Difabel Amputasi Kedua Kaki Tak Halangi Rozi Untuk Raih Doktor dengan IPK 4.00 di Universitas Airlangga
Kisah inspiratif datang dari Universitas Airlangga (UNAIR). Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech, seorang penyandang disabilitas daksa dengan amputasi kedua kaki, berhasil meraih gelar doktor dengan Indeks...
Kisah inspiratif datang dari Universitas Airlangga (UNAIR). Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech, seorang penyandang disabilitas daksa dengan amputasi kedua kaki, berhasil meraih gelar doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00.
Table Of Content
Ia diwisuda dalam Wisuda ke-261 UNAIR yang digelar pada 12 April 2026 di Airlangga Convention Center (ACC), Surabaya.
Perjalanan Akademik dan Karier
Rozi menyelesaikan studi pada Program S3 Sains Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR, dalam waktu 3 tahun 11 bulan dengan predikat cumlaude.
Baca juga: Kisah Lukas Kbarek, Anak Papua yang Sukses Raih S2 di Inggris dari Beasiswa ADEM, ADIK, hingga LPDP
Menariknya, selama menempuh studi doktoral, ia tetap aktif sebagai dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR. Ia menjalankan tridharma perguruan tinggi, yakni:
- Mengajar
- Meneliti
- Mengabdi kepada masyarakat
Selain itu, Rozi juga:
- Terlibat dalam pengembangan unit layanan disabilitas di lingkungan kampus
- Berperan sebagai editor pada jurnal internasional bereputasi
“Pendidikan adalah hak semua orang. Keterbatasan fisik tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti,” ujar Rozi.
Ia juga berpesan kepada pelajar dan mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas, agar tidak ragu melanjutkan pendidikan.
“Jangan minder. Kita semua punya kesempatan yang sama untuk berprestasi,” katanya.

Latar Belakang dan Perjuangan Hidup
Rozi berasal dari Desa Markanding, Muaro Jambi, Jambi. Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.
- Ayahnya seorang nelayan yang tidak menamatkan pendidikan dasar
- Ibunya juga hanya lulusan sekolah dasar
Meski berasal dari keluarga sederhana, Rozi mampu menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan.
Kontribusi Akademik dan Penelitian
Selama menempuh studi doktoral, Rozi menghasilkan lima publikasi internasional:
- Dua artikel Q1
- Dua artikel Q3
- Satu artikel Q4
Disertasinya berjudul:
“Efikasi Kandidat Vaksin Subunit Omp47 Maltoporin Aeromonas hydrophila yang Dienkapsulasi Nanopartikel Kitosan dalam Pencegahan Aeromoniasis pada Gurami (Osphronemus goramy)”.
Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan vaksin untuk mengatasi penyakit aeromoniasis pada budidaya perikanan.
Peran dalam Pendidikan Inklusif
Di luar akademik, Rozi aktif dalam pengembangan pendidikan inklusif melalui Airlangga Inclusive Learning (AIL).
Menurutnya, pengalaman pribadi menjadi motivasi untuk memperjuangkan akses pendidikan yang setara.
“Harapannya, ke depan tidak ada lagi hambatan bagi penyandang disabilitas untuk mengakses pendidikan tinggi,” ujarnya.
Kisah Rozi menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.