Seberapa Besar Integritas Riset Kampus di Indonesia?
Ada 5 perguruan tinggi Indonesia yang masuk kategori red flag, yakni memiliki risiko integritas yang ekstrem.
Publikasi riset dan artikel ilmiah menjadi salah satu tanggung jawab utama perguruan tinggi dalam mendorong perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjaga kredibilitas institusi. Karena itu, banyak kampus di Indonesia berlomba-lomba meningkatkan jumlah publikasi, baik untuk mempertahankan akreditasi maupun mengejar posisi di peringkat global.
Namun, tingginya kuantitas publikasi tidak selalu sejalan dengan kualitas dan integritasnya. Berdasarkan indeks risiko integritas riset yang disusun oleh Profesor Lokman Meho dari American University of Beirut, terdapat 13 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam kategori risiko integritas menengah hingga tinggi.
Dari jumlah tersebut, lima perguruan tinggi masuk kategori red flag, yakni memiliki risiko integritas yang ekstrem dan bersifat sistemik. Kampus-kampus tersebut adalah Universitas Bina Nusantara, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sebelas Maret.
Selain itu, ada tiga perguruan tinggi yang tergolong berisiko tinggi, yaitu Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, dan Universitas Padjadjaran. Sementara itu, lima perguruan tinggi lainnya masuk kategori risiko sedang atau awas, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Gadjah Mada.
Perlu dicatat, indeks ini hanya mencakup institusi yang menghasilkan minimal 1.000 publikasi ilmiah dalam periode 2022 hingga 2024. Penilaiannya didasarkan pada dua indikator utama: rasio penarikan artikel ilmiah dan rasio penghapusan jurnal ilmiah. Kedua indikator tersebut dinilai dalam skala 0 hingga 1, di mana nilai 1 menunjukkan tingkat risiko integritas tertinggi.
Risiko penarikan artikel mencakup kasus-kasus seperti fabrikasi data, plagiarisme, pelanggaran etika, manipulasi kepengarangan atau proses tinjauan sejawat, serta kesalahan metodologi yang serius. Sementara itu, risiko penghapusan jurnal berkaitan dengan dikeluarkannya jurnal dari basis data seperti Scopus atau Web of Science akibat pelanggaran standar penerbitan, editorial, atau proses review.
Untuk penyusunan indeks, data penarikan artikel diambil dari periode 2022–2023, sedangkan data penghapusan jurnal berasal dari periode 2023–2024.
Indeks Risiko Integritas Riset Perguruan Tinggi di Indonesia
- Universitas Bina Nusantara: 0,609
- Universitas Airlangga: 0,414
- Universitas Sumatera Utara: 0,4
- Universitas Hasanuddin: 0,349
- Universitas Sebelas Maret: 0,317
- Universitas Diponegoro: 0,22
- Universitas Brawijaya: 0,219
- Universitas Padjadjaran: 0,198
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember: 0,168
- Universitas Indonesia: 0,154
- Institut Teknologi Bandung: 0,12
- Institut Pertanian Bogor: 0,119
- Universitas Gadjah Mada: 0,117