical Engineering)
- Rekayasa Manufaktur (Manufacturing Engineering)
- Rekayasa Mekatronika (Mechatronics Engineering)
- Rekayasa Nuklir (Nuclear Engineering)
- Rekayasa Perminyakan (Petroleum Engineering)
- Rekayasa Minyak dan Gas (Oil and Gas Engineering)
- Rekayasa Pertambangan (Mining Engineering)
- Rekayasa Perumahsakitan (Hospital Engineering)
- Rekayasa Sipil (Civil Engineering)
- Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan (Infrastructure and Environmental Engineering)
- Rekayasa Transportasi (Transportation Engineering)
- Rekayasa Sumber Daya Air (Pengairan) (Water Resources Engineering)
- Rekayasa Perkeretaapian (Railway Engineering)
- Rekayasa Telekomunikasi (Telecommunications Engineering)
- Rekayasa Hayati (Bioengineering)
- Rekayasa Tekstil (Textile Engineering)
- Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (Robotics Engineering and Artificial Intelligence)
Perubahan nomenklatur ini menjadi bagian dari penyesuaian sistem pendidikan tinggi Indonesia agar lebih selaras dengan standar internasional dan perkembangan kebutuhan industri masa depan.