Beranda/Berita Kampus/Kisah Lukas Kbarek, Anak Papua yang Sukses Raih S2 di Inggris dari Beasiswa ADEM, ADIK, hingga LPDP
Berita Kampus

Kisah Lukas Kbarek, Anak Papua yang Sukses Raih S2 di Inggris dari Beasiswa ADEM, ADIK, hingga LPDP

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•30 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Kisah Lukas Kbarek, Anak Papua yang Sukses Raih S2 di Inggris dari Beasiswa ADEM, ADIK, hingga LPDP

Mengenyam pendidikan tinggi hingga ke luar negeri merupakan impian bagi banyak anak di Indonesia. Namun, keterbatasan akses dan kondisi ekonomi kerap menjadi penghalang besar yang membatasi peluang tersebut. Kisah inspiratif datang dari Lukas Norman Kbarek, putra daerah asal Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang berhasil menembus batas dan meraih pendidikan internasional.

Peran Program Afirmasi Membuka Jalan

Lukas merupakan alumni Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di SMA Bhineka Tunggal Ika Yogyakarta. Program ini menjadi titik awal perubahan besar dalam hidupnya.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

“Bagi saya, ADEM merupakan life-changing experience program yang membantu anak-anak Papua untuk bisa lebih berkembang di lingkungan yang berbeda,” ucapnya.

Melalui ADEM, Lukas mendapatkan kesempatan untuk merasakan lingkungan pendidikan yang lebih luas dan kompetitif, yang kemudian membentuk pola pikir serta semangatnya untuk terus berkembang.

Melanjutkan Studi Hingga ke Luar Negeri

Setelah lulus SMA, Lukas melanjutkan pendidikan melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali. Perjalanan akademiknya tidak berhenti di situ.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Dengan semangat yang kuat, ia berhasil meraih beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi S2 di Lancaster University, Inggris. Di sana, ia menempuh program Magister Hukum (LL.M) dalam bidang Hukum Internasional dan menyelesaikannya hanya dalam waktu satu tahun.

Karier dan Dedikasi untuk Negeri

Kini, Lukas telah mengabdi sebagai CPNS di Kementerian Luar Negeri. Pengalaman merantau dari Papua ke Jawa hingga Bali mempertemukannya dengan banyak sosok inspiratif.

“Saya bertemu banyak orang baik dan orang hebat yang menginspirasi sehingga membuat saya lebih termotivasi untuk terus meraih mimpi,” ujarnya.

Ketertarikannya pada hukum internasional didorong oleh empati terhadap masyarakat di tingkat akar rumput. Ia melihat bahwa isu global seperti HAM, lingkungan hidup, dan perdamaian memiliki dampak nyata bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Aktif di Forum Internasional Sejak Mahasiswa

Semasa kuliah, Lukas aktif mengembangkan kapasitas dirinya melalui berbagai kegiatan internasional, di antaranya:

  • Asia Youth International Model United Nations 2018 di Thailand
  • Finalis Duta Muda ASEAN 2019

Pengalaman ini semakin memperkuat wawasan global dan kemampuan diplomasinya.

Lukas pun berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua lainnya.

“Saya berharap tercipta SDM unggul dari anak asli Papua sehingga dengan kecerdasannya mampu bersaing di forum nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Dampak Nyata Program ADEM

Program ADEM telah berjalan sejak tahun 2013 dan menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa program ini menyasar tiga kategori utama:

  • Wilayah Papua
  • Daerah khusus (3T: terdepan, terluar, tertinggal)
  • Anak-anak pekerja migran melalui jalur repatriasi

Berdasarkan capaian tahun 2025:

  • 4.616 murid telah menerima manfaat program
  • Total anggaran mencapai Rp90 miliar

Suharti memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan program ini.

“Tanpa adanya kerja sama dan koordinasi yang erat, pelaksanaan program ADEM ini tidak akan berjalan secara optimal sebagaimana yang kita harapkan,” tuturnya.

Komitmen Pemerintah untuk Pendidikan Inklusif

Keberhasilan Lukas menjadi bukti nyata bahwa program afirmasi mampu membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak dari daerah tertinggal.

Kepala Puslapdik, Adhika Ganendra, turut mengapresiasi pencapaian tersebut.

“Ini bukti nyata bahwa ADEM merupakan intervensi pemerintah untuk memberikan akses yang lebih luas, merata, dan nyata bagi seluruh pelajar di setiap pelosok Indonesia termasuk daerah 3T. Bahwa setiap anak Indonesia dari berbagai latar belakang berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan untuk mencapai cita-cita,” pungkasnya.

Kisah Lukas menunjukkan bahwa dengan akses pendidikan yang tepat dan dukungan yang memadai, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di tingkat global.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#kisah inspiratif#Pendidikan Indonesia#Beasiswa LPDP#SDM unggul Indonesia#Kampus Luar Negeri#Mahasiswa Papua#Pendidikan Luar Negeri#Program ADEM#Program ADIK#Inspirasi Anak Bangsa
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!