10 Negara Dengan IQ Tertinggi Di Dunia 2026, Iran 5 Besar dan Ada 2 Negara Tetangga Indonesia
Hasil pengukuran IQ global terbaru yang dirilis pada 1 Januari 2026 menunjukkan sejumlah temuan menarik. Salah satunya adalah masuknya Iran ke dalam lima besar negara dengan rata-rata IQ tertinggi di...
Hasil pengukuran IQ global terbaru yang dirilis pada 1 Januari 2026 menunjukkan sejumlah temuan menarik. Salah satunya adalah masuknya Iran ke dalam lima besar negara dengan rata-rata IQ tertinggi di dunia, di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan negara tersebut. Selain itu, dua negara di kawasan ASEAN, yakni Singapura dan Vietnam, juga berhasil menembus 10 besar.
Data ini berasal dari tes yang dilakukan melalui platform International IQ Test sepanjang tahun 2025, dengan total partisipan mencapai 1.212.714 orang dari berbagai negara. Secara keseluruhan, lebih dari 16 juta orang telah mengikuti tes ini sejak platform tersebut diluncurkan.
Tes yang digunakan terinspirasi oleh Raven’s Progressive Matrices, yakni metode pengukuran kecerdasan berbasis penalaran nonverbal yang dirancang untuk meminimalkan bias bahasa dan budaya. Hasilnya dikalibrasi dengan rata-rata 100 dan deviasi standar 15 selama tiga tahun berturut-turut, serta memiliki tingkat saturasi g internal sebesar 0,943 dalam dua tahun terakhir.
10 Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia 2026
- Korea Selatan
Rerata IQ: 106,97
Partisipan: 26.996
Rerata IQ tahun sebelumnya: 106,43 - China
Rerata IQ: 106,48
Partisipan: 229.918
Rerata IQ tahun sebelumnya: 107,19 - Jepang
Rerata IQ: 106,3
Partisipan: 55.994
Rerata IQ tahun sebelumnya: 106,4 - Iran
Rerata IQ: 104,8
Partisipan: 10.538
Rerata IQ tahun sebelumnya: 106,3 - Australia
Rerata IQ: 104,45
Partisipan: 4.245
Rerata IQ tahun sebelumnya: 102,57 - Rusia
Rerata IQ: 103,78
Partisipan: 29.170
Rerata IQ tahun sebelumnya: 103,16 - Singapura
Rerata IQ: 103,56
Partisipan: 6.880
Rerata IQ tahun sebelumnya: 105,14 - Mongolia
Rerata IQ: 102,61
Partisipan: 2.437
Rerata IQ tahun sebelumnya: 102,86 - New Zealand
Rerata IQ: 102,35
Partisipan: 1.184
Rerata IQ tahun sebelumnya: 102,08 - Vietnam
Rerata IQ: 102,26
Partisipan: 14.915
Rerata IQ tahun sebelumnya: 100,12
Metodologi dan Validitas Pengukuran
Tes IQ ini dilakukan secara daring melalui situs International IQ Test dalam periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025. Metode yang digunakan mengacu pada pola Raven’s Progressive Matrices, yang menitikberatkan pada kemampuan mengenali pola dan penalaran logis tanpa bergantung pada kemampuan bahasa.
Pendekatan ini dinilai lebih adil secara budaya dibandingkan tes berbasis verbal. Meski demikian, hasil tes tetap harus dipahami sebagai indikator umum, bukan sebagai diagnosis kecerdasan individu.
Limitasi Pengukuran
Terdapat sejumlah keterbatasan dalam pengukuran ini yang perlu diperhatikan:
- Bias akses internet
Semua peserta merupakan pengguna internet. Pada 2025, sekitar 74 persen populasi global memiliki akses internet, sehingga hasil ini belum sepenuhnya merepresentasikan populasi dunia. - Apa yang diukur oleh tes ini?
Tes berbasis matriks Raven hanya mengukur penalaran nonverbal dan pengenalan pola. Aspek kecerdasan lain tidak sepenuhnya tercakup. - Batasan tes daring
Tes IQ online bersifat informatif, bukan alat diagnostik yang komprehensif.
Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan IQ Antarnegara
Perbedaan rata-rata IQ antarnegara tidak terjadi secara tunggal, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks:
- Beban kesehatan
Studi pada 2010 menunjukkan bahwa negara dengan tingkat penyakit menular tinggi cenderung memiliki skor kognitif lebih rendah, karena berdampak pada perkembangan dan kualitas pendidikan. - Nutrisi dan ketahanan pangan
Studi tahun 2024 menemukan bahwa pola makan sehat berkorelasi dengan skor IQ yang lebih tinggi. Negara dengan ketahanan pangan baik cenderung memiliki hasil yang lebih tinggi. - Kesempatan belajar dan stimulasi kognitif
Studi 2022 menunjukkan aktivitas seperti bermain catur dapat meningkatkan performa kognitif anak. Selain itu, studi 1962 menemukan bahwa anak bilingual memiliki keunggulan dalam beberapa aspek kecerdasan dibandingkan monolingual. - Genetika
Penelitian kembar pada 2013 menunjukkan heritabilitas IQ berada di kisaran 50–80 persen, tergantung usia dan populasi. Namun, faktor ini tidak dapat menjelaskan perbedaan antarnegara secara langsung.
Secara umum, negara dengan sistem kesehatan yang kuat, nutrisi yang baik, serta akses pendidikan berkualitas tinggi dan lingkungan yang mendukung stimulasi kognitif cenderung memiliki rata-rata IQ yang lebih tinggi.